[PRESS RELEASE] KUNJUNGAN DAN SILATURAHMI 2026 HMTK FT UNS x HIMATEK ITB

Pada hari Sabtu, 4 April 2026 telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 132 peserta, yang terdiri dari 90 orang pengurus HMTK FT UNS, 39 orang pengurus HIMATEK-ITB dan 3 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.43 s.d 13.54 WIB. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC pada pukul 08.43–08.46, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa pada pukul 08.46–08.48. Setelah itu, penayangan video Safety Induction pada pukul 08.48–08.54. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB dan Teknik Kimia UNS pada pukul 08.54–08.58. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari HMTK FT UNS pada pukul 08.58–09.00, serta sambutan dari HIMATEK ITB pada pukul 09.00–09.02. Setelah sesi sambutan, acara berlanjut pada pemaparan “Sekejap Mata dan Kajian 4 Menit” pada pukul 09.02–09.12. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh HMTK FT UNS dan BSO HMTK pada pukul 09.12–09.47, serta presentasi oleh HIMATEK ITB pada pukul 09.47–10.06. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada pukul 10.06–11.36 sebagai wadah diskusi dan pertukaran informasi antar kedua himpunan. Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) pada pukul 11.36–12.36. Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan games pada pukul 12.36–12.56.

Kunjungan dan Silaturahmi HMTK FT UNS x HIMATEK ITB

Pada hari Sabtu, 4 April 2026 telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 132 peserta, yang terdiri dari 90 orang pengurus HMTK FT UNS, 39 orang pengurus HIMATEK-ITB dan 3 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.43 s.d 13.54 WIB.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC pada pukul 08.43–08.46, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa pada pukul 08.46–08.48. Setelah itu, penayangan video Safety Induction pada pukul 08.48–08.54. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB dan Teknik Kimia UNS pada pukul 08.54–08.58.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari HMTK FT UNS pada pukul 08.58–09.00, serta sambutan dari HIMATEK ITB pada pukul 09.00–09.02. Setelah sesi sambutan, acara berlanjut pada pemaparan “Sekejap Mata dan Kajian 4 Menit” pada pukul 09.02–09.12. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh HMTK FT UNS dan BSO HMTK pada pukul 09.12–09.47, serta presentasi oleh HIMATEK ITB pada pukul 09.47–10.06.

Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada pukul 10.06–11.36 sebagai wadah diskusi dan pertukaran informasi antar kedua himpunan.

Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) pada pukul 11.36–12.36. Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan games pada pukul 12.36–12.56.

Setelah itu, dilakukan serah terima cinderamata dan dokumentasi pada pukul 12.56–13.00. Acara kemudian ditutup secara resmi pada pukul 13.00–13.01, dilanjutkan dengan sesi foto bersama di dalam ruangan pada pukul 13.01–13.26. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti campus tour pada pukul 13.26–13.49 dan diakhiri dengan sesi foto bersama di luar ruangan pada pukul 13.49–13.54.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kerja sama dan komunikasi antar himpunan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat dan berkelanjutan di masa mendatang, sehingga tercipta sinergi yang lebih solid dalam menjalani berbagai program ke depan.




Share:

[BUTENA 2] Rekayasa Material Masa Depan: Memanen Emas di Jantung Reaktor Nuklir

Emas adalah salah satu logam mulia yang sangat dikenal oleh manusia sejak zaman dahulu. Dalam ilmu Kimia, emas merupakan unsur kimia yang memiliki simbol Au (dari bahasa Latin aurum) dengan nomor atom 79. Emas ditemukan dalam meteorit, kerak bumi, lautan, matahari, dan semua makhluk hidup yang diperkirakan mengandung sekitar 10¹⁸ ton emas. (sumber: https://doi.org/10.1080/08120099.2025.2498613) Logam ini memiliki warna kuning mengkilap, tidak mudah berkarat, serta sangat mudah ditempa dan dibentuk menjadi berbagai benda. Karena sebagian emas di Bumi berasal dari luar angkasa, sifatnya cenderung stabil. Para ilmuwan percaya bahwa emas terbentuk dari ledakan bintang atau tabrakan bintang neutron miliaran tahun lalu sebelum akhirnya menjadi bagian dari planet Bumi.

Rekayasa Material Masa Depan: Memanen Emas di Jantung Reaktor Nuklir

Emas adalah salah satu logam mulia yang sangat dikenal oleh manusia sejak zaman dahulu. Dalam ilmu Kimia, emas merupakan unsur kimia yang memiliki simbol Au (dari bahasa Latin aurum) dengan nomor atom 79. Emas ditemukan dalam meteorit, kerak bumi, lautan, matahari, dan semua makhluk hidup yang diperkirakan mengandung sekitar 10¹⁸ ton emas. (sumber: https://doi.org/10.1080/08120099.2025.2498613)

Logam ini memiliki warna kuning mengkilap, tidak mudah berkarat, serta sangat mudah ditempa dan dibentuk menjadi berbagai benda. Karena sebagian emas di Bumi berasal dari luar angkasa, sifatnya cenderung stabil. Para ilmuwan percaya bahwa emas terbentuk dari ledakan bintang atau tabrakan bintang neutron miliaran tahun lalu sebelum akhirnya menjadi bagian dari planet Bumi.

