[PRESS RELEASE] Rapat Koordinasi HMTK FT UNS 2023

  Rapat Koordinasi

Pada hari Rabu, 22 Maret 2023 Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS telah melaksanakan Rapat Koordinasi di Ruang Seminar Utama (RSU) Gedung III FT UNS. Kegiatan ini dihadiri oleh 80 orang pengurus Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS Periode 2023 dan 8 orang perwakilan Badan Semi Otonom (BSO) Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.45 s.d. 15.30 WIB.

Kegiatan diawali dengan penayangan video Safety Induction pada pukul 09.45-09.50 WIB. Selanjutnya, kegiatan dibuka oleh MC, yaitu Putri Fadilla Nisa. Lalu, dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Selanjutnya adalah sesi pembahasan setiap bidang yang diawali oleh sesi Ketua Umum HMTK FT UNS oleh Muhammad Ghozy Izzulhaq pada pukul 09.55-10.25 WIB. Pada sesi ini dijelaskan mengenai Visi dan Misi HMTK, Visi dan Misi Ketua Himpunan, serta penjelasan singkat tentang bidang dan BSO HMTK. Kemudian, dilanjutkan sesi pemaparan tiap bidang di HMTK mengenai proker dan nonproker yang dijalankan. Sesi bidang Kewirausahaan dilaksanakan pada pukul 10.26-11.06 WIB. Lalu, dilanjutkan sesi bidang PMB pada pukul 11.07-11.23 WIB. Selanjutnya adalah pemaparan bidang Humas pukul 11.24-12.05 WIB. Kemudian pada pukul 12.05-13.25 WIB dilaksanakan sesi ISHOMA. Lalu, pada pukul 13.26-13.33 WIB dilanjutkan sesi bidang Bendahara. Pada pukul 13.33-13.50 WIB, dilanjutkan dengan sesi bidang Sekretaris. Selanjutnya, dilaksanakan sesi bidang Akademis pada pukul 13.51-14.08 WIB. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi bidang POSDM pada pukul 14.09-14.35 WIB. Sesi pemaparan setiap bidang diakhiri oleh bidang Medinfo pada pukul 14.36-14.50 WIB.

Setelah sesi pemaparan setiap bidang, dilanjutkan dengan pemaparan dari BSO HMTK mengenai prokernya masing-masing. Sesi pemaparan BSO diawali oleh Chem-E-Car pada pukul 14.41-14.59 WIB. Kemudian dilanjutkan oleh sesi BSO CERC pada pukul 15.00-15.27 WIB dan dilanjutkan sesi BSO ECODAYS pada pukul 15.12-15.27 WIB. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi dan penutup oleh MC. Dengan telah terlaksananya Rapat Koordinasi, diharapkan saran dan masukan mengenai proker dan nonproker yang telah disampaikan melalui Rapat Kerja Terbuka dapat dilaksanakan sesuai hasil pembahasan Rapat Koordinasi.


Share:

[BUTENA EDISI 2] BIOCHAR

 Mengenal Lebih Jauh Biochar

Pencemaran lingkungan, merupakan isu yang paling menonjol saat ini, seiring dengan peningkatan jumlah pabrik-pabrik yang bertujuan memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin hari terus bertambah. Pabrik- pabrik tersebut menghasilkan limbah yang cukup besar, dan bila tidak dikelola dengan baik dan bertanggung akan memberikan efek negatif kepada lingkungan (Zhang et al, 2013). Penanganan limbah pun masih belum dilakukan dengan serius dan bertanggung jawab sehingga sering dilaporkan adanya lahan yang tercemar akan limbah khususnya limbah logam berat. Banyak usaha yang telah dilakukan dalam menangani pencemaran logam berat ini dan pemberian biochar merupakan solusi yang sangat menjanjikan.


Biochar adalah arang hitam berpori hasil dari proses pemanasan biomassa pada keadaan oksigen terbatas atau tanpa oksigen. Biochar memiliki potensi dengan luas permukaan yang besar, morfologi yang sangat porous serta gugus fungsionalnya yang berpotensi untuk mengurangi bioavailabilitas dan pelindian logam berat melalui adsorpsi dan reaksi fisikokimia lainnya dan juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan perbaikan sifat-sifat tanah. Penggunaan biochar dalam jangka panjang tidak mengganggu keseimbangan karbon-nitrogen. Biochar mampu meningkatkan air dan nutrisi tersedia dalam tanah bagi tanaman (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2009).


