[PRESS RELEASE] KULIAH UMUM PSP 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu Kuliah Umum HMTK 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Sri Darmastuti, S.T. dan Danu Nugroho, S.T., M.Eng., yang membahas mengenai process safety serta penerapan sistem keselamatan dan operasional pada industri migas offshore. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa Teknik Kimia mengenai pentingnya keselamatan proses industri serta gambaran nyata dunia kerja di sektor minyak dan gas.

KULIAH UMUM PSP 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu Kuliah Umum HMTK 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Sri Darmastuti, S.T. dan Danu Nugroho, S.T., M.Eng., yang membahas mengenai process safety serta penerapan sistem keselamatan dan operasional pada industri migas offshore. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa Teknik Kimia mengenai pentingnya keselamatan proses industri serta gambaran nyata dunia kerja di sektor minyak dan gas.

Pada sesi pertama, Sri Darmastuti, S.T. memaparkan materi mengenai process safety dan manajemen risiko pada industri proses. Materi diawali dengan pembahasan berbagai kecelakaan industri berskala besar seperti kebakaran di Pertamina Balongan dan tragedi gas Bhopal di India yang menjadi contoh nyata pentingnya penerapan sistem keselamatan dalam industri. Dijelaskan bahwa kecelakaan proses tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta korban jiwa di area sekitar industri. Dalam pemaparannya, dijelaskan berbagai istilah penting seperti hazard sebagai sumber bahaya, threat sebagai ancaman, risk sebagai risiko, serta consequence atau impact sebagai dampak yang ditimbulkan. Salah satu contoh hazard yang dibahas adalah Methyl Isocyanate (MIC), zat beracun yang terlibat dalam tragedi Bhopal akibat kebocoran gas dari pabrik pestisida yang berada dekat pemukiman warga. Kegagalan safety barriers seperti tidak berfungsinya cooling system, tidak diterapkannya prevention barrier dengan baik, hingga sirine peringatan yang tidak dinyalakan menjadi faktor utama besarnya dampak tragedi tersebut.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai berbagai jenis kecelakaan proses seperti Vapor Cloud Explosion (VCE) dan BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion). Selain itu, dijelaskan pula bahwa seorang engineer harus mampu mempertimbangkan aspek perlindungan peralatan, pengendalian proses, serta management of change (MOC) agar perubahan pada sistem maupun peralatan tidak meningkatkan potensi kecelakaan.

Dalam penerapan process safety, risk management menjadi bagian yang sangat penting. Proses ini dilakukan melalui identifikasi risiko, penerapan control menggunakan barrier, serta monitoring secara berkelanjutan. Pemateri juga menjelaskan berbagai metode analisis risiko yang umum digunakan di industri, seperti What If Analysis, HAZID, HAZOP, Checklist, hingga Quantitative Risk Assessment (QRA). Metode-metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi safeguards, serta mengukur tingkat risiko baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Selain itu, dibahas pula mengenai perbedaan occupational safety dan process safety. Occupational safety lebih berfokus pada keselamatan individu pekerja, sedangkan process safety menitikberatkan pada pencegahan kecelakaan besar dalam sistem proses industri. Dalam praktiknya, penerapan keselamatan tidak hanya mengandalkan satu sistem proteksi, tetapi menggunakan konsep multilayer protection dan Safety Integrity Level (SIL) untuk memastikan keandalan sistem keselamatan.

Pemateri juga menjelaskan berbagai konsep penting lain seperti Loss of Primary Containment (LOPC), safeguard system yang meliputi prevention, detection, control, mitigation, dan recovery, hingga pentingnya mechanical integrity dan Pre-Startup Safety Review (PSSR) sebelum fasilitas dioperasikan. Selain itu, dijelaskan bahwa dalam perancangan pabrik, aspek safety harus menjadi prioritas utama mulai dari pemilihan material, desain tekanan operasi, hingga sistem proteksi terhadap overpressure maupun underpressure.

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi process safety di industri. Diskusi membahas penggunaan metode kuantitatif dalam analisis risiko, penerapan AI pada occupational safety, standar pelaksanaan HAZOP, hingga sistem proteksi kebakaran di industri migas. Selain itu, pemateri juga memberikan berbagai tips bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri, seperti pentingnya menjaga fit to work, mengikuti sertifikasi pendukung seperti K3 Migas, serta aktif dalam kegiatan organisasi untuk meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi.

Memasuki sesi kedua, Danu Nugroho, S.T., M.Eng. memaparkan materi mengenai operasi offshore dan well intervention pada industri minyak dan gas. Dijelaskan bahwa well intervention dilakukan untuk menjaga performa produksi sumur agar tetap optimal. Area kerja offshore mencakup berbagai platform di laut seperti Sisi Nubi, Bekapai, South Mahakam, dan Peciko yang beroperasi menggunakan kapal maupun barge khusus. Dalam operasional offshore, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Permit to Work (PTW) menjadi salah satu prosedur penting yang wajib diterapkan sebelum pekerjaan dilakukan. Selain itu, platform offshore juga dilengkapi berbagai safety system seperti APAR khusus, water sprinkler, life raft, CO₂ system, fire pump, hingga emergency response system untuk mengantisipasi potensi kebakaran maupun kebocoran gas.

Pemateri juga menjelaskan berbagai jenis peralatan dan fasilitas yang terdapat di platform offshore, mulai dari boat landing, cellar deck, mezzanine, hingga upper weather deck. Pada area tersebut terdapat berbagai sistem seperti pig launcher, gas lift scrubber, booster compressor, generator, hingga X-mas tree yang berfungsi mendukung proses produksi minyak dan gas. Selain itu, dijelaskan pula bahwa beberapa platform telah menggunakan solar panel sebagai supporting system untuk menjaga suplai daya pada safety system apabila genset mengalami gangguan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai sistem kerja offshore yang berlangsung selama 24 jam menggunakan shift siang dan malam dengan pola kerja 14 hari on dan 14 hari off. Pemateri juga menjelaskan berbagai jenis kompetensi dan sertifikasi yang diperlukan di industri offshore, seperti Basic Safety Training, well control, ANT, ATT, serta berbagai sertifikasi nasional maupun internasional lainnya.

Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses produksi offshore, pengeboran minyak, proses sementing, hingga pengolahan dry gas dan wet gas. Dijelaskan bahwa proses produksi dilakukan langsung di area offshore menggunakan instalasi dan jalur pipa bawah laut yang mengalirkan hasil produksi menuju darat. Dalam proses pengeboran digunakan water based mud dengan treatment tertentu untuk mencapai specific gravity yang dibutuhkan selama operasi.

Diskusi juga membahas tantangan pengolahan cadangan gas dengan kandungan CO₂ tinggi seperti di Natuna Timur, penggunaan solar panel di platform offshore, hingga peran services company seperti Halliburton, SLB, dan El Nusa dalam kegiatan drilling maupun cementing. Selain itu, dijelaskan pula mengenai penggunaan Blowout Preventer (BOP), sistem kontrol tekanan tinggi hingga 5000 psi, serta pentingnya pengujian berkala untuk mencegah potensi kebocoran gas pada operasi pengeboran.

Dengan diadakannya Kuliah Umum HMTK 2026 ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia UNS dapat memahami pentingnya penerapan process safety dalam industri proses serta memperoleh gambaran nyata mengenai sistem operasional dan keselamatan kerja pada industri migas offshore. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa terkait tantangan dunia industri sekaligus mempersiapkan mereka untuk menghadapi lingkungan kerja profesional yang menuntut kompetensi teknis, kemampuan problem solving, dan kesadaran keselamatan yang tinggi.


Share:

[PRESS RELEASE] CHEMICAL SPORTS LEAGUE 2026

Chemical Sports League (CSL) adalah program yang diselenggarakan oleh bidang Pengembangan Minat dan Bakat setiap tahunnya. Pada tahun 2026, CSL diselenggarakan 5 hari pada tanggal 2-3 Mei dan dilanjut tanggal 7-9 Mei. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS dari angkatan 2022 hingga 2025 yang turut memeriahkan seluruh rangkaian pertandingan. CSL 2026 dibuka secara resmi pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Lapangan Futsal Kencana, Jebres. Acara diawali dengan pembukaan oleh satu perwakilan dari Divisi Acara, Ketua Pelaksana, dan Ketua HMTK. Berlanjut dengan babak penyisihan Futsal dan mendapat antusias tinggi dari mahasiswa yang mendukung tim masing-masing angkatan. Pada hari Minggu, 3 Mei 2026, diadakan pertandingan basket di Lapangan Fakultas Teknik UNS dan e-sport Mobile Legends Bang Bang di ruang kelas 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik UNS. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, pertandingan cabang futsal kembali diadakan di Lapangan Fakultas Teknik UNS dengan agenda Semifinal dan Final. Pada hari Jumat, 8 Mei 2026, diadakan pertandingan voli pada babak penyisihan di Lapangan Voli Randusari. Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 diadakan pertandingan bulu tangkis dari babak penyisihan hingga final, mencakup kategori ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran di GOR Kartini, Palur, lalu rangkaian acara ditutup dengan semifinal dan final voli pada malam harinya di Lapangan Voli Randusari.

CHEMICAL SPORTS LEAGUE 2026

Chemical Sports League (CSL) adalah program yang diselenggarakan oleh bidang Pengembangan Minat dan Bakat setiap tahunnya. Pada tahun  2026, CSL diselenggarakan 5 hari pada tanggal 2-3 Mei dan dilanjut tanggal 7-9 Mei. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS dari angkatan 2022 hingga 2025 yang turut memeriahkan seluruh rangkaian pertandingan.

CSL 2026 dibuka secara resmi pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Lapangan Futsal Kencana, Jebres. Acara diawali dengan pembukaan oleh satu perwakilan dari Divisi Acara, Ketua Pelaksana, dan Ketua HMTK. Berlanjut dengan babak penyisihan Futsal dan mendapat antusias tinggi dari mahasiswa yang mendukung tim masing-masing angkatan. Pada hari Minggu, 3 Mei 2026, diadakan pertandingan basket di Lapangan Fakultas Teknik UNS dan e-sport Mobile Legends Bang Bang di ruang kelas 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik UNS. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, pertandingan cabang futsal kembali diadakan di Lapangan Fakultas Teknik UNS dengan agenda Semifinal dan Final. Pada hari Jumat, 8 Mei 2026, diadakan pertandingan voli pada babak penyisihan di Lapangan Voli Randusari. Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 diadakan pertandingan bulu tangkis dari babak penyisihan hingga final, mencakup kategori ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran di GOR Kartini, Palur, lalu rangkaian acara ditutup dengan semifinal dan final voli pada malam harinya di Lapangan Voli Randusari.

Dalam ajang Chemical Sport League (CSL) 2026, cabang futsal berhasil dimenangkan oleh tim Alelopati (Teknik Kimia angkatan 2022) sebagai juara pertama, disusul oleh Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024) di posisi kedua. Pada cabang voli, Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024) berhasil meraih juara satu, sementara posisi runner-up ditempati oleh Excelsior (Teknik Kimia angkatan 2023). Untuk cabang basket, juara pertama diraih oleh Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024), diikuti oleh Excelsior (Teknik Kimia angkatan 2023) di peringkat kedua, dan Covalence (Teknik Kimia angkatan 2025) sebagai juara ketiga. Di cabang bulu tangkis ganda putra, pasangan Dafiq Alghifari Naryanto dan Edrick Valentinus (Teknik Kimia angkatan 2022) berhasil menjadi juara, dengan posisi kedua ditempati oleh Muhammad Afrizal dan Raditya Danu Bawono (Teknik Kimia angkatan 2023). Pada nomor ganda putri, Hafia Dhea Khinanti berpasangan dengan Nabila Eka Putri Andani (Teknik Kimia angkatan 2024) berhasil meraih juara satu, diikuti oleh Rafa Widi Fauzia dan Nathasya Putri Ananda Lukman (Teknik Kimia angkatan 2024) sebagai juara dua. Terakhir, di nomor ganda campuran, pasangan Muhammad Iqbal Abdillah dan Theresia Yunita Lim (Teknik Kimia angkatan 2023) berhasil memenangkan juara pertama, sementara Steven Gerald Putra Martha Samosir dan Hafia Dhea Khinanti (Teknik Kimia angkatan 2024) meraih posisi kedua.

Setelah semua pertandingan selesai, dilanjutkan dengan pengumuman juara kompetisi, diumumkan pula penghargaan seperti Top Score yang diraih oleh Ridho Tri Widodo (Teknik Kimia angkatan 2025) dan Juara Umum yang dimenangkan oleh Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024). Setelah itu, dilanjutkan dengan penutup oleh kesan-pesan singkat dari ketua panitia dan ketua HMTK FT UNS 2026.




Share:

[PRESS RELEASE] SOSIALISASI TUGAS AKHIR 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret kembali menyelenggarakan salah satu program kerja dari bidang Pengembangan Studi dan Pelatihan, yaitu Sosialisasi Tugas Akhir 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik UNS sebagai bentuk pembekalan awal bagi mahasiswa yang akan memasuki tahap Tugas Akhir. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. dan Jordan Jeremia, S.T., yang membahas secara menyeluruh mengenai alur, teknis, hingga gambaran nyata dalam mengerjakan Tugas Akhir, khususnya pada skema Praperancangan Pabrik Kimia (PPK). Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntun untuk memahami bahwa Tugas Akhir bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga proses penting yang menjadi jembatan menuju dunia profesional.

SOSIALISASI TUGAS AKHIR 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret kembali menyelenggarakan salah satu program kerja dari bidang Pengembangan Studi dan Pelatihan, yaitu Sosialisasi Tugas Akhir 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik UNS sebagai bentuk pembekalan awal bagi mahasiswa yang akan memasuki tahap Tugas Akhir.

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. dan Jordan Jeremia, S.T., yang membahas secara menyeluruh mengenai alur, teknis, hingga gambaran nyata dalam mengerjakan Tugas Akhir, khususnya pada skema Praperancangan Pabrik Kimia (PPK). Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntun untuk memahami bahwa Tugas Akhir bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga proses penting yang menjadi jembatan menuju dunia profesional.

Sesi pertama disampaikan materi oleh Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. yang menjelaskan gambaran umum Tugas Akhir sebagai tahap integratif yang menggabungkan seluruh ilmu yang telah dipelajari sejak semester awal. Beliau menekankan bahwa mahasiswa dapat mulai mengambil Tugas Akhir setelah memenuhi persyaratan akademik yang ditentukan, sehingga persiapan perlu dilakukan sejak lebih awal. Mahasiswa disarankan mulai memikirkan ide judul sejak semester 6, melanjutkan dengan penyusunan proposal di semester 7, hingga akhirnya memasuki tahap pengerjaan pada semester 8.

Selain itu, beliau juga memaparkan mekanisme pengajuan judul serta pembentukan tim. Mahasiswa dapat mengerjakan Tugas Akhir secara individu maupun berkelompok dengan maksimal dua orang. Dalam proses ini, pemilihan judul menjadi salah satu tahapan penting karena harus mempertimbangkan kelayakan, baik dari sisi teknis maupun ekonomi. Hal ini menjadi penentu apakah suatu rancangan dapat dilanjutkan atau perlu diperbaiki sejak awal.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Jordan Jeremia, S.T. yang memaparkan aspek teknis dalam pengerjaan Tugas Akhir, khususnya pada Perancangan Pabrik Kimia. Proses pengerjaan dimulai dari penentuan kapasitas pabrik, dilanjutkan dengan pemilihan reaksi, serta perhitungan neraca massa dan energi. Tahapan ini kemudian berkembang ke proses perancangan alat, baik peralatan utama maupun pendukung, hingga penyusunan sistem utilitas dan pengolahan limbah.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa dalam proses pengerjaan Tugas Akhir, mahasiswa akan banyak menggunakan berbagai tools pendukung seperti Microsoft Excel, Matlab, Aspen Hysys, AutoCAD, dan Visio. Penguasaan tools ini menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang ketepatan perhitungan serta visualisasi desain yang dihasilkan.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa selama proses pengerjaan Tugas Akhir. Konsistensi dalam berprogres, kemampuan mengatur waktu, serta komunikasi dengan dosen pembimbing dan partner menjadi faktor penting yang sangat mempengaruhi kelancaran proses. Rasa jenuh, perbedaan pendapat, hingga penurunan motivasi merupakan hal yang wajar terjadi, namun tetap perlu dihadapi dengan komitmen dan manajemen diri yang baik.

Melalui sesi diskusi, mahasiswa juga mendapatkan gambaran bahwa tidak semua judul yang diajukan akan langsung disetujui. Terdapat berbagai pertimbangan, terutama dari sisi kelayakan perhitungan, yang menentukan apakah suatu rancangan dapat dilanjutkan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam proses perancangan, ketelitian dan logika berpikir menjadi hal yang sangat penting.

Dengan diadakannya kegiatan Sosialisasi Tugas Akhir ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret dapat memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai alur dan strategi penyelesaian Tugas Akhir, sehingga lebih siap dalam menghadapi setiap prosesnya. Melalui persiapan yang matang, komunikasi yang efektif, serta konsistensi dalam berprogres, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan Tugas Akhir secara optimal dan tepat waktu, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di dunia profesional sebagai seorang engineer.



Share:

[PRESS RELEASE] KUNJUNGAN DAN SILATURAHMI 2026 HMTK FT UNS x HIMATEK ITB

Pada hari Sabtu, 4 April 2026 telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 132 peserta, yang terdiri dari 90 orang pengurus HMTK FT UNS, 39 orang pengurus HIMATEK-ITB dan 3 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.43 s.d 13.54 WIB. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC pada pukul 08.43–08.46, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa pada pukul 08.46–08.48. Setelah itu, penayangan video Safety Induction pada pukul 08.48–08.54. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB dan Teknik Kimia UNS pada pukul 08.54–08.58. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari HMTK FT UNS pada pukul 08.58–09.00, serta sambutan dari HIMATEK ITB pada pukul 09.00–09.02. Setelah sesi sambutan, acara berlanjut pada pemaparan “Sekejap Mata dan Kajian 4 Menit” pada pukul 09.02–09.12. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh HMTK FT UNS dan BSO HMTK pada pukul 09.12–09.47, serta presentasi oleh HIMATEK ITB pada pukul 09.47–10.06. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada pukul 10.06–11.36 sebagai wadah diskusi dan pertukaran informasi antar kedua himpunan. Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) pada pukul 11.36–12.36. Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan games pada pukul 12.36–12.56.

Kunjungan dan Silaturahmi HMTK FT UNS x HIMATEK ITB

Pada hari Sabtu, 4 April 2026 telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 132 peserta, yang terdiri dari 90 orang pengurus HMTK FT UNS, 39 orang pengurus HIMATEK-ITB dan 3 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.43 s.d 13.54 WIB.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC pada pukul 08.43–08.46, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa pada pukul 08.46–08.48. Setelah itu, penayangan video Safety Induction pada pukul 08.48–08.54. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB dan Teknik Kimia UNS pada pukul 08.54–08.58.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari HMTK FT UNS pada pukul 08.58–09.00, serta sambutan dari HIMATEK ITB pada pukul 09.00–09.02. Setelah sesi sambutan, acara berlanjut pada pemaparan “Sekejap Mata dan Kajian 4 Menit” pada pukul 09.02–09.12. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh HMTK FT UNS dan BSO HMTK pada pukul 09.12–09.47, serta presentasi oleh HIMATEK ITB pada pukul 09.47–10.06.

Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada pukul 10.06–11.36 sebagai wadah diskusi dan pertukaran informasi antar kedua himpunan.

Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) pada pukul 11.36–12.36. Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan games pada pukul 12.36–12.56.

Setelah itu, dilakukan serah terima cinderamata dan dokumentasi pada pukul 12.56–13.00. Acara kemudian ditutup secara resmi pada pukul 13.00–13.01, dilanjutkan dengan sesi foto bersama di dalam ruangan pada pukul 13.01–13.26. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti campus tour pada pukul 13.26–13.49 dan diakhiri dengan sesi foto bersama di luar ruangan pada pukul 13.49–13.54.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kerja sama dan komunikasi antar himpunan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat dan berkelanjutan di masa mendatang, sehingga tercipta sinergi yang lebih solid dalam menjalani berbagai program ke depan.




Share:

[BUTENA 2] Rekayasa Material Masa Depan: Memanen Emas di Jantung Reaktor Nuklir

Emas adalah salah satu logam mulia yang sangat dikenal oleh manusia sejak zaman dahulu. Dalam ilmu Kimia, emas merupakan unsur kimia yang memiliki simbol Au (dari bahasa Latin aurum) dengan nomor atom 79. Emas ditemukan dalam meteorit, kerak bumi, lautan, matahari, dan semua makhluk hidup yang diperkirakan mengandung sekitar 10¹⁸ ton emas. (sumber: https://doi.org/10.1080/08120099.2025.2498613) Logam ini memiliki warna kuning mengkilap, tidak mudah berkarat, serta sangat mudah ditempa dan dibentuk menjadi berbagai benda. Karena sebagian emas di Bumi berasal dari luar angkasa, sifatnya cenderung stabil. Para ilmuwan percaya bahwa emas terbentuk dari ledakan bintang atau tabrakan bintang neutron miliaran tahun lalu sebelum akhirnya menjadi bagian dari planet Bumi.

Rekayasa Material Masa Depan: Memanen Emas di Jantung Reaktor Nuklir

Emas adalah salah satu logam mulia yang sangat dikenal oleh manusia sejak zaman dahulu. Dalam ilmu Kimia, emas merupakan unsur kimia yang memiliki simbol Au (dari bahasa Latin aurum) dengan nomor atom 79. Emas ditemukan dalam meteorit, kerak bumi, lautan, matahari, dan semua makhluk hidup yang diperkirakan mengandung sekitar 10¹⁸ ton emas. (sumber: https://doi.org/10.1080/08120099.2025.2498613)

Logam ini memiliki warna kuning mengkilap, tidak mudah berkarat, serta sangat mudah ditempa dan dibentuk menjadi berbagai benda. Karena sebagian emas di Bumi berasal dari luar angkasa, sifatnya cenderung stabil. Para ilmuwan percaya bahwa emas terbentuk dari ledakan bintang atau tabrakan bintang neutron miliaran tahun lalu sebelum akhirnya menjadi bagian dari planet Bumi.

Emas diketahui memiliki titik leleh sekitar 1064°C dan titik didih sekitar 2856°C. Titik didih yang tinggi ini menunjukkan bahwa emas memerlukan energi panas yang sangat besar untuk berubah dari fase cair menjadi gas. Sifat ini berkaitan dengan kuatnya ikatan antar atom emas dalam struktur kristalnya. Selain itu, emas juga memiliki konduktivitas listrik dan panas yang baik serta tidak mudah bereaksi dengan oksigen maupun air, sehingga emas tidak mudah berkarat atau mengalami korosi meskipun telah berada di lingkungan terbuka selama waktu yang sangat lama.

Emas yang ada di Bumi sebenarnya tidak terbentuk langsung di dalam planet ini, melainkan berasal dari proses kosmik yang terjadi jauh sebelum Bumi terbentuk. Dalam kajian Astrofisika dan Kimia, para ilmuwan menjelaskan bahwa unsur berat seperti emas terbentuk melalui proses yang disebut Nucleosynthesis, yaitu pembentukan unsur-unsur baru melalui reaksi inti atom di luar angkasa. Salah satu peristiwa utama yang dapat menghasilkan emas adalah Supernova, yaitu ledakan besar dari bintang masif yang telah mencapai akhir siklus hidupnya. Ledakan ini menghasilkan energi yang sangat besar sehingga memungkinkan terbentuknya unsur-unsur berat, termasuk emas.

Apakah Emas Dapat Dibuat Dengan Nuklir?

Dalam fisika nuklir terdapat konsep yang disebut Nuclear Transmutation, yaitu proses mengubah suatu unsur menjadi unsur lain dengan mengubah inti atomnya. Karena unsur kimia ditentukan oleh jumlah proton dalam inti, jika jumlah proton berubah maka unsur tersebut juga berubah. Contohnya, Merkuri (Hg) memiliki 80 proton dan Emas (Au) memiliki 79 proton.

Jika inti merkuri kehilangan satu proton atau mengalami perubahan nuklir tertentu, maka ia dapat berubah menjadi emas. Proses seperti ini hanya bisa terjadi melalui reaksi nuklir berenergi tinggi, misalnya melalui pembombardiran partikel di reaktor nuklir atau akselerator partikel. Eksperimen seperti ini pernah dilakukan dalam skala kecil di laboratorium fisika partikel, namun jumlah emas yang dihasilkan sangat kecil dan tidak ekonomis.

Sejak tahun 1941, para ilmuwan telah mencoba mengubah merkuri menjadi emas melalui metode pembombardiran nuklir dengan menghantam merkuri menggunakan neutron dalam upaya untuk melepaskan proton dari merkuri. Metode ini terbukti berhasil. Namun, ada kelemahan besar yaitu emas yang dihasilkan tidak stabil, karena merupakan isotop radioaktif. Dalam penelitian baru-baru ini, tim tersebut mengusulkan bahwa mereka dapat menggunakan Hg-198, isotop merkuri yang mengandung 118 neutron untuk menghasilkan emas. Meskipun proses di dalam reaktor fusi yang sudah kompleks itu rumit, pada intinya, tujuannya adalah untuk melepaskan neutron dari Hg-198 untuk mengubahnya menjadi Hg-197 (isotop merkuri).

Secara ilmiah memang mungkin membuat emas melalui reaksi nuklir, tetapi penting untuk dipahami bahwa hal ini sangat sulit, mahal, dan belum dilakukan secara praktis dalam skala besar.

Kembali dicoba oleh perusahaan “Marathon Fusion” dengan mengusulkan metode reaktor fusi, yaitu memanfaatkan neutron berenergi tinggi yang dihasilkan dari reaksi fusi untuk menabrak isotop merkuri tertentu.

Reaksi yang diusulkan :

Hg-198 → Hg-197 → Au-197

(Peluruhan dari Hg-197 menjadi emas terjadi dalam waktu sekitar 64 jam)

Menggunakan isotop merkuri Hg-198, lalu neutron dari reaktor fusi menabrak inti tersebut yang membuat inti berubah menjadi Hg-197. Isotop tidak stabil lalu meluruh menjadi Au-197 (Stabil).

Namun, konsep tersebut belum benar-benar dapat dijalankan secara nyata/langsung karena beberapa alasan. Teknologi fusi masih dalam tahap penelitian dan belum menghasilkan listrik secara stabil, proposal dari Marathon Fusion masih berupa simulasi ilmiah dan belum diuji secara eksperimen, emas yang dihasilkan kemungkinan bercampur dengan isotop radioaktif sehingga harus disimpan sekitar 14–18 tahun sampai aman digunakan, eksperimen di akselerator partikel hanya menghasilkan jumlah emas yang sangat kecil (bahkan hanya picogram).

Menurut Marathon Fusion, jika metode ini berhasil secara besar-besaran, mereka memperkirakan sebuah pembangkit fusi berdaya 1 gigawatt bisa menghasilkan hingga beberapa ton emas per tahun sambil tetap menghasilkan listrik.

Secara teori dapat disimpulkan bahwa emas memang dapat direkayasa dengan merkuri dan menjadikannya bahan yang dapat menghemat emas asli yang semakin menipis, tetapi teknologi dan inovasi yang dibuat masih belum memungkinkan untuk diberlakukannya secara industrial serta risiko paparan radioaktif yang berbahaya. Hingga saat artikel ini dibuat, emas yang dibuat dari reaktor nuklir belum dapat dikatakan berhasil dan masih membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyempurnaannya.

Sumber

Reinders, L.J. (2021). What is Nuclear Fusion?. In: Sun in a Bottle?... Pie in the Sky!. Springer, Cham.

https://doi.org/10.1007/978-3-030-74734-3_1

Blair, D. G. (2025). How to make gold. Australian Journal of Earth Sciences, 72(5–6), 603–611.

https://doi.org/10.1080/08120099.2025.2498613

Felton, J. (2025). Marathon Fusion Claims They Have A Method For Transmuting Mercury Into Gold. IFLScience. https://www.iflscience.com/marathon-fusion-claims-they-have-a-method-for-transmuting-mercury-into-gold-80132

Bevan, A. (2025). Company Claims Nuclear Fusion Turns Mercury to Gold. Mirage News. https://www.miragenews.com/company-claims-nuclear-fusion-turns-mercury-to-1503646/





Share:

[PRESS RELEASE] Pelatihan Administrasi HMTK FT UNS 2026

PELATIHAN ADMINISTRASI HMTK 2026

 

image

 

Pada hari Senin, 30 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Administrasi HMTK 2026 yang bertempat di ruang kelas 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 54 pengurus HMTK FT UNS yang terdiri dari ketua pelaksana serta sekretaris dan bendahara program kerja. Kegiatan berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bendahara HMTK mengenai penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan realisasi keuangan, dan materi administrasi lainnya. Setelah itu, materi dilanjutkan oleh Sekretaris HMTK yang menjelaskan alur konsultasi program kerja, prosedur peminjaman ruangan dosen, serta alur administrasi lainnya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri untuk memperjelas hal-hal yang masih menjadi pertanyaan. Selanjutnya, peserta mengikuti kuis melalui Google Form sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Dari kuis tersebut, dipilih dua orang peserta dengan nilai terbaik yang mendapatkan doorprize. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutup pada pukul 20.45 WIB. 

image

Melalui Pelatihan Administrasi HMTK 2026 ini, diharapkan seluruh pengurus dapat lebih memahami alur administrasi yang baik dan benar sehingga dapat mendukung pelaksanaan program kerja secara lebih tertib dan terstruktur.

 

Share:

[PRESS RELEASE] HMTK Care : Bakti Sosial Ramadhan

HMTK Care : Bakti Sosial Ramadhan


    Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS kembali mengadakan kegiatan HMTK Care: Bakti Sosial Ramadhan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja HMTK yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam momentum bulan Ramadhan.

    Kegiatan ini dilaksanakan di RT 01 RW 06 Petoran, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, dengan melibatkan beberapa mahasiswa Teknik Kimia dalam proses penyaluran bantuan. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 paket sembako disalurkan kepada 30 warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

    Setiap paket sembako yang diberikan terdiri dari beras, minyak goreng, gula, sirup, wafer kalengan, dan teh. Total dana yang disalurkan dalam kegiatan ini sebesar Rp 2.645.000 yang digunakan untuk pengadaan seluruh bantuan tersebut.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan mahasiswa Teknik Kimia.

Share:

[PRESS RELEASE] RAPAT KOODINASI HMTK FT UNS 2026

RAPAT KOORDINASI HMTK FT UNS 2026


    Pada hari Kamis, 12 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Ruang 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 89 peserta, yang terdiri dari 87 orang pengurus HMTK FT UNS dan 2 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 19.00 s.d 21.05 WIB. 

    Kegiatan diawali dengan penayangan video Safety Induction. Lalu, dilanjutkan pembukaan oleh MC, yaitu Fiari Aline Shabrina. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Selanjutnya diteruskan acara sesi pembahasan tiap bidang. Rapat Koordinasi dipimpin oleh Muhammad Abil Aqilla selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026. Sesi pertama adalah Sesi Ketua Umum. Pada sesi ini, Ketua Umum HMTK 2026 memaparkan saran dan masukan dari hasil Rapat Kerja Terbuka yang telah dilaksanakan. Selanjutnya, sesi tiap-tiap bidang yang berisi pembahasan mengenai saran dan masukan untuk proker yang akan dijalankan. Sesi Bidang POSDM dilaksanakan pukul 19.38-19.50. Lalu, sesi bidang PMB dilaksanakan pukul 19.50-20.00. Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang PSP pada pukul 20.00-20.08. Kemudian, pada pukul 20.08-20.16 dilanjutkan sesi bidang KWU. Pada pukul 20.16-20.22 dilanjutkan sesi bidang Sekretaris. Lalu, pada pukul 20.22-20.33 dilanjutkan dengan pemaparan bidang Humas. Kemudian, pukul 20.33-20.41 berisi pemaparan bidang Medinfo. Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang dari HMTK yang terakhir yaitu Bendahara pada pukul 20.41-20.43. 

    Setelah sesi dari tiap-tiap bidang di HMTK sudah dipaparkan, dilanjutkan sesi pembahasan terkait BSO. Sesi pertama pada pukul 20.43-20.51 adalah BSO ECODAYS. Kemudian, pada pukul  20.51-21.02 dilanjutkan sesi BSO AIChE UNS SC. Terakhir, acara ditutup dengan sesi dokumentasi. 

    Dengan diselenggarakan Rapat Koordinasi, diharapkan saran dan masukan mengenai proker dan nonproker yang telah disampaikan melalui Rapat Kerja Terbuka dapat dilaksanakan sesuai hasil pembahasan Rapat Koordinasi.

Share:

[PRESS RELEASE] RAPAT KERJA TERBUKA HMTK 2026

Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Terbuka (RKT). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di Ruang Sidang Utama Gedung 3 FT UNS dan daring melalui platform Zoom Meeting. Acara yang berlangsung dari pukul 09.15 hingga 17.10 WIB ini diikuti oleh pengurus, demisioner, dan perwakilan himpunan sebagai tamu undangan. Total peserta yang hadir terdiri atas 89 pengurus inti HMTK FT UNS, 2 perwakilan dari Badan Semi Otonom (BSO) HMTK, serta 28 mahasiswa aktif program studi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Kegiatan diawali dengan pemutaran video Safety Induction sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan bersama, yang berlangsung pada pukul 09.15–09.24 WIB. Acara kemudian resmi dibuka oleh pembawa acara, Olivia Lailatul Zulfa, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars HMTK yang menambah semangat kebersamaan.

RAPAT KERJA TERBUKA HMTK 2026

Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Terbuka (RKT). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di Ruang Sidang Utama Gedung 3 FT UNS dan daring melalui platform Zoom Meeting.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.15 hingga 17.10 WIB ini diikuti oleh pengurus, demisioner, dan perwakilan himpunan sebagai tamu undangan. Total peserta yang hadir terdiri atas 89 pengurus inti HMTK FT UNS, 2 perwakilan dari Badan Semi Otonom (BSO) HMTK, serta 28 mahasiswa aktif program studi S-1 Teknik Kimia FT UNS.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video Safety Induction sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan bersama, yang berlangsung pada pukul 09.15–09.24 WIB. Acara kemudian resmi dibuka oleh pembawa acara, Olivia Lailatul Zulfa, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars HMTK yang menambah semangat kebersamaan.

Inti dari Rapat Kerja Terbuka ini adalah sesi pemaparan dan pembahasan program dari setiap bidang, yang dipimpin langsung oleh Muhammad Abil Aqilla selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026. Sesi pertama dimulai dengan arahan dari Ketua Umum yang memaparkan visi, misi, serta gambaran umum mengenai struktur bidang dan BSO di lingkungan HMTK.

Selanjutnya, sesi tiap-tiap bidang yang berisi pemaparan proker dan nonproker. Sesi Sekretaris dilaksanakan pukul 10.10-11.11. Lalu, sesi Bendahara dilaksanakan pukul 11.11-11.23 Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang PSP pada pukul 11.23-12.10. Kemudian, pada pukul 12.10-12.57 dilanjutkan sesi bidang POSDM. Pada pukul 12.57-13.10 diadakan sesi ISO. Lalu, dilanjutkan kembali pada pukul 13.10-13.57 yaitu pemaparan bidang HUMAS. Kemudian, pukul 13.57-14.41 berisi pemaparan bidang Medinfo. Selanjutnya, sesi KWU pada pukul 14.41-15.32. Setelah itu, dilanjutkan sesi bidang dari HMTK yang terakhir yaitu PMB pada pukul 15.32-16.27.

Pada setiap sesi, masing-masing bidang memaparkan secara rinci program kerja (proker) dan kegiatan nonproker yang telah direncanakan untuk periode mendatang. Setelah seluruh bidang internal menyelesaikan paparannya, acara dilanjutkan dengan sesi dari Badan Semi Otonom. BSO ECODAYS memaparkan rencananya pada pukul 16.27–16.50 WIB, disusul oleh BSO AIChE yang menyampaikan presentasinya pada pukul 16.50–16.57 WIB.

Setelah sesi dari tiap-tiap bidang di HMTK sudah dipaparkan, dilanjutkan sesi pembahasan terkait BSO. Sesi pertama pada pukul 16.27-16.50 adalah BSO ECODAYS. Kemudian, pada pukul 16.50-16.57 dilanjutkan sesi BSO AIChE. Terakhir, acara ditutup dengan sesi dokumentasi.

Dengan diselenggarakan Rapat Kerja Terbuka, diharapkan dapat menjadi sarana dalam membahas dan menetapkan program kerja, juga sebagai sarana bagi anggota HMTK untuk menyalurkan kritik dan saran terkait program kerja HMTK yang akan berjalan.

Share:

Postingan Populer

Arsip Blog