[BUTENA 1] Aurora: Lukisan Alam dari Interaksi Matahari dan Bumi

Aurora merupakan fenomena alam berupa tampilan cahaya alami yang berkilauan di langit dan muncul akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan atom dan molekul gas di atmosfer Bumi. Ketika partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan gas-gas atmosfer, energi yang dilepaskan akan tampak sebagai pancaran cahaya berwarna-warni yang menghiasi langit, terutama pada saat malam hari. Fenomena ini dikenal dengan aurora borealis atau northern lights ketika terjadi di wilayah Kutub Utara, serta aurora australis atau southern lights di wilayah Kutub Selatan. Aurora borealis dapat diamati di beberapa negara lintang tinggi di belahan Bumi utara, seperti Norwegia, Finlandia, Alaska, dan Kanada. Sementara itu, aurora australis dapat disaksikan di wilayah belahan Bumi selatan, seperti Selandia Baru, Tasmania, dan Antartika.

Aurora: Lukisan Alam dari Interaksi Matahari dan Bumi

Aurora merupakan fenomena alam berupa tampilan cahaya alami yang berkilauan di langit dan muncul akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan atom dan molekul gas di atmosfer Bumi. Ketika partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan gas-gas atmosfer, energi yang dilepaskan akan tampak sebagai pancaran cahaya berwarna-warni yang menghiasi langit, terutama pada saat malam hari.

Fenomena ini dikenal dengan aurora borealis atau northern lights ketika terjadi di wilayah Kutub Utara, serta aurora australis atau southern lights di wilayah Kutub Selatan. Aurora borealis dapat diamati di beberapa negara lintang tinggi di belahan Bumi utara, seperti Norwegia, Finlandia, Alaska, dan Kanada. Sementara itu, aurora australis dapat disaksikan di wilayah belahan Bumi selatan, seperti Selandia Baru, Tasmania, dan Antartika.

Secara ilmiah, aurora terjadi akibat interaksi antara partikel bermuatan berenergi tinggi yang dilepaskan matahari melalui angin matahari dengan medan magnet Bumi. Energi dari partikel-partikel tersebut terakumulasi dan kemudian dilepaskan ke atmosfer, memicu tumbukan dengan atom serta molekul gas yang menghasilkan cahaya berwarna-warni di langit.


Proses Terbentuknya Aurora

1. Matahari memancarkan partikel bermuatan (angin Matahari)

Proses aurora dimulai ketika matahari memancarkan partikel bermuatan yang dikenal sebagai angin matahari. Angin matahari ini terdiri dari partikel-partikel seperti elektron dan proton yang dilepaskan secara terus-menerus. Saat matahari berada dalam fase aktivitas tinggi, seperti terjadinya ledakan matahari atau Coronal Mass Ejections (CME), jumlah partikel yang dilepaskan dapat meningkat secara signifikan.

2. Partikel mencapai medan magnet Bumi dan diarahkan menuju kutub

Ketika angin matahari bergerak menuju Bumi, partikel-partikel bermuatan tersebut akan bertemu dengan medan magnet Bumi, yang berfungsi sebagai pelindung dari radiasi kosmik. Medan magnet ini tidak hanya melindungi Bumi, tetapi juga mengarahkan sebagian besar partikel bermuatan menuju kutub magnetik utara dan selatan, tempat terjadinya interaksi lanjutan.

3. Partikel menabrak gas atmosfer atas

Setelah memasuki atmosfer Bumi, partikel-partikel bermuatan ini akan bertumbukan dengan molekul-molekul gas di atmosfer, terutama oksigen dan nitrogen. Tumbukan tersebut menyebabkan molekul gas berada dalam kondisi tereksitasi atau berenergi tinggi.

4. Energi dilepaskan sebagai cahaya warna-warni aurora

Ketika molekul-molekul gas yang tereksitasi kembali ke kondisi stabil, energi yang tersimpan akan dilepaskan dalam bentuk cahaya tampak. Cahaya inilah yang terlihat sebagai aurora dengan berbagai warna yang khas.

Salah satu daya tarik utama aurora adalah warna-warna cahaya yang menghiasi langit malam, mulai dari hijau, merah, biru, hingga ungu dan merah muda. Warna-warna tersebut tidak muncul secara acak, melainkan merupakan hasil dari proses fisika yang terjadi di atmosfer Bumi. Perbedaan warna aurora dipengaruhi oleh jenis gas yang berinteraksi serta ketinggian tempat terjadinya tumbukan partikel bermuatan dari matahari.