Emas diketahui memiliki titik leleh sekitar 1064°C dan titik didih sekitar 2856°C. Titik didih yang tinggi ini menunjukkan bahwa emas memerlukan energi panas yang sangat besar untuk berubah dari fase cair menjadi gas. Sifat ini berkaitan dengan kuatnya ikatan antar atom emas dalam struktur kristalnya. Selain itu, emas juga memiliki konduktivitas listrik dan panas yang baik serta tidak mudah bereaksi dengan oksigen maupun air, sehingga emas tidak mudah berkarat atau mengalami korosi meskipun telah berada di lingkungan terbuka selama waktu yang sangat lama.

Emas yang ada di Bumi sebenarnya tidak terbentuk langsung di dalam planet ini, melainkan berasal dari proses kosmik yang terjadi jauh sebelum Bumi terbentuk. Dalam kajian Astrofisika dan Kimia, para ilmuwan menjelaskan bahwa unsur berat seperti emas terbentuk melalui proses yang disebut Nucleosynthesis, yaitu pembentukan unsur-unsur baru melalui reaksi inti atom di luar angkasa. Salah satu peristiwa utama yang dapat menghasilkan emas adalah Supernova, yaitu ledakan besar dari bintang masif yang telah mencapai akhir siklus hidupnya. Ledakan ini menghasilkan energi yang sangat besar sehingga memungkinkan terbentuknya unsur-unsur berat, termasuk emas.

Apakah Emas Dapat Dibuat Dengan Nuklir?

Dalam fisika nuklir terdapat konsep yang disebut Nuclear Transmutation, yaitu proses mengubah suatu unsur menjadi unsur lain dengan mengubah inti atomnya. Karena unsur kimia ditentukan oleh jumlah proton dalam inti, jika jumlah proton berubah maka unsur tersebut juga berubah. Contohnya, Merkuri (Hg) memiliki 80 proton dan Emas (Au) memiliki 79 proton.

Jika inti merkuri kehilangan satu proton atau mengalami perubahan nuklir tertentu, maka ia dapat berubah menjadi emas. Proses seperti ini hanya bisa terjadi melalui reaksi nuklir berenergi tinggi, misalnya melalui pembombardiran partikel di reaktor nuklir atau akselerator partikel. Eksperimen seperti ini pernah dilakukan dalam skala kecil di laboratorium fisika partikel, namun jumlah emas yang dihasilkan sangat kecil dan tidak ekonomis.

Sejak tahun 1941, para ilmuwan telah mencoba mengubah merkuri menjadi emas melalui metode pembombardiran nuklir dengan menghantam merkuri menggunakan neutron dalam upaya untuk melepaskan proton dari merkuri. Metode ini terbukti berhasil. Namun, ada kelemahan besar yaitu emas yang dihasilkan tidak stabil, karena merupakan isotop radioaktif. Dalam penelitian baru-baru ini, tim tersebut mengusulkan bahwa mereka dapat menggunakan Hg-198, isotop merkuri yang mengandung 118 neutron untuk menghasilkan emas. Meskipun proses di dalam reaktor fusi yang sudah kompleks itu rumit, pada intinya, tujuannya adalah untuk melepaskan neutron dari Hg-198 untuk mengubahnya menjadi Hg-197 (isotop merkuri).

Secara ilmiah memang mungkin membuat emas melalui reaksi nuklir, tetapi penting untuk dipahami bahwa hal ini sangat sulit, mahal, dan belum dilakukan secara praktis dalam skala besar.

Kembali dicoba oleh perusahaan “Marathon Fusion” dengan mengusulkan metode reaktor fusi, yaitu memanfaatkan neutron berenergi tinggi yang dihasilkan dari reaksi fusi untuk menabrak isotop merkuri tertentu.

Reaksi yang diusulkan :

Hg-198 → Hg-197 → Au-197

(Peluruhan dari Hg-197 menjadi emas terjadi dalam waktu sekitar 64 jam)

Menggunakan isotop merkuri Hg-198, lalu neutron dari reaktor fusi menabrak inti tersebut yang membuat inti berubah menjadi Hg-197. Isotop tidak stabil lalu meluruh menjadi Au-197 (Stabil).

Namun, konsep tersebut belum benar-benar dapat dijalankan secara nyata/langsung karena beberapa alasan. Teknologi fusi masih dalam tahap penelitian dan belum menghasilkan listrik secara stabil, proposal dari Marathon Fusion masih berupa simulasi ilmiah dan belum diuji secara eksperimen, emas yang dihasilkan kemungkinan bercampur dengan isotop radioaktif sehingga harus disimpan sekitar 14–18 tahun sampai aman digunakan, eksperimen di akselerator partikel hanya menghasilkan jumlah emas yang sangat kecil (bahkan hanya picogram).

Menurut Marathon Fusion, jika metode ini berhasil secara besar-besaran, mereka memperkirakan sebuah pembangkit fusi berdaya 1 gigawatt bisa menghasilkan hingga beberapa ton emas per tahun sambil tetap menghasilkan listrik.

Secara teori dapat disimpulkan bahwa emas memang dapat direkayasa dengan merkuri dan menjadikannya bahan yang dapat menghemat emas asli yang semakin menipis, tetapi teknologi dan inovasi yang dibuat masih belum memungkinkan untuk diberlakukannya secara industrial serta risiko paparan radioaktif yang berbahaya. Hingga saat artikel ini dibuat, emas yang dibuat dari reaktor nuklir belum dapat dikatakan berhasil dan masih membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyempurnaannya.

Sumber

Reinders, L.J. (2021). What is Nuclear Fusion?. In: Sun in a Bottle?... Pie in the Sky!. Springer, Cham.

https://doi.org/10.1007/978-3-030-74734-3_1

Blair, D. G. (2025). How to make gold. Australian Journal of Earth Sciences, 72(5–6), 603–611.

https://doi.org/10.1080/08120099.2025.2498613

Felton, J. (2025). Marathon Fusion Claims They Have A Method For Transmuting Mercury Into Gold. IFLScience. https://www.iflscience.com/marathon-fusion-claims-they-have-a-method-for-transmuting-mercury-into-gold-80132

Bevan, A. (2025). Company Claims Nuclear Fusion Turns Mercury to Gold. Mirage News. https://www.miragenews.com/company-claims-nuclear-fusion-turns-mercury-to-1503646/





Share:

[PRESS RELEASE] Pelatihan Administrasi HMTK FT UNS 2026

PELATIHAN ADMINISTRASI HMTK 2026

 

image

 

Pada hari Senin, 30 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Administrasi HMTK 2026 yang bertempat di ruang kelas 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 54 pengurus HMTK FT UNS yang terdiri dari ketua pelaksana serta sekretaris dan bendahara program kerja. Kegiatan berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bendahara HMTK mengenai penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan realisasi keuangan, dan materi administrasi lainnya. Setelah itu, materi dilanjutkan oleh Sekretaris HMTK yang menjelaskan alur konsultasi program kerja, prosedur peminjaman ruangan dosen, serta alur administrasi lainnya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri untuk memperjelas hal-hal yang masih menjadi pertanyaan. Selanjutnya, peserta mengikuti kuis melalui Google Form sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Dari kuis tersebut, dipilih dua orang peserta dengan nilai terbaik yang mendapatkan doorprize. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutup pada pukul 20.45 WIB. 

image

Melalui Pelatihan Administrasi HMTK 2026 ini, diharapkan seluruh pengurus dapat lebih memahami alur administrasi yang baik dan benar sehingga dapat mendukung pelaksanaan program kerja secara lebih tertib dan terstruktur.

 

Share:

[PRESS RELEASE] HMTK Care : Bakti Sosial Ramadhan

HMTK Care : Bakti Sosial Ramadhan


    Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS kembali mengadakan kegiatan HMTK Care: Bakti Sosial Ramadhan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja HMTK yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam momentum bulan Ramadhan.

    Kegiatan ini dilaksanakan di RT 01 RW 06 Petoran, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, dengan melibatkan beberapa mahasiswa Teknik Kimia dalam proses penyaluran bantuan. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 paket sembako disalurkan kepada 30 warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

    Setiap paket sembako yang diberikan terdiri dari beras, minyak goreng, gula, sirup, wafer kalengan, dan teh. Total dana yang disalurkan dalam kegiatan ini sebesar Rp 2.645.000 yang digunakan untuk pengadaan seluruh bantuan tersebut.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan mahasiswa Teknik Kimia.

Share:

[PRESS RELEASE] RAPAT KOODINASI HMTK FT UNS 2026

RAPAT KOORDINASI HMTK FT UNS 2026


    Pada hari Kamis, 12 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Ruang 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 89 peserta, yang terdiri dari 87 orang pengurus HMTK FT UNS dan 2 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 19.00 s.d 21.05 WIB. 

    Kegiatan diawali dengan penayangan video Safety Induction. Lalu, dilanjutkan pembukaan oleh MC, yaitu Fiari Aline Shabrina. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Selanjutnya diteruskan acara sesi pembahasan tiap bidang. Rapat Koordinasi dipimpin oleh Muhammad Abil Aqilla selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026. Sesi pertama adalah Sesi Ketua Umum. Pada sesi ini, Ketua Umum HMTK 2026 memaparkan saran dan masukan dari hasil Rapat Kerja Terbuka yang telah dilaksanakan. Selanjutnya, sesi tiap-tiap bidang yang berisi pembahasan mengenai saran dan masukan untuk proker yang akan dijalankan. Sesi Bidang POSDM dilaksanakan pukul 19.38-19.50. Lalu, sesi bidang PMB dilaksanakan pukul 19.50-20.00. Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang PSP pada pukul 20.00-20.08. Kemudian, pada pukul 20.08-20.16 dilanjutkan sesi bidang KWU. Pada pukul 20.16-20.22 dilanjutkan sesi bidang Sekretaris. Lalu, pada pukul 20.22-20.33 dilanjutkan dengan pemaparan bidang Humas. Kemudian, pukul 20.33-20.41 berisi pemaparan bidang Medinfo. Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang dari HMTK yang terakhir yaitu Bendahara pada pukul 20.41-20.43. 

    Setelah sesi dari tiap-tiap bidang di HMTK sudah dipaparkan, dilanjutkan sesi pembahasan terkait BSO. Sesi pertama pada pukul 20.43-20.51 adalah BSO ECODAYS. Kemudian, pada pukul  20.51-21.02 dilanjutkan sesi BSO AIChE UNS SC. Terakhir, acara ditutup dengan sesi dokumentasi. 

    Dengan diselenggarakan Rapat Koordinasi, diharapkan saran dan masukan mengenai proker dan nonproker yang telah disampaikan melalui Rapat Kerja Terbuka dapat dilaksanakan sesuai hasil pembahasan Rapat Koordinasi.

Share:

[PRESS RELEASE] RAPAT KERJA TERBUKA HMTK 2026

Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Terbuka (RKT). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di Ruang Sidang Utama Gedung 3 FT UNS dan daring melalui platform Zoom Meeting. Acara yang berlangsung dari pukul 09.15 hingga 17.10 WIB ini diikuti oleh pengurus, demisioner, dan perwakilan himpunan sebagai tamu undangan. Total peserta yang hadir terdiri atas 89 pengurus inti HMTK FT UNS, 2 perwakilan dari Badan Semi Otonom (BSO) HMTK, serta 28 mahasiswa aktif program studi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Kegiatan diawali dengan pemutaran video Safety Induction sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan bersama, yang berlangsung pada pukul 09.15–09.24 WIB. Acara kemudian resmi dibuka oleh pembawa acara, Olivia Lailatul Zulfa, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars HMTK yang menambah semangat kebersamaan.

RAPAT KERJA TERBUKA HMTK 2026

Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Terbuka (RKT). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di Ruang Sidang Utama Gedung 3 FT UNS dan daring melalui platform Zoom Meeting.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.15 hingga 17.10 WIB ini diikuti oleh pengurus, demisioner, dan perwakilan himpunan sebagai tamu undangan. Total peserta yang hadir terdiri atas 89 pengurus inti HMTK FT UNS, 2 perwakilan dari Badan Semi Otonom (BSO) HMTK, serta 28 mahasiswa aktif program studi S-1 Teknik Kimia FT UNS.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video Safety Induction sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan bersama, yang berlangsung pada pukul 09.15–09.24 WIB. Acara kemudian resmi dibuka oleh pembawa acara, Olivia Lailatul Zulfa, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars HMTK yang menambah semangat kebersamaan.

Inti dari Rapat Kerja Terbuka ini adalah sesi pemaparan dan pembahasan program dari setiap bidang, yang dipimpin langsung oleh Muhammad Abil Aqilla selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026. Sesi pertama dimulai dengan arahan dari Ketua Umum yang memaparkan visi, misi, serta gambaran umum mengenai struktur bidang dan BSO di lingkungan HMTK.

Selanjutnya, sesi tiap-tiap bidang yang berisi pemaparan proker dan nonproker. Sesi Sekretaris dilaksanakan pukul 10.10-11.11. Lalu, sesi Bendahara dilaksanakan pukul 11.11-11.23 Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang PSP pada pukul 11.23-12.10. Kemudian, pada pukul 12.10-12.57 dilanjutkan sesi bidang POSDM. Pada pukul 12.57-13.10 diadakan sesi ISO. Lalu, dilanjutkan kembali pada pukul 13.10-13.57 yaitu pemaparan bidang HUMAS. Kemudian, pukul 13.57-14.41 berisi pemaparan bidang Medinfo. Selanjutnya, sesi KWU pada pukul 14.41-15.32. Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang dari HMTK yang terakhir yaitu PMB pada pukul 15.32-16.27.

Pada setiap sesi, masing-masing bidang memaparkan secara rinci program kerja (proker) dan kegiatan nonproker yang telah direncanakan untuk periode mendatang. Setelah seluruh bidang internal menyelesaikan paparannya, acara dilanjutkan dengan sesi dari Badan Semi Otonom. BSO ECODAYS memaparkan rencananya pada pukul 16.27–16.50 WIB, disusul oleh BSO AIChE yang menyampaikan presentasinya pada pukul 16.50–16.57 WIB.

Setelah sesi dari tiap-tiap bidang di HMTK sudah dipaparkan, dilanjutkan sesi pembahasan terkait BSO. Sesi pertama pada pukul 16.27-16.50 adalah BSO ECODAYS. Kemudian, pada pukul 16.50-16.57 dilanjutkan sesi BSO AIChE. Terakhir, acara ditutup dengan sesi dokumentasi.

Dengan diselenggarakan Rapat Kerja Terbuka, diharapkan dapat menjadi sarana dalam membahas dan menetapkan program kerja, juga sebagai sarana bagi anggota HMTK untuk menyalurkan kritik dan saran terkait program kerja HMTK yang akan berjalan.

Share:

[PRESS RELEASE] SERAH TERIMA JABATAN HMTK FT UNS 2026

Sebanyak 90 pengurus baru HMTK FT UNS resmi menerima jabatan kepengurusan di Ruang Multimedia (RMM) Gedung 4 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret pada Minggu, 1 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh calon pengurus HMTK FT UNS Periode 2026, Sekretaris Jenderal DEMA FT UNS, perwakilan DEMA FT UNS, perwakilan dari Ormawa HMPWK, HMA, HMTE, HMTI, KMTM, perwakilan Ormawa Ajusta Brata, Demisioner HMTK FT UNS, dan Mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS. Pelantikan pengurus baru HMTK FT UNS periode 2026 dibuka oleh Moderator yaitu Berliana Puspita Adhika Putri (Mahasiswa S-1 Teknik Kimia Angkatan 2025) pada pukul 13.10 WIB. Acara dimulai dengan Pemutaran video Safety Induction, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Rangkaian acara selanjutnya adalah sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Dimas Nabil Fii Sabilillah selaku Ketua Umum HMTK FT UNS periode 2025 berupa ucapan selamat kepada kepengurusan HMTK Periode 2026 dan juga motivasi untuk kepengurusan HMTK satu periode kedepan.

SERAH TERIMA JABATAN PENGURUS HMTK FT UNS 2026


Sebanyak 90 pengurus baru HMTK FT UNS resmi menerima jabatan kepengurusan di Ruang Multimedia (RMM) Gedung 4 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret pada Minggu, 1 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh calon pengurus HMTK FT UNS Periode 2026, Sekretaris Jenderal DEMA FT UNS, perwakilan DEMA FT UNS, perwakilan dari Ormawa HMPWK, HMA, HMTE, HMTI, KMTM, perwakilan Ormawa Ajusta Brata, Demisioner HMTK FT UNS, dan Mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS.

Serah terima jabatan pengurus baru HMTK FT UNS periode 2026 dibuka oleh Moderator yaitu Berliana Puspita Adhika Putri (Mahasiswa S-1 Teknik Kimia Angkatan 2025) pada pukul 13.10 WIB. Acara dimulai dengan Pemutaran video Safety Induction, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Rangkaian acara selanjutnya adalah sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Dimas Nabil Fii Sabilillah selaku Ketua Umum HMTK FT UNS periode 2025 berupa ucapan selamat kepada kepengurusan HMTK Periode 2026 dan juga motivasi untuk kepengurusan HMTK satu periode kedepan.


Acara selanjutnya adalah serah terima jabatan dari Dimas Nabil Fii Sabilillah selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2025 kepada Muhammad Abil Aqilla selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026, lalu dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan. Setelah serah terima jabatan, rangkaian acara selanjutnya adalah pelantikan Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026 oleh Sekretaris Jenderal DEMA FT UNS 2026 yaitu Nasywa Iran Bazighah.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan SK Pelantikan Pengurus oleh Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026 (Muhammad Abil Aqilla). Dengan dibacakannya SK Pelantikan Pengurus ini, maka telah resmi dilantiknya 90 pengurus HMTK FT UNS Periode 2026. Rangkaian acara selanjutnya adalah pembacaan sumpah dan janji pengurus HMTK FT UNS Periode 2026 yang dibacakan oleh Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026 dan diikuti oleh semua pengurus HMTK FT UNS Periode 2026.

Acara selanjutnya adalah pembacaan berita acara Serah terima jabatan Pengurus HMTK Periode 2026 dan sambutan oleh Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Agus Dwi Nur Qolis (Mahasiswa S-1 Teknik Kimia Angkatan 2025) dan diakhiri dengan penutupan serta sesi dokumentasi pada pukul 14.00 WIB.

Demisioner dan pengurus baru Bidang Sekretaris dan Bendahara (SEKBEN)


Demisioner dan pengurus baru Bidang Hubungan Masyarakat (HUMAS)


Demisioner dan pengurus baru Bidang Pengembangan Organisasi Sumber Daya Mahasiswa (POSDM)


Demisioner dan pengurus baru Bidang Pengembangan Minat dan Bakat (PMB)


Demisioner dan pengurus baru Bidang Pengembangan Studi dan Pelatihan (PSP)


Demisioner dan pengurus baru Bidang Media dan Informasi (MEDINFO)


Demisioner dan pengurus baru Bidang Kewirausahaan (KWU)


Dengan diserahkannya jabatan pengurus HMTK FT UNS Periode 2026, diharapkan membawa keberlanjutan HMTK yang lebih baik dan memberi manfaat terhadap Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS, mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.

Share:

[PRESS RELEASE] Sarasehan S-1 Teknik Kimia 2026

Sarasehan Teknik Kimia merupakan salah satu program kerja dari bidang Hubungan Masyarakat HMTK FT UNS. Program ini kembali dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 secara hybrid di Ruang Multimedia Gedung 4 FT UNS dan via Zoom meeting. Sarasehan kali ini mengusung tema “Sosialisasi Perkuliahan Semester Genap" dengan pembahasan mengenai persiapan akademik mahasiswa S–1 Teknik Kimia UNS pada semester genap. Materi sarasehan dipaparkan oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. selaku Kepala Prodi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Acara sarasehan dimulai pada pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.15 WIB dengan dihadiri oleh mahasiswa S-1 serta beberapa dosen Teknik Kimia UNS. Jalannya acara dimoderatori oleh Ruben Alberto Mowi (Mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS). Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh moderator, pemutaran video safety induction, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan oleh Ketua HMTK FT UNS (Muhammad Abil Aqilla), dilanjutkan pemaparan materi, sesi penyampaian aspirasi, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi serta penutupan.

Sarasehan S-1 Teknik Kimia 2026

Sarasehan Teknik Kimia merupakan salah satu program kerja dari bidang Hubungan Masyarakat HMTK FT UNS. Program ini kembali dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 secara hybrid di Ruang Multimedia Gedung 4 FT UNS dan via Zoom meeting. Sarasehan kali ini mengusung tema “Sosialisasi Perkuliahan Semester Genap" dengan pembahasan mengenai persiapan akademik mahasiswa S–1 Teknik Kimia UNS pada semester genap. Materi sarasehan dipaparkan oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. selaku Kepala Prodi S-1 Teknik Kimia FT UNS.

Acara sarasehan dimulai pada pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.15 WIB dengan dihadiri oleh mahasiswa S-1 serta beberapa dosen Teknik Kimia UNS. Jalannya acara dimoderatori oleh Ruben Alberto Mowi (Mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS). Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh moderator, pemutaran video safety induction, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan oleh Ketua HMTK FT UNS (Muhammad Abil Aqilla), dilanjutkan pemaparan materi, sesi penyampaian aspirasi, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi serta penutupan.

Materi yang disampaikan oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. mengenai informasi berkaitan dengan evaluasi akademik, sistem KRS, dan perkuliahan. Pemaparan materi oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. dibuka dengan evaluasi akademik yang menyoroti tingginya angka mahasiswa yang terhambat lulus.

Hambatan ini dipicu oleh dua faktor. Pertama, lemahnya kemampuan pemahaman sains dasar akibat kurikulum Merdeka Belajar yang tidak mewajibkan materi tingkat lanjut, seperti Matematika Lanjut, Fisika Lanjut, atau Kimia Lanjut. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa kewalahan menghadapi materi teknik seperti Kalkulus dan Integral. Kedua, penerapan sanksi tegas atas kecurangan akademik berupa pemberian nilai E, sehingga mahasiswa harus mengulang mata kuliah tersebut.

Terkait sistem KRS, mahasiswa mengambil mata kuliah yang diinputkan di Siakad masing-masing. Mahasiswa juga diwajibkan untuk melakukan konsultasi KRS dengan dosen PA secara offline pada rentang tanggal 18-20 Februari 2026. Setelah mendapatkan tanda tangan dosen PA, lembar KRS wajib dipindai dan dikirim ke link yang telah disediakan sesuai angkatan masing-masing. Pengumpulan KRS secara fisik untuk proses pengecapan hanya dilakukan jika mahasiswa memiliki keperluan khusus yang mensyaratkan hal tersebut, misalnya sebagai syarat pemberkasan ujian.

Mengenai teknis pengambilan mata kuliah, mahasiswa diimbau untuk meneliti kembali tabel ekuivalensi guna memastikan tidak ada mata kuliah yang terlewat. Mahasiswa juga diwajibkan memilih kelas secara konsisten, jika tidak konsisten tidak akan divalidasi oleh dosen PA. Untuk mata kuliah Metode Numeris dan Menggambar Teknik, di mana mahasiswa wajib mengambil kelas sesuai kelas asalnya, sedangkan sisanya akan dialokasikan ke kelas D. Pembagian kelas praktikum juga diatur secara spesifik. Kelas A mengambil kelas A atau D, kelas B mengambil kelas B atau E, dan kelas C mengambil kelas C atau F.
Untuk memperkuat kemampuan matematika, fisika, dan kimia, Prodi akan mengadakan program asistensi latihan soal. Perekrutan asisten mata kuliah dan praktikum pun dibuka dengan benefit honor dan sertifikat. Adapun mata kuliah intensif untuk semester 2 meliputi Kimia Fisika, Persamaan Diferensial, dan Kimia Analisis. Sedangkan untuk semester 4, mata kuliah intensifnya meliputi Metode Numeris, OTM, Evaporasi dan Kristalisasi, Penanganan Bahan Padat, serta Kinetika Reaksi.

Untuk mahasiswa semester 8, wajib mengikuti penyeliaan dan Engineering Ethics sebagai syarat pendadaran. Kaprodi juga mengingatkan bahwa target progres pengerjaan Tugas Akhir (TA) adalah 80%.

Kaprodi juga menghimbau bahwa batas pengerjaan Laporan Kerja Praktek (KP) adalah maksimal 6 bulan. Jika pengerjaan melebihi batas waktu tersebut, mahasiswa hanya akan mendapatkan nilai maksimal C atau diminta KP ulang. Sementara itu, durasi penelitian diusahakan maksimal 1 tahun dengan tahap akhir berupa Presentasi Hasil Penelitian di akhir semester 7. Presentasi dapat digantikan dengan menunjukkan bukti keikutsertaan dalam seminar Nasional atau Internasional, juga dapat dengan menunjukkan bukti submit artikel ke jurnal. Adapun syarat pengambilan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah minimal telah menempuh atau lulus 84 SKS.

Dalam rangka menyongsong penerapan akreditasi internasional LAM TEKNIK, Kaprodi menyampaikan bahwa penguasaan basic science harus lebih ditekankan. Beliau juga menyampaikan bahwa akreditasi ini bertujuan mencetak lulusan profesional yang tidak hanya cakap dalam merancang eksperimen dan desain teknik, tetapi juga memiliki etika profesi, kemampuan problem solving, serta jiwa kewirausahaan. Untuk menjamin tercapainya seluruh Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) diterapkan sistem penilaian berbasis Outcome Based Education (OBE). Dalam sistem ini, setiap komponen CPL pada mata kuliah wajib mencapai nilai minimal 60. Jika terdapat satu CPL saja yang tidak memenuhi standar tersebut, maka mahasiswa akan otomatis mendapatkan nilai E pada mata kuliah yang bersangkutan.

Dengan adanya sarasehan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih efektif antara program studi dan mahasiswa, serta terwujudnya perbaikan di Teknik Kimia FT UNS melalui adanya penyampaian aspirasi, kritik, dan saran dari mahasiswa.


Share:

[BUTENA 1] Aurora: Lukisan Alam dari Interaksi Matahari dan Bumi

Aurora merupakan fenomena alam berupa tampilan cahaya alami yang berkilauan di langit dan muncul akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan atom dan molekul gas di atmosfer Bumi. Ketika partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan gas-gas atmosfer, energi yang dilepaskan akan tampak sebagai pancaran cahaya berwarna-warni yang menghiasi langit, terutama pada saat malam hari. Fenomena ini dikenal dengan aurora borealis atau northern lights ketika terjadi di wilayah Kutub Utara, serta aurora australis atau southern lights di wilayah Kutub Selatan. Aurora borealis dapat diamati di beberapa negara lintang tinggi di belahan Bumi utara, seperti Norwegia, Finlandia, Alaska, dan Kanada. Sementara itu, aurora australis dapat disaksikan di wilayah belahan Bumi selatan, seperti Selandia Baru, Tasmania, dan Antartika.

Aurora: Lukisan Alam dari Interaksi Matahari dan Bumi

Aurora merupakan fenomena alam berupa tampilan cahaya alami yang berkilauan di langit dan muncul akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan atom dan molekul gas di atmosfer Bumi. Ketika partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan gas-gas atmosfer, energi yang dilepaskan akan tampak sebagai pancaran cahaya berwarna-warni yang menghiasi langit, terutama pada saat malam hari.

Fenomena ini dikenal dengan aurora borealis atau northern lights ketika terjadi di wilayah Kutub Utara, serta aurora australis atau southern lights di wilayah Kutub Selatan. Aurora borealis dapat diamati di beberapa negara lintang tinggi di belahan Bumi utara, seperti Norwegia, Finlandia, Alaska, dan Kanada. Sementara itu, aurora australis dapat disaksikan di wilayah belahan Bumi selatan, seperti Selandia Baru, Tasmania, dan Antartika.

Secara ilmiah, aurora terjadi akibat interaksi antara partikel bermuatan berenergi tinggi yang dilepaskan matahari melalui angin matahari dengan medan magnet Bumi. Energi dari partikel-partikel tersebut terakumulasi dan kemudian dilepaskan ke atmosfer, memicu tumbukan dengan atom serta molekul gas yang menghasilkan cahaya berwarna-warni di langit.


Proses Terbentuknya Aurora

1. Matahari memancarkan partikel bermuatan (angin Matahari)

Proses aurora dimulai ketika matahari memancarkan partikel bermuatan yang dikenal sebagai angin matahari. Angin matahari ini terdiri dari partikel-partikel seperti elektron dan proton yang dilepaskan secara terus-menerus. Saat matahari berada dalam fase aktivitas tinggi, seperti terjadinya ledakan matahari atau Coronal Mass Ejections (CME), jumlah partikel yang dilepaskan dapat meningkat secara signifikan.

2. Partikel mencapai medan magnet Bumi dan diarahkan menuju kutub

Ketika angin matahari bergerak menuju Bumi, partikel-partikel bermuatan tersebut akan bertemu dengan medan magnet Bumi, yang berfungsi sebagai pelindung dari radiasi kosmik. Medan magnet ini tidak hanya melindungi Bumi, tetapi juga mengarahkan sebagian besar partikel bermuatan menuju kutub magnetik utara dan selatan, tempat terjadinya interaksi lanjutan.

3. Partikel menabrak gas atmosfer atas

Setelah memasuki atmosfer Bumi, partikel-partikel bermuatan ini akan bertumbukan dengan molekul-molekul gas di atmosfer, terutama oksigen dan nitrogen. Tumbukan tersebut menyebabkan molekul gas berada dalam kondisi tereksitasi atau berenergi tinggi.

4. Energi dilepaskan sebagai cahaya warna-warni aurora

Ketika molekul-molekul gas yang tereksitasi kembali ke kondisi stabil, energi yang tersimpan akan dilepaskan dalam bentuk cahaya tampak. Cahaya inilah yang terlihat sebagai aurora dengan berbagai warna yang khas.

Salah satu daya tarik utama aurora adalah warna-warna cahaya yang menghiasi langit malam, mulai dari hijau, merah, biru, hingga ungu dan merah muda. Warna-warna tersebut tidak muncul secara acak, melainkan merupakan hasil dari proses fisika yang terjadi di atmosfer Bumi. Perbedaan warna aurora dipengaruhi oleh jenis gas yang berinteraksi serta ketinggian tempat terjadinya tumbukan partikel bermuatan dari matahari.

Pada ketinggian di atas 200 kilometer, aurora umumnya tampak berwarna merah, yang berasal dari atom oksigen pada lapisan atmosfer atas. Sementara itu, warna hijau, yang merupakan warna aurora paling umum, muncul pada ketinggian sekitar 100–200 kilometer dan juga dihasilkan oleh oksigen yang menerima energi dari partikel berenergi tinggi.

Selain oksigen, gas nitrogen turut berperan dalam menghasilkan variasi warna aurora. Nitrogen yang tereksitasi pada ketinggian 100–200 kilometer dapat memancarkan warna biru, sedangkan pada ketinggian yang lebih rendah, yaitu di bawah 100 kilometer, nitrogen menghasilkan warna merah muda hingga keunguan. Perbedaan ketinggian ini mempengaruhi energi tumbukan dan jenis emisi cahaya, sehingga aurora seringkali tampak sebagai perpaduan beberapa warna sekaligus, menciptakan tampilan cahaya langit yang kompleks dan dinamis.

Mengapa Aurora Tidak Muncul di Indonesia?

Sayangnya, keindahan aurora tidak dapat dinikmati dari semua penjuru dunia. Letak geografis dan sistem medan magnet Bumi memainkan peran penting dalam menentukan wilayah tempat fenomena cahaya langit ini dapat muncul.

Aurora tidak muncul di langit Indonesia karena pengaruh medan magnet Bumi yang paling kuat berada di wilayah ekuator. Medan magnet Bumi berbentuk menyerupai apel, dengan lapisan perlindungan magnetik yang lebih tebal di sekitar garis khatulistiwa. Kondisi ini menyebabkan partikel bermuatan dari matahari sulit menembus atmosfer di wilayah ekuator, sehingga tidak terjadi interaksi dengan gas-gas atmosfer yang dapat memicu kemunculan aurora.

Akibatnya, fenomena aurora hanya dapat diamati di wilayah lintang tinggi yang berada lebih dekat dengan kutub magnetik utara dan selatan, sementara wilayah tropis seperti Indonesia tidak pernah mengalami fenomena cahaya langit tersebut.


Sumber :

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). (2024, 15 Mei). Aurora, kilau cantik akibat badai geomagnet ekstrim.

https://www.brin.go.id/news/118585/aurora-kilau-cantik-akibat-badai-geomagnet-ekstrim

Fahum UMSU. (2024, 22 November). Proses Terjadinya Aurora: Fenomena Alam yang Memukau dan Penuh Misteri.

https://fahum.umsu.ac.id/blog/proses-terjadinya-aurora-fenomena-alam-yang-memukau-dan-penuh-misteri/

NASA Science. (2025, 4 Februari). Auroras. https://science.nasa.gov/sun/auroras/

National Geographic Society. (2023, 19 Oktober). Aurora. https://education.nationalgeographic.org/resource/aurora/

Share:

Postingan Populer

Arsip Blog