Tidak hanya itu, biochar juga memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan pH tanah dan KTK (Kapasitas Tukar Kation) tanah, meningkatkan kemampuan tanah merentensi air dan hara, meningkatkan kandungan C-total tanah, memulihkan lingkungan yang tercemar, memiliki kapasitas adsorpsi yang tinggi, biaya rendah, dapat mengurangi laju emisi CO2, memiliki bentuk yang stabil (sulit didekomposisi) dalam tanah, mampu bertahan dalam tanah untuk waktu lama (>400 tahun), dan berfungsi sebagai konservasi karbon serta dapat membentuk habitat yang baik bagi mikroorganisme.


Biochar dapat diproduksi melalui pembakaran tidak sempurna biomassa. Biochar merupakan hasil sampingan dari teknologi pirolisis yang digunakan untuk produksi biofuel dan amonia. Energi dari biomassa dapat menurunkan konsumsi energi fosil dan emisi CO2. Pada tahap pirolisis ini, bahan mengalami proses pirolisis yaitu perekahan dan pemisahan (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil akibat pengaruh temperatur tinggi. Proses ini berlangsung pada temperatur 400áµ’C. Hasil proses pirolisis ini adalah arang/biochar karbon, bio oil dan gas. Produksi bioenergi dari biomassa akan menghasilkan etanol melalui fermentasi mikroba, ekstraksi minyak tanaman, pirolisis, dan gasifikasi biomassa. Dalam konteks bioenergi, pirolisis menjadi penting karena menghasilkan biochar.


Bahan baku biochar tergolong murah dan mudah diperoleh yaitu berupa limbah pertanian terutama yang sulit terdekomposisi dengan rasio C/N tinggi. Bahan baku pembuatan biochar umumnya adalah residu biomassa pertanian atau kehutanan, potongan kayu, tempurung kelapa, bambu, tandan kelapa sawit, tongkol jagung, sekam padi, kulit buah kacang-kacangan, sisa-sisa usaha perkayuan, bahan organik dari sampah kertas, sampah kota,  dan kotoran hewan. Limbah tersebut bila dibakar dalam keadaan oksigen yang rendah atau tanpa oksigen akan dihasilkan 3 substansi, yaitu metana dan hidrogen yang dapat dijadikan bahan bakar, bio-oil yang dapat diperbaharui, dan biochar yang mempunyai sifat stabil dan kaya karbon lebih dari 50% (Bambang, 2012)


Biochar tidak secara umum dapat digunakan pada setiap pencemaran dengan hasil maksimal, kondisi pirolisis juga mempengaruhi kualitas biochar, oleh karena itu pemanfaatan biochar sebagai amandemen untuk remediasi tanah tercemar logam berat harus memperhitungkan jenis logam, jenis biochar dan produksi biochar pada suhunya yang tertentu.


Sumber :

https://thoughts.letslive.shop/knowledge/biochar/ 

Departemen Agroteknologi. 2015. Remediasi Tanah Tercemar Logam Berat Dengan Menggunakan Biochar. Jurnal Pertanian Tropik, 2(1), 31-41. Fakultas Pertanian, USU Medan.

Pratiwi, S. 2021. Karakteristik Biochar pada Beberapa Metode Pembuatan dan Bahan Baku. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(3), Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.

Pratama, B. 2018. Konversi Ampas Tebu Menjadi Biochar dan Karbon Aktif untuk Penyisihan Cr(VI). Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan, 2(1), 7-12, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.

Situmeang, Y. 2020. Biochar Bambu Perbaiki Kualitas Tanah dan Hasil Jagung. Denpasar : Scopindo Media Pustaka.


Share:

[PRESS RELEASE] Kuliah Umum 1 HMTK FT UNS 2023

 KULIAH UMUM I

Kuliah Umum I telah dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Maret 2023 dengan mengambil tema “Renewable Energy : Microbial Fuel Cell sebagai Potensi Penanganan Limbah dan Penghasil Energi Terbarukan”. Acara ini dilaksanakan di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS, dimulai pada pukul 08.15 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB.

Acara dibuka oleh MC yaitu Gracia Wahyu Anjani, kemudian dilanjutkan dengan himbauan mengenai safety induction dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara selanjutnya yaitu sambutan oleh Bayu Akbarul Ikhsan selaku Ketua Pelaksana Kuliah Umum I, Muhammad Ghozy Izzulhaq selaku Ketua Umum HMTK FT UNS, dan Dr. Adrian Nur, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik Kimia FT UNS. Setelahnya MC membacakan tata tertib acara, pembacaan CV pembicara, dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pembicara.

Pembicara pada Kuliah Umum I kali ini yaitu Prof. Dr. Hadiyanto, S.T., M.Sc. yang merupakan Researcher di Biomass and Renewable Energy Group (CBIORE) Departemen Teknik Kimia, Universitas Diponegoro. Beliau memaparkan mengenai Microbial Fuel Cell (MFC), penggunaan potensi energi terbarukan yang melimpah, waste treatment, dan microalgae. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh MC dan diikuti para peserta Kuliah Umum I dengan antusiasme yang tinggi.

Pada akhir acara MC menyampaikan kesimpulan materi yang telah disampaikan oleh pembicara. Setelahnya acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang doorprize dan acara diakhiri dengan dokumentasi dan penutupan oleh MC.

Dengan adanya Kuliah Umum I diharapkan dapat tersampaikannya wawasan mengenai Microbial Fuel Cell sebagai penanganan limbah dan penghasil energi terbarukan, juga meningkatnya minat peserta untuk mengembangkan Microbial Fuel Cell (MFC).





Share:

[PRESS RELEASE] Rapat Kerja Terbuka HMTK FT UNS 2023

 

Rapat Kerja Terbuka HMTK FT UNS 2023



Rapat Kerja Terbuka (RKT) HMTK FT UNS 2023 telah dilaksanakan pada hari Minggu, 5 Maret 2023 di Ruang Kelas 1313 & 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Rapat ini dihadiri 90% pengurus. Tidak hanya pengurus, RKT juga dihadiri oleh anggota HMTK FT UNS maupun demisioner HMTK FT UNS. Acara ini dimulai pada pukul 09.39 WIB oleh pembawa acara, Clarissa Vika Kaulika, dan berakhir pada pukul 17.00 WIB.

Acara ini membahas tentang program kerja masing-masing bidang, mulai dari Sekretaris, Bendahara, Akademis, POSDM, Humas, KWU, Medinfo, PMB, Chem-E-Car, Ecodays, dan yang terakhir adalah pemaparan dari CERC. Di rapat ini, anggota HMTK memberikan masukan, kritik, dan pertanyaan untuk program kerja yang akan dilaksanakan setiap bidang. Pemaparan program kerja tersebut berjalan dengan lancar. 

Dengan dilakukannya RKT ini diharapkan bisa menjadi evaluasi dan pembelajaran untuk kedepannya, juga diharapkan program kerja yang dirancang setiap bidang bisa lebih matang pelaksanaannya, agar keberjalanan organisasi bisa berlangsung lancar dan lebih baik dari periode sebelumnya. 




Share:

[PRESS RELEASE] ARGENTA Edisi 1

 Ketidakstabilan Harga BBM

ARGENTA (Argumen Teknik Kimia) edisi pertama ini mengambil tema ‘Ketidakstabilan Harga BBM’ yang dilakukan melalui wawancara kepada Mahasiswa Teknik Kimia UNS angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022. Angkatan 2019 diwakili oleh Maulana Al Ghifari, 2020 diwakili oleh Harya Muhammad Wijaya, 2021 diwakili oleh Kevin Christian, dan 2022 diwakili oleh Anggun Triastuti Handayani. Dalam ARGENTA kali ini, para responden menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan dengan pendapat yang beragam dan menarik untuk disimak. Berikut ulasan mengenai hasil wawancara yang telah dilakukan. 

Membahas mengenai kenaikan harga BBM dan pengaruhnya, Maulana Al Ghifari berpendapat bahwa kenaikan harga BBM yang signifikan diakibatkan oleh ketidakstabilan politik negara-negara penguasa, seperti Amerika beserta sekutunya yang melakukan embargo (pelarangan ekspor) terhadap Rusia. Hal ini menyebabkan permintaan akan minyak bumi semakin meningkat dan tentu juga akan mempengaruhi harga minyak dunia. Berbicara mengenai pengaruhnya, semua narasumber berpendapat bahwa kenaikan BBM sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Anggun menjelaskan bahwa dampak bagi masyarakat adalah inflasi, harga pangan dan angkutan umum akan naik, dan penurunan daya beli. Kenaikan harga menyulitkan masyarakat karena pengeluarannya bertambah. Harga barang juga naik karena transportasi memerlukan BBM.

Menurut Harya, pemerintah menaikkan harga BBM dikarenakan subsidinya dikurangi. Subsidi BBM itu secara langsung merugikan buat keuangan negara meskipun secara tidak langsung menguntungkan negara. Pandemi juga memberi efek pada Indonesia, seperti pendapatan negara turun karena ekonomi terhambat, pengeluaran naik karena untuk kebutuhan vaksin, alat kesehatan, dan pemulihan ekonomi. Selain pengeluaran, negara juga mengalokasikan dana untuk dana darurat. Pemerintah bisa mengurangi subsidi yang lain dan membiarkan BBM, tetapi di perhitungannya pemerintah mengurangi subsidi BBM itu yang terbaik karena pengguna BBM subsidi lebih banyak pengguna yang non-target. Jadi ini merupakan pilihan yang merugikan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Nah, agar meminimalisir kebocoran atau penyelewengan penyaluran BBM, Kevin berpendapat bahwa cara yang dilakukan pemerintah sudah brilliant yaitu membuat aplikasi My Pertamina. Cukup dengan memaksimalkan fiturnya, keamanan data dan keamanan saat digunakan di SPBU. Menurut Harya, cara ini sudah bagus meskipun praktiknya kurang pas. Di SPBU jangan bermain ponsel. Masyarakat bisa diedukasi mengenai kendaraan apa yang boleh pakai BBM subsidi dan mana yang tidak boleh. Ghifari juga berpendapat bahwa pemerintah juga harus membuat aturan ataupun sistem yang jelas dalam upaya mencegah penimbunan dan penyelewengan BBM yang tidak tepat sasaran. Selain itu, integritas dari pelaku atau pelaksana aturan itu juga sangat penting agar tidak ada lagi penyelewengan BBM yang dapat merugikan negara dan masyarakat.

Sebagai masyarakat terkhusus anak muda, kita harus ikut serta dalam mengatasi ketidakstabilan harga BBM. Anggun berpendapat bahwa dalam skala kecil bisa dimulai dari memakai kendaraan umum, bersepeda, dan berjalan kaki. Selain itu, untuk dampak lebih besar, kita bisa mengembangkan teknologi yang tidak bergantung pada BBM untuk beroperasi. Indonesia perlu mendukung produksi teknologi seperti ini agar kebutuhan untuk BBM negeri ini menurun, sehingga ketidakstabilan harga BBM tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Pendapat dari Kevin dan Ghifari adalah lebih membatasi penggunaan BBM dan bisa beralih ke bahan bakar alternatif seperti listrik, karena sudah banyak kendaraan yang menggunakan tenaga listrik, lebih murah dan efisien. Ghifari juga menambahkan sebagai anak muda seperti kita bisa ikut menyuarakan aspirasi masyarakat kepada pemerintah terkait kebijakan kenaikan BBM. Kita juga  bisa membuat terobosan-terobosan baru, seperti membuat ataupun menggunakan alat yang hemat energi dan menggunakan energi alternatif. Di sisi lain, Harya menghimbau kepada masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.


Share:

[PRESS RELEASE] Wisuda Prodi Periode Februari Teknik Kimia FT UNS 2023

 Wisuda Prodi Periode Februari 2023




Pada hari Jumat, 24 Februari 2023, dilaksanakan Wisuda Prodi Teknik Kimia Periode Februari dari pukul 16.00 s.d. 17.06 WIB secara luring di Ruang Seminar Utama (RSU) Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Peserta yang hadir sebanyak 144 orang yang terdiri oleh 9 wisudawan, 1 dosen, 74 pengurus HMTK FT UNS, dan 62 peserta umum. Acara ini dimoderatori oleh Lomoyono Samosir.

Acara Wisuda Prodi dibuka dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Mars HMTK”. Kemudian dilanjutkan penyampaian sambutan pertama oleh Muhammad Ghozy Izzulhaq selaku Ketua Umum HMTK FT UNS 2023 dan dilanjutkan sambutan kedua dari perwakilan wisudawan, Quratul Aini, S.T. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. selaku perwakilan kaprodi S-1 Teknik Kimia.

Setelah sambutan, acara wisuda prodi memasuki acara inti, yaitu pelepasan wisudawan yang dibantu oleh moderator dan perwakilan kaprodi. Wisudawan Periode Februari 2023 berjumlah 9 orang, yaitu:

  1. Fadhilah Rahmatul Hasanah, S.T.

  2. Adisty Febriana Rahmawati, S.T.

  3. Aditya Surya Pratama, S.T.

  4. Anisa Farah Salsabila, S.T.

  5. Daffa Muhammad Hawari, S.T.

  6. Diah Sri Umpati, S.T.

  7. Firda Dwita Putri, S.T.

  8. Quratul Aini, S.T.

  9. Susanto Budi Yudho Pamungkas, S.T.

Setelah pelepasan wisudawan, dilanjutkan dengan acara persembahan dari Sound of Chemica (SOC) dengan membawakan lagu “Say You Won’t Let Go”. Acara dilanjutkan dengan pemberian kesan dan pesan dari setiap angkatan. Angkatan 2022 diwakilkan Farrel Adrian, angkatan 2021 diwakilkan oleh Muhammad Fiqry Maulana Akbar, dan angkatan 2020 diwakilkan oleh Muhammad Abdul Jamil. Kemudian ada acara penyampaian pesan dan kesan dari wisudawan untuk adik tingkatnya yang disampaikan oleh Diah Sri Umpati, S.T. Acara terakhir yaitu sesi dokumentasi dan penutup dengan membaca doa.

Dilaksanakannya wisuda Prodi Periode Februari 2023 ini bertujuan untuk memberikan sambutan dan apresiasi kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya di Teknik Kimia UNS. 


Share:

[BUTENA #1] 2023 - Green Hydrogen Fuel Cell

 Green Hydrogen Fuel Cell

Agar lebih mudah dalam memahami green hydrogen fuel cell, alangkah baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu green hydrogen fuel dan fuel cell. 

Green hydrogen fuel adalah bahan bakar tanpa emisi yang digunakan bersama oksigen sebagai bahan bakar bagi pembangkitan listrik menggunakan suatu sel elektrokimia. Sel inilah yang disebut green hydrogen fuel cell. Hal yang menonjol dari green hydrogen fuel ini adalah hidrogennya yang berupa green hydrogen, bukan grey hydrogen ataupun blue hydrogen. Alasannya karena hidrogen ini jauh lebih bersih dari emisi daripada keduanya yang terbuat dari bahan bakar fosil.

Sementara itu, fuel cell (sel bahan bakar) adalah sel elektrokimia yang mengubah energi kimia dari reaktan (biasanya hidrogen) dan zat pengoksidasi (biasanya oksigen) menjadi listrik melalui sepasang reaksi redoks. Sel bahan bakar hampir mirip dengan baterai. Perbedaannya ada pada reaktan yang oleh sel bahan bakar dapat diisi terus-menerus, sedangkan dalam baterai energi kimia biasanya berasal dari zat yang sudah ada dalam baterai. Dalam sel bahan bakar, hidrogen merupakan bahan bakar paling ideal karena memiliki energi per satuan berat tertinggi.

Dengan kata lain, green hydrogen fuel cell adalah suatu sel elektrokimia yang mengubah energi kimia dari hidrogen hijau dan oksigen menjadi listrik melalui sepasang reaksi redoks. Hydrogen fuel cell yang lain umumnya memakai bahan bakar hidrogen dari gas alam, biogas, batubara, ataupun minyak bumi. Produksi hidrogen dari energi konvensional yang terus-menerus ini melepaskan lebih banyak CO2 yang akan memperburuk perubahan iklim global. Bahkan, hanya sekitar 4% dari total produksi hidrogen di seluruh dunia yang berbasis elektrolisis air. Hal ini menjadi tantangan besar dalam program dekarbonisasi yang ditetapkan negara-negara di seluruh dunia untuk tahun 2050.

Infografis Perjanjian Paris (sumber: www.wanaswara.com)

Dalam Perjanjian Iklim Paris 2015, dicetuskan sebuah konsep mengenai dekarbonisasi. Tujuannya adalah untuk membatasi pemanasan global jauh di bawah 2°C di atas tingkat pra-industri dan mengejar upaya untuk membatasinya hingga 1,5°C. Kenaikan suhu bumi yang melebihi 1,5°C akan menimbulkan bencana iklim yang dapat mengancam umat manusia. Saat ini saja, yang mana suhu bumi naik 1,2°C, dampaknya kian terasa. Sebagai contoh adanya gelombang panas di negara-negara belahan bumi utara hingga hujan ekstrem yang menyebabkan sebagian besar wilayah Pakistan terendam banjir. Oleh karena itu, negara-negara di dunia harus mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cepat untuk mencapai dunia dengan iklim yang stabil. Dalam hal ini, gkreen hydrogen fuel cell memiliki potensi besar dalam ikut serta mencapai tujuan dekarbonisasi global.

Infografis Cara Kerja Hidrogen Hijau (sumber: www.nyiso.com)

Untuk memproduksi bahan bakar hidrogen hijau, digunakan elektrolisis dari sumber terbarukan yang melibatkan penguraian molekul air menjadi oksigen dan hidrogen. Pada prosesnya, energi listrik akan memecah air menjadi oksigen dan hidrogen dengan elektroda. Air yang digunakan harus mengandung garam dan mineral untuk menghantarkan listrik. Dua elektroda, yaitu hidrogen pada anoda dan oksigen pada katoda direndamse dalam air dan dihubungkan ke sumber listrik arus searah (DC). Disosiasi hidrogen dan oksigen terjadi ketika elektroda menarik ion dengan muatan berlawanan. Reaksi redoks ini terjadi karena pengaruh arus listrik selama proses elektrolisis. 

Setelah didapatkan bahan bakar hidrogennya, green hydrogen fuel cell akan mengubah energi kimia dari hidrogen dan oksigen menjadi listrik. Prinsip kerja hydrogen fuel cell mirip dengan baterai, dimana sebuah sel bahan bakar memiliki kutub anoda (-) serta katoda (+). Hidrogen dialirkan ke kutub anoda yang selanjutnya akan memecah molekul hidrogen menjadi elektron serta ion hidrogen. Aliran elektron pada sirkuit eksternal akan menghasilkan listrik. Sementara itu, ion hidrogen akan bereaksi dengan oksigen yang akan menghasilkan uap air. Produk sampingan dari reaksi ini hanyalah uap air, yang mana menghasilkan sistem yang bersih dan berkelanjutan di mana tidak ada CO₂ yang dilepaskan untuk menghasilkan energi. 

Gambar Reaksi Elektrolisis (sumber: www.iberdrola.com)


Salah satu kelebihan dan kekurangan green hydrogen fuel cell terletak pada bahan bakarnya yang menggunakan hidrogen hijau. Keunggulan menggunakan hidrogen hijau adalah limbah yang dihasilkan hanya berupa air, menggunakan sumber daya alam yang tidak terbatas, dapat disimpan dalam waktu yang lama, dan mudah diangkut karena ringan. 

Jika ditinjau dari bahan bakarnya, green hydrogen fuel cell memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Pertama, hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di alam semesta dan terlepas dari tantangan yang terkait dengan ekstraksinya dari air, hidrogen merupakan sumber energi yang sangat melimpah dan terbarukan. Kedua, hidrogen adalah sumber bahan bakar yang tidak beracun dan oleh karena itu lebih unggul dibandingkan batu bara, gas alam, dan tenaga nuklir yang semuanya berpotensi berbahaya atau sulit diperoleh. Ketiga, hidrogen memiliki kandungan energi tertinggi dari semua bahan bakar biasa menurut beratnya, yaitu sekitar tiga kali (kira-kira 120MJ/kg) dari solar dan LNG serta kepadatan energi volumetrik yang serupa dengan gas alam. Keempat, hidrogen sangat efektif jika dibandingkan sumber energi lainnya. Green hydrogen fuel cell menghasilkan listrik dengan efisiensi 65% jika dibandingkan dengan 33-35% untuk pembakaran konvensional. 

  Selain keempatnya, hidrogen menghasilkan emisi yang hampir nol. Itu artinya dapat mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara. Waktu pengisian daya unit green hydrogen fuel cell jauh lebih cepat dan waktu penggunaannya juga lebih lama daripada baterai. Keunggulan yang terakhir adalah green hydrogen fuel cell tidak menghasilkan polusi suara dan visual.

 Kekurangan green hydrogen fuel cell adalah perlu biaya produksi yang tinggi untuk mengekstraksi bahan bakar hidrogen karena proses elektrolisisnya yang membutuhkan banyak energi. Secara keseluruhan, biaya satu unit green hydrogen fuel cell saat ini lebih besar daripada sumber energi lainnya. Masalah regulasi juga menjadi hambatan yang serius karena tanpa adanya kerangka peraturan yang jelas, proyek komersial akan mengalami kesulitan dalam mencapai keputusan investasi keuangan. Selanjutnya, penyimpanan hidrogen jauh lebih kompleks daripada yang dibutuhkan untuk bahan bakar fosil. Hal ini dikarenakan gas hidrogen mudah terbakar di udara yang tentunya dapat menimbulkan bahaya. Namun, hambatan-hambatan ini dapat diatasi seiring dengan berkembangnya teknologi dan mulai banyaknya adopsi teknologi green hydrogen fuel cell, sehingga akan menarik banyak investor dan biaya produksi juga semakin turun.

Gambar Mobil Listrik dengan Sistem Hydrogen Fuel Cell (sumber: www.gatra.com)

Saat ini, green hydrogen fuel cell sudah banyak digunakan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, Prancis, dan Jerman. Negara lain seperti Jepang, melangkah lebih jauh dan bercita-cita ingin menjadi pelaku ekonomi hidrogen. Di Indonesia, pengembangannya sejalan dengan potensi energi terbarukan yang sangat besar. Hal ini bisa terjadi karena hydrogen fuel cell yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi, seperti pembangkit tenaga listrik, sistem transportasi, dan catu daya portable. Walaupun hanya sedikit fuel cell yang memakai hidrogen hijau, tetapi ada kemungkinan besar akan terus meningkat di tahun 2024 sejalan dengan Perjanjian Paris yang mana negara-negara akan melaporkan secara transparan tindakan yang diambil dan kemajuan dalam mitigasi perubahan iklim, tindakan adaptasi, dan dukungan yang diterima.

Kesimpulannya adalah green hydrogen fuel cell dapat menjadi solusi terbaik untuk masa depan kebutuhan energi global. Green hydrogen fuel cell ini menawarkan sumber daya yang terbarukan dan bersih dari emisi. Tentunya hal ini penting dalam rangka mencapai program dekarbonisasi global. Untuk mencapai hal ini, ada kebutuhan untuk meningkatkan produksi hidrogen terdekarbonisasi dan pembuatan sel bahan bakar, serta mengembangkan kerangka peraturan yang diperlukan untuk secara jelas menentukan model penerapan komersial. Kemajuan teknologi lebih lanjut untuk menurunkan biaya ekstraksi, penyimpanan, dan transportasi yang terkait diharapkan, bersama dengan investasi lebih lanjut dalam infrastruktur untuk mendukungnya.


Sumber:

https://www.esdm.go.id/assets/media/content/content-apa-itu-teknologi-hydrogen-fuel.pdf

https://en.wikipedia.org/wiki/Green_hydrogen

https://www.acciona.com/green-hydrogen/?_adin=02021864894

https://www.iberdrola.com/sustainability/green-hydrogen

https://en.wikipedia.org/wiki/Fuel_cell

https://wuling.id/id/blog/autotips/kenali-teknologi-fuel-cell-pada-mobil-masa-kini

https://www.hydrogen-indonesia.id/green-hydrogen/in-indonesia/overview

https://ebtke.esdm.go.id/post/2022/06/17/3183/dirjen.ebtke.hidrogen.hijau.pilar.utama.dekarbonisasi.industri

https://www.dunia-energi.com/green-hydrogen-jadi-andalan-menuju-dekarbonisasi/

https://www.twi-global.com/technical-knowledge/faqs/what-is-a-hydrogen-fuel-cell

https://unfccc.int/process-and-meetings/the-paris-agreement/the-paris-agreement

https://www.forestdigest.com/detail/2068/dekarbonisasi

Hasan, Achmad. 2007. Aplikasi Sistem Fuel Cell Sebagai Energi Ramah Lingkungan di Sektor Transportasi dan Pembangkit. Jurnal Teknologi Lingkungan, 8(3). Jakarta.

Rosyid, Oo Abdul, dan M.A.M. Oktaufik. 2009. Infrastruktur Hidrogen untuk Aplikasi Fuel Cell dalam Era Ekonomi Hidrogen. Jurnal Ilmiah Teknologi Energi, 1(9). Tangerang.


Share:

[PRESS RELEASE] Pelantikan Pengurus HMTK FT UNS 2023

 PELANTIKAN PENGURUS HMTK 2023

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS pada hari Minggu, 19 Februari 2023 telah menyelenggarakan kegiatan “Pelantikan Pengurus HMTK FT UNS Periode 2023” di Ruang Seminar Utama (RSU) Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Acara ini dihadiri oleh calon pengurus HMTK FT UNS Periode 2023, perwakilan dari Ormawa HMPWK, perwakilan BEM FT UNS, perwakilan DEMA FT UNS, dan demisioner HMTK FT UNS. Acara dibuka oleh MC yaitu Lomoyono Samosir. Lalu dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Arvian Raditya Airlangga selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2022 yang berisi ucapan selamat kepada kepengurusan HMTK Periode 2022 dan juga motivasi untuk kepengurusan HMTK periode 2023.

Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua Umum HMTK periode 2022 (Arvian Raditya Airlangga) kepada Ketua Umum HMTK 2023 (Muhammad Ghozy Izzulhaq). Setelah penyerahan jabatan, dilanjutkan dengan kesan dan pesan oleh Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2022 yang berisi pesan agar para pengurus tetap menjaga semangatnya dari awal hingga akhir kepengurusan. Selanjutnya adalah pelantikan Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2023 oleh Wakil Presiden BEM FT UNS 2023 yaitu Dito Surya Fitrianto. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan SK Pelantikan Pengurus oleh Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2023. Sembari pembacaan SK, para pengurus maju satu persatu ke depan saat pemanggilan nama. Dengan dibacakannya SK Pelantikan Pengurus  ini, maka telah resmi dilantiknya 99 pengurus HMTK FT UNS Periode 2023. Acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan janji pengurus HMTK FT UNS Periode 2023 yang dibacakan oleh Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2023 dan diikuti oleh semua pengurus HMTK FT UNS Periode  2023.

Acara selanjutnya adalah pembacaan berita acara Pelantikan Pengurus HMTK Periode 2023 dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2023. Acara berikutnya adalah pembacaan doa. Pembacaan doa dipimpin oleh Muhammad Parhan. Acara terakhir adalah penutupan dan sesi dokumentasi. 

Dengan dilantiknya pengurus HMTK FT UNS Periode 2023 diharapkan dapat membawa keberlanjutan HMTK lebih baik dan memberi manfaat kepada Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS, mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum. Diharapkan dengan adanya HMTK, dapat menjadi wadah bagi mahasiswa S-1 Teknik Kimia FT UNS dalam menyalurkan minat, bakat, softskill, dan meningkatkan pengalaman berorganisasi. 


Share:

Postingan Populer

Arsip Blog