Pada ketinggian di atas 200 kilometer, aurora umumnya tampak berwarna merah, yang berasal dari atom oksigen pada lapisan atmosfer atas. Sementara itu, warna hijau, yang merupakan warna aurora paling umum, muncul pada ketinggian sekitar 100–200 kilometer dan juga dihasilkan oleh oksigen yang menerima energi dari partikel berenergi tinggi.

Selain oksigen, gas nitrogen turut berperan dalam menghasilkan variasi warna aurora. Nitrogen yang tereksitasi pada ketinggian 100–200 kilometer dapat memancarkan warna biru, sedangkan pada ketinggian yang lebih rendah, yaitu di bawah 100 kilometer, nitrogen menghasilkan warna merah muda hingga keunguan. Perbedaan ketinggian ini mempengaruhi energi tumbukan dan jenis emisi cahaya, sehingga aurora seringkali tampak sebagai perpaduan beberapa warna sekaligus, menciptakan tampilan cahaya langit yang kompleks dan dinamis.

Mengapa Aurora Tidak Muncul di Indonesia?

Sayangnya, keindahan aurora tidak dapat dinikmati dari semua penjuru dunia. Letak geografis dan sistem medan magnet Bumi memainkan peran penting dalam menentukan wilayah tempat fenomena cahaya langit ini dapat muncul.

Aurora tidak muncul di langit Indonesia karena pengaruh medan magnet Bumi yang paling kuat berada di wilayah ekuator. Medan magnet Bumi berbentuk menyerupai apel, dengan lapisan perlindungan magnetik yang lebih tebal di sekitar garis khatulistiwa. Kondisi ini menyebabkan partikel bermuatan dari matahari sulit menembus atmosfer di wilayah ekuator, sehingga tidak terjadi interaksi dengan gas-gas atmosfer yang dapat memicu kemunculan aurora.

Akibatnya, fenomena aurora hanya dapat diamati di wilayah lintang tinggi yang berada lebih dekat dengan kutub magnetik utara dan selatan, sementara wilayah tropis seperti Indonesia tidak pernah mengalami fenomena cahaya langit tersebut.


Sumber :

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). (2024, 15 Mei). Aurora, kilau cantik akibat badai geomagnet ekstrim.

https://www.brin.go.id/news/118585/aurora-kilau-cantik-akibat-badai-geomagnet-ekstrim

Fahum UMSU. (2024, 22 November). Proses Terjadinya Aurora: Fenomena Alam yang Memukau dan Penuh Misteri.

https://fahum.umsu.ac.id/blog/proses-terjadinya-aurora-fenomena-alam-yang-memukau-dan-penuh-misteri/

NASA Science. (2025, 4 Februari). Auroras. https://science.nasa.gov/sun/auroras/

National Geographic Society. (2023, 19 Oktober). Aurora. https://education.nationalgeographic.org/resource/aurora/

Share:

[ANNOUNCEMENT] Struktur Kepengurusan HMTK FT UNS Periode 2026

Hi, Tekkimers!🙌🏻

Setelah melalui proses seleksi dan wawancara saatnya kami mengumumkan siapa yang resmi menjadi bagian dari HMTK FT UNS 2026💥

Pengumuman penerimaan pengurus HMTK FT UNS Periode 2026 telah dikirimkan melalui email masing-masing pendaftar😆

Selamat dan selamat datang! Dengan penuh rasa bangga dan semangat, kami menyambut kalian yang terpilih untuk bergabung dan berkontribusi dalam perjalanan luar biasa ini💙

📌Cek daftar lengkap nama-nama yang lolos di sini: 

Untuk yang belum berkesempatan, terima kasih sudah memberikan yang terbaik. Jangan pernah berhenti mencoba dan terus berproses🌱

 Let's grow, contibute, and shine together💥

NB :

Pengurus yang mendapatkan surat penerimaan, diharapkan segera menghubungi CP masing-masing bidang untuk melakukan konfirmasi dengan melampirkan screenshot surat penerimaan.

CP :

Sekretaris (Elvia : wa.me/+6289694927903)

Bendahara (Kalinda : wa.me/+6281285995926)

PSP (Tobi : wa.me/+62895335948133)

POSDM (Nuha : wa.me/+6289518277892)

PMB (Reva Faiz : wa.me/+6281290817753)

Kewirausahaan (Rafi : wa.me/+6281818106317)

Medinfo (Fuad : wa.me/+6285951608029)

Humas (Azrul : wa.me/+6285921248216)


Bravo HMTK!!!

HMTK FT UNS 2026

#AksataSandyakala

----------------------------

FOLLOW US:

IG: @hmtkftuns

FB: Hmtk Uns

Tiktok: hmtkftuns

Line: @620srqfz

Youtube: hmtk uns

LinkedIn: hmtk uns

Email: hmtk@ft.uns.ac.id

Web: www.hmtk.ft.uns.ac.id

Share:

[PRESS RELEASE] MUSYAWARAH BESAR XXVIII

MUSYAWARAH BESAR XXVIII 

 

image

            Musyawarah Besar XXVIII HMTK FT UNS telah dilaksanakan secara daring via zoom dan luring di Ruang Sidang Utama Gedung 3 FT UNS, Ruang 1219 dan 1221 Gedung 1 FT UNS pada Sabtu, 29 November 2025 s.d. Minggu, 7 Desember 2025. Kegiatan ini dibawakan oleh Raihan Aqil Ridwan sebagai MC, dan dipimpin oleh Pimpinan Sidang I, Muhammad Ridwan Faris Arifian, dan Pimpinan Sidang II, Agus Dwi Nur Qolis.

Acara dibuka pukul 15.43 WIB dengan himbauan mengenai Safety Induction, lalu dilanjutkan pukul 15.54–15.54 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK FT UNS. Setelah itu, dilakukan penyampaian sambutan oleh Ketua Umum HMTK FT UNS periode 2024/2025 yaitu saudara Dimas Nabil Fii Sabilillah, yang berlangsung sampai pukul 15.55 WIB. Kemudian, acara diteruskan pukul 15.55–16.13 WIB dengan Pelantikan Anggota HMTK periode 2025/2026 oleh Ketua Umum HMTK FT UNS periode 2024/2025.

Rangkaian acara selanjutnya yaitu pembacaan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Himpunan HMTK yang dimulai pukul 16.41 WIB dan disertai evaluasi. Kemudian acara dilanjutkan pada keesokan harinya, dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban masing-masing bidang HMTK beserta evaluasi yang dimulai pada pukul 08.17 WIB hingga selesai. Setelah itu, rangkaian berikutnya adalah pembacaan Laporan Pertanggungjawaban dari Badan Semi Otonom (BSO) HMTK disertai juga dengan evaluasi yang berlangsung dari pukul 19.31–20.27 WIB pada Jumat, 05 Desember 2025 sampai 08.29–09.19 WIB pada keesokan harinya.

image

Kegiatan Musyawarah Besar XXVIII kemudian dilanjutkan dengan pendemisioneran pengurus HMTK FT UNS periode 2023/2024 pukul 16.21 WIB dan selesai pukul 16.35 WIB, diikuti Sidang Komisi dan Sidang Pleno yang dilaksanakan pada pukul 16.41–20.20 WIB. Acara berikutnya dari Musyawarah Besar XXVIII HMTK FT UNS adalah pemilihan dan penetapan Ketua Himpunan Periode 2025/2026 yang dimulai pukul 09.01–13.58 WIB pada hari Minggu, 7 Desember 2025. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Pemilihan Formatur oleh Ketua Himpunan Periode 2025/2026 pada pukul 13.58–14.05 WIB, dan diakhiri dengan penutupan Musyawarah Besar XXVIII HMTK FT UNS yang selesai pada pukul 14.51 WIB.

Share:

[PRESS RELEASE] WISUDA PRODI PERIODE DESEMBER 2025

WISUDA PRODI PERIODE DESEMBER 2025 

   Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dan Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret telah menyelenggarakan Wisuda Prodi yang bertujuan sebagai bentuk apresiasi serta sambutan kepada wisudawan dan wisudawati Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Wisuda Prodi Periode Desember ini telah dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025 pukul 15.30 s.d. 17.00 WIB secara luring di Ruang 1221 Gedung 1 Fakultas Teknik UNS. Acara ini dihadiri oleh Kepala Program Studi, para wisudawan dan wisudawati, serta Mahasiswa Aktif S-1 Teknik Kimia dari angkatan 2021 hingga angkatan 2025. 

   Acara Wisuda Prodi dibuka oleh MC yaitu Azahra Puspa Buana, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Acara selanjutnya yaitu sambutan, Sambutan pertama disampaikan oleh Muhammad Abil Aqilla selaku Ketua HMTK 2026, lalu sambutan yang kedua oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T., selaku Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia.

   Acara selanjutnya adalah acara inti yaitu pelepasan wisudawan yang dipandu oleh MC dan Kaprodi. Wisudawan Periode Desember 2025 berjumlah 13 orang, yaitu :

  1. Oche R. Jitmau, S.T

  2. Ahmad Maulana Bintang Ramadhan, S.T.

  3. Muhammad Sholahuddin Habibi, S.T.

  4. Agustin Dwi Ernawati, S.T.

  5. Ahmad Jazuli, S.T.

  6. Annisa Novia Rachmadhani, S.T.

  7. Jungkung Laksito Adi, S.T.

  8. Nasywa Alya Naufiannida, S.T.

  9. Riyeni Putri Sitanggang, S.T.

  10. Rizki Amalia, S.T.

  11. Rochmad Abdul Azis, S.T.

  12. Seruni Kusuma Jelita, S.T.

  13. Sulistyo Nurhuda , S.T.

   Setelah pelepasan wisudawan, acara dilanjutkan dengan persembahan dari Sound of Chemica (SOC) dengan membawakan 2 lagu. Acara selanjutnya yaitu pemberian kesan dan pesan dari setiap angkatan dari angkatan 2025 sampai 2021. Acara Wisuda Prodi Periode Desember 2025 ini diakhiri dengan sesi dokumentasi dan ditutup dengan pembacaan doa.

   Dengan terselenggaranya Wisuda Prodi Desember 2025, diharapkan acara ini dapat menjadi wujud penghargaan bagi para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di Program Studi S-1 Teknik Kimia UNS. Semoga mereka dapat meraih kesuksesan dan mewujudkan impian mereka di masa depan.

Share:

[PRESS RELEASE] Rapat Pleno Akhir

Rapat Pleno Akhir HMTK FT UNS 2025 merupakan kegiatan evaluasi akhir kepengurusan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan dan mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) seluruh pengurus HMTK dan BSO HMTK sebagai bentuk refleksi atas pelaksanaan program kerja selama satu periode. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Jumat, 28 November 2025 s.d. Sabtu, 29 November 2025 di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Pada pukul 18.00 WIB acara dibuka oleh MC, Elvia Fauziyah, kemudian dilanjutkan dengan registrasi peserta dan pemutaran materi pembuka seperti Safety Induction dan Indonesia Raya. Setelah pembukaan, kegiatan berlanjut ke sesi pemaparan LPJ yang disampaikan secara berurutan oleh Ketua HMTK periode 2025, Dimas Nabil Fii Sabilillah. Kemudian dilanjutkan pemaparan LPJ bidang PSP, Sekretaris, Humas, Bendahara, KWU, dan MEDINFO. Setelah bidang-bidang selesai, pemaparan dilanjutkan oleh BSO AIChE dan ECODAYS. Setiap pemaparan LPJ meliputi pendahuluan kepengurusan, susunan dan pembagian tugas, rangkuman program kerja beserta tujuan dan realisasinya, kendala serta tindak lanjut, kegiatan nonprogram, dan penutup.

Press Release Rapat Pleno Akhir

Rapat Pleno Akhir HMTK FT UNS 2025 merupakan kegiatan evaluasi akhir kepengurusan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan dan mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) seluruh pengurus HMTK dan BSO HMTK sebagai bentuk refleksi atas pelaksanaan program kerja selama satu periode.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Jumat, 28 November 2025 s.d. Sabtu, 29 November 2025 di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Pada pukul 18.00 WIB acara dibuka oleh MC, Elvia Fauziyah, kemudian dilanjutkan dengan registrasi peserta dan pemutaran materi pembuka seperti Safety Induction dan Indonesia Raya. Setelah pembukaan, kegiatan berlanjut ke sesi pemaparan LPJ yang disampaikan secara berurutan oleh Ketua HMTK periode 2025, Dimas Nabil Fii Sabilillah. Kemudian dilanjutkan pemaparan LPJ bidang PSP, Sekretaris, Humas, Bendahara, KWU, dan MEDINFO. Setelah bidang-bidang selesai, pemaparan dilanjutkan oleh BSO AIChE dan ECODAYS. Setiap pemaparan LPJ meliputi pendahuluan kepengurusan, susunan dan pembagian tugas, rangkuman program kerja beserta tujuan dan realisasinya, kendala serta tindak lanjut, kegiatan nonprogram, dan penutup.

Pemaparan LPJ pada hari pertama mencakup beberapa bidang dan BSO, kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan bidang yang tersisa yaitu Bidang PMB dan POSDM. Setelah seluruh LPJ selesai dipaparkan dan dibahas, kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi.

Kegiatan Rapat Pleno Akhir ini diharapkan dapat memberikan evaluasi yang komprehensif, memperjelas capaian program kerja selama satu periode, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi acuan untuk peningkatan kinerja pada periode selanjutnya.


Share:

[PRESS RELEASE] KATALISATOR 2025

Kegiatan Katalisator merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan untuk mempererat kebersamaan, membangun karakter, serta meningkatkan kerja sama antar mahasiswa Teknik Kimia. Program ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengalaman tidak terlupakan, tetapi juga mendapatkan manfaat berupa kedisiplinan, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap organisasi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu, 22 November 2025 hingga Minggu, 23 November 2025.

KATALISATOR 2025

Kegiatan Katalisator merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan untuk mempererat kebersamaan, membangun karakter, serta meningkatkan kerja sama antar mahasiswa Teknik Kimia. Program ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengalaman tidak terlupakan, tetapi juga mendapatkan manfaat berupa kedisiplinan, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap organisasi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu, 22 November 2025 hingga Minggu, 23 November 2025.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana, ketua HMTK, serta pembina HMTK. Setelah sesi sambutan, kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi singkat serta permainan interaktif yang dipandu oleh ketua pelaksana. Setelah itu, peserta diarahkan untuk beristirahat dan menikmati makan malam bersama sebagai jeda kegiatan.

Setelah makan malam, peserta mengikuti permainan yang berfungsi sebagai pengantar pembentukan kelompok pentas seni. Setiap kelompok beranggotakan delapan orang dan diberikan konsep penampilan yang harus dikembangkan. Kegiatan pada hari pertama ditutup dengan sesi sharing session, yang menjadi wadah berbagi pengalaman, harapan, dan refleksi. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan peserta mulai membangun rasa saling mengenal dan saling mendukung dalam kelompok.

Kegiatan hari kedua diawali dengan pembagian snack kepada seluruh peserta. Dilanjutkan senam pagi yang dipandu oleh beberapa peserta. Selanjutnya, dilakukan briefing outbound sekaligus pembagian kelompok menjadi sepuluh tim untuk mengikuti berbagai tantangan. Outbound terdiri dari enam pos kegiatan dengan konsep kerja sama dan strategi. Pos pertama adalah sundul balon, dimana peserta menjaga balon tetap mengambang dengan sundulan kepala sambil bergerak menuju garis akhir. Pos kedua, yaitu estafet nampan, menuntut peserta mengoper gelas berisi air di atas nampan tanpa tumpah. Pos ketiga adalah tes chemistry, di mana tim harus menyusun kata acak menjadi satu kalimat yang sama secara kompak. Pada pos keempat, peserta mengikuti permainan estafet sarung dan lempar sandal, dilakukan dengan bergandengan tangan sambil mengoper sarung hingga peserta terakhir yang bertugas merobohkan susunan sandal. Pos kelima adalah memasukkan pensil dalam botol, yaitu tantangan koordinasi gerakan untuk memasukkan pensil yang diikat tali ke dalam botol. Tantangan terakhir adalah voli sarung, di mana bola harus dilempar dan ditangkap menggunakan sarung dengan kerja sama tim hingga garis tujuan.

Setelah seluruh kegiatan outbound selesai, acara dilanjutkan dengan sarapan bersama. Peserta kemudian diberi waktu untuk beristirahat dan bersih-bersih sebelum memasuki sesi penutupan. Pada sesi terakhir, peserta diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan. Acara resmi berakhir dengan sesi foto bersama sambil membawa banner sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan.

Melalui kegiatan Katalisator ini, diharapkan peserta dapat memperoleh pengalaman berharga, memperkuat hubungan antar anggota, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam organisasi. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan belajar dan berorganisasi yang solid, saling mendukung, serta penuh semangat dalam menjalani setiap program HMTK FT UNS ke depan.



Share:

[BUTENA 10] Bensin Dicampur Etanol 10% : Mesin Senang atau Ngambek?

Bioetanol merupakan senyawa alkohol golongan biofuel yang diproduksi melalui fermentasi polisakarida dari tanaman seperti tebu, jagung, atau selulosa. Sebagai bahan bakar, bioetanol dapat digunakan sebagai campuran gasoline (E10, E20, atau E85), atau dalam bentuk murni pada mesin khusus. Rumus kimia bioetanol adalah C2H6O, juga sering ditulis sebagai C2H5OH atau CH3CH2OH. Secara fisik, bioetanol berwujud cairan tidak berwarna yang mudah menguap dan mudah terbakar. Bioetanol memiliki titik didih pada 78,4°C, titik leleh pada -114,1 °C dan titik nyala pada 13°C. Senyawa ini mengandung oksigen sekitar 34,7%, larut sempurna dalam air, dan dapat teroksidasi menjadi asam asetat.

Bensin Dicampur Etanol 10% : Mesin Senang atau Ngambek?

Gambar Bensin Mengandung 10% Etanol

Sumber: https://ekoin.co/presiden-prabowo-setujui-mandatori-10-etanol-untuk-bensin/

Bioetanol merupakan senyawa alkohol golongan biofuel yang diproduksi melalui fermentasi polisakarida dari tanaman seperti tebu, jagung, atau selulosa. Sebagai bahan bakar, bioetanol dapat digunakan sebagai campuran gasoline (E10, E20, atau E85), atau dalam bentuk murni pada mesin khusus. Rumus kimia bioetanol adalah C2H6O, juga sering ditulis sebagai C2H5OH atau CH3CH2OH. Secara fisik, bioetanol berwujud cairan tidak berwarna yang mudah menguap dan mudah terbakar. Bioetanol memiliki titik didih pada 78,4°C, titik leleh pada -114,1 °C dan titik nyala pada 13°C. Senyawa ini mengandung oksigen sekitar 34,7%, larut sempurna dalam air, dan dapat teroksidasi menjadi asam asetat.

Penggunaan gasoline E10 sebagai alternatif bahan bakar fosil ini menawarkan keunggulan teknis dan lingkungan. Secara teknis, angka oktan (AKI) E10 lebih tinggi (86.2) dibanding gasoline (84.4) mengurangi knocking pada mesin kendaraan. Sebuah studi yang menguji mesin SI (Spark Ignition) menemukan bahwa E10 menghasilkan peningkatan tenaga rata-rata sebesar 1,64% dan peningkatan torsi rata-rata sebesar 1,74%. Durasi pembakaran yang lebih singkat (sekitar 2,42% lebih cepat) dan pelepasan panas (Heat Release Rate) yang terjadi lebih awal serta lebih tinggi pada RPM tinggi. Kandungan oksigen pada bioetanol mengurangi emisi Karbon Monoksida (CO), yaitu berkurang sebesar 6% pada E10 dan 5,76% pada E15 Selain itu, penggunaan bioetanol (termasuk E10) sebagai alternatif bahan bakar dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar turunan minyak bumi yang sifatnya terbatas.

Perbandingan torsi dan durasi pembakaran dari data rata-rata untuk bahan bakar E0 dan E10

Namun, penggunaan bioetanol memiliki beberapa dampak negatif. E10 memiliki kandungan energi (LHV) yang lebih rendah (41.282 kJ/kg) dibanding gasoline (43.000 kJ/kg), sehingga SFC (Specific Fuel Consumption) yang sedikit meningkat. Bioetanol juga dapat larut sempurna dengan air. Jika bahan bakar E10 terkontaminasi air campuran tersebut dapat mengalami demixing. Bahan bakar akan terpisah menjadi dua lapisan: lapisan bawah (campuran air/etanol) dan lapisan atas (bensin). Jika ini terjadi, mesin akan menyedot bensin yang telah kehilangan komponen peningkat oktannya, yang dapat merusak mesin secara serius. Selain itu, penambahan 10% bioetanol dapat meningkatkan tekanan uap (RVP) bahan bakar sehingga mempercepat evaporative losses.

Hasil konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) yang diperoleh: (a) secara analitis; (b) pengujian mesin 2 di bawah kondisi stabil (steady-state); dan (c) kendaraan karburator dan fuel-injected di bawah kondisi stabil pada beban penuh pada dinamometer sasis setelah 72.000 km beroperasi

Sumber: https://www.mdpi.com/1996-1073/11/1/221

Di sisi lain, pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar fosil terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi. Bioetanol dipandang sebagai biofuel potensial karena beberapa keunggulan utama. Pertama, sebagai bahan bakar terbarukan dari biomassa seperti tebu, jagung, atau limbah pertanian, bioetanol memberikan solusi atas menipisnya cadangan minyak fosil dan mendukung kemandirian energi. Penelitian “Potentiality of Ethanol as a Fuel for Dedicated Engine” menunjukkan biomassa menghasilkan keseimbangan emisi CO₂ lebih baik melalui prinsip well-to-wheel sehingga menurunkan gas rumah kaca kendaraan. Kedua, bioetanol memiliki angka oktan tinggi dan panas laten penguapan besar yang memungkinkan pembakaran lebih sempurna, meminimalkan knocking, serta meningkatkan efisiensi termal dan performa mesin secara signifikan pada dedicated engine. Ketiga, sebagai oksigenator alami, bioetanol membawa kandungan oksigen dalam molekulnya yang membantu atomisasi campuran udara-bahan bakar, menghasilkan pembakaran lebih sempurna dan menekan emisi CO serta HC sebagaimana terbukti dalam berbagai penelitian mesin sepeda motor di Indonesia. Pengembangan bioetanol juga mendukung kemandirian ekonomi lokal negara agraris dengan mengurangi ketergantungan impor minyak melalui pemanfaatan limbah pertanian.

Dibanding gasoline, penambahan bioetanol mempengaruhi karakteristik pembakaran. Meski bensin murni memiliki nilai kalor lebih tinggi, campuran bioetanol mampu meningkatkan intensitas nyala, mempercepat laju pembakaran, dan menggeser puncak pelepasan panas ke posisi yang lebih menguntungkan dalam siklus mesin. Studi Sonawane dkk. menunjukkan bahwa pada E10, pembakaran berlangsung lebih cepat sehingga energi lebih efektif diubah menjadi kerja mekanik, walaupun nilai kalornya lebih rendah. Dampaknya terlihat pada performa mesin. Pada motor 150 cc, campuran 10% etanol 90% pertalite menghasilkan daya dan torsi lebih tinggi daripada bensin murni, khususnya pada putaran menengah hingga tinggi, dengan hasil dynotest mencapai 0,72 kW dan 0,75 Nm di titik optimal. Pada motor 4-tak 125 cc dengan sistem injeksi, campuran E20 tercatat paling efisien, memberikan penghematan bahan bakar hingga 14% serta menurunkan emisi HC, CO, dan CO₂ pada kondisi idle maupun variasi putaran mesin, sejalan dengan efek oksigenasi bioetanol yang meningkatkan kualitas pembakaran.

Dari sisi emisi, seluruh penelitian menunjukkan pola serupa: campuran etanol menghasilkan CO dan HC lebih rendah dibanding bensin murni. Bahkan pada kadar bioetanol 15%, penurunan CO dapat melebihi 25% pada putaran tinggi, menandakan pembakaran semakin mendekati kondisi stoikiometris.

Berdasarkan berbagai keunggulannya, bioetanol menjadi salah satu opsi biofuel yang paling siap diintegrasikan pada kendaraan bermotor masa kini, baik melalui penggunaan campuran rendah (E10–E20) maupun pada mesin yang didedikasikan secara khusus untuk bioetanol. Secara keseluruhan, gasoline masih unggul dalam nilai kalor, tetapi ketika ditinjau dari performa dinamis mesin dan dampak ekologis, campuran bioetanol terbukti memberikan kombinasi paling ideal antara efisiensi, tenaga, dan emisi rendah. Oleh karena itu, integrasi bioetanol dalam bahan bakar kendaraan menjadi strategi transisi energi yang realistis dan berdampak positif.



Daftar Pustaka

Tibaquirá, Juan E., José I. Huertas, Sebastián Ospina, Luis F. Quirama, and José E. Niño. 2018. The Effect of Using Ethanol-Gasoline Blends on the Mechanical, Energy and Environmental Performance of In-Use Vehicles. Energies 11, no. 1: 221.

Sonawane , S. ., Sekhar, R., Warke , A. ., Thipse, S., & Varma, C.(2023. Forecasting of Engine Performance for Gasoline-Ethanol Blends using Machine Learning. Journal of Engineering and Technological Sciences, Vol. 55,No 3 pp. 340-355. Bandung: Insitut Teknologi Bandung.

Suhartoyo. 2021. PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK, Vol. 6, No. 2. Jurnal Kajian Teknik Mesin (JKTM).







Share:

[PRESS RELEASE] WISUDA PRODI PERIODE NOVEMBER 2025

Wisuda Prodi periode November 2025 ini, terdapat 23 wisudawan dengan rata-rata lulus 4 tahun. Acara Wisuda Prodi kali ini dibuka oleh MC yaitu Septia Okta Fiana, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Rangkaian acara selanjutnya yaitu sambutan dari Ketua HMTK, Dimas Nabil Fii Sabilillah, serta sambutan dari Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia, Dr. Ir. Joko Waluyo, S.T., M.T. Dalam pesannya, beliau menekankan agar kita tidak mudah menyerah karena selalu ada jalan alternatif yang dapat ditempuh. Beliau juga mengingatkan pentingnya memiliki tujuan serta cita-cita untuk masa depan. Selain itu, beliau menganjurkan agar kita menuliskan cita-cita tersebut dan menjadikannya sebagai acuan dalam melangkah ke depan, sehingga dapat menjadi sugesti positif bagi diri kita. Selain itu, juga dihimbau agar kita tidak membiarkan diri menganggur, tetapi terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan keterampilan yang kita miliki.

WISUDA PRODI PERIODE NOVEMBER 2025

Kegiatan Wisuda Prodi diadakan kembali oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik (HMTK) Universitas Sebelas Maret bertujuan memberikan apresiasi serta sambutan kepada Wisudawan dan Wisudawati Program Studi S-1 Teknik Kimia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 28 November 2025 di Ruang Sidang Utama Gedung 3 FT UNS pada pukul 15.00 s.d. 16.57 WIB.

Wisuda Prodi periode November 2025 ini, terdapat 23 wisudawan dengan rata-rata lulus 4 tahun. Acara Wisuda Prodi kali ini dibuka oleh MC yaitu Septia Okta Fiana, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Rangkaian acara selanjutnya yaitu sambutan dari Ketua HMTK, Dimas Nabil Fii Sabilillah, serta sambutan dari Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia, Dr. Ir. Joko Waluyo, S.T., M.T. Dalam pesannya, beliau menekankan agar kita tidak mudah menyerah karena selalu ada jalan alternatif yang dapat ditempuh. Beliau juga mengingatkan pentingnya memiliki tujuan serta cita-cita untuk masa depan. Selain itu, beliau menganjurkan agar kita menuliskan cita-cita tersebut dan menjadikannya sebagai acuan dalam melangkah ke depan, sehingga dapat menjadi sugesti positif bagi diri kita. Selain itu, juga dihimbau agar kita tidak membiarkan diri menganggur, tetapi terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan keterampilan yang kita miliki.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Wisudawan, Muhammad Ghozy Izzulhaq, S.T. Setelah itu, acara diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari tiap angkatan, dimulai dari angkatan 2025 yang diwakili oleh Ridwan Fadillah, angkatan 2024 oleh Davyn Darma Andi Lolo, angkatan 2023 oleh Antonius Dari Padua Nathanael Suluh, kemudian angkatan 2022 oleh Muhammad Sadewo Prakoso, serta angkatan 2021 oleh Jungkung Laksito Adi.

Wisuda Prodi periode November kali ini diakhiri dengan persembahan oleh Sound of Chemica (SOC) yang dibawakan oleh Aidil Fitrah Ramadhani dan Khansa Khaulah Fatimah. Lalu, terdapat sesi dokumentasi yang menjadi penutup kegiatan. Dengan terlaksananya Wisuda Prodi November 2025, diharapkan acara ini dapat menjadi apresiasi dan dukungan bagi para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di Program Studi S-1 Teknik Kimia UNS agar terus termotivasi untuk berkarya, belajar, dan mewujudkan cita-cita di masa depan.



Share:

[PRESS RELEASE] Sharing is Caring 2025

HMTK FT UNS kembali melaksanakan Sharing is Caring pada Minggu, 16 November 2025. Kali ini acara dilaksanakan di Ruang Studio Perencanaan Wilayah dan Kota Lantai 3 Gedung II FT UNS pada pukul 09.00 s.d 11.45 WIB. Sharing is Caring atau biasa disebut SIC kali ini mengusung tema “Exploring Careers in Chemical Engineering with Insight and Experiences” yang dibawakan oleh Alfian Fathony, S.T., Alumni S-1 Teknik Kimia UNS 2012 sekaligus Mahasiswa S-2 Teknik Kimia UNS sampai sekarang. Berikut materi-materi yang dibawakan oleh pembicara:

Sharing is Caring 2025

HMTK FT UNS kembali melaksanakan Sharing is Caring pada Minggu, 16 November 2025. Kali ini acara dilaksanakan di Ruang Studio Perencanaan Wilayah dan Kota Lantai 3 Gedung II FT UNS pada pukul 09.00 s.d 11.45 WIB. Sharing is Caring atau biasa disebut SIC kali ini mengusung tema “Exploring Careers in Chemical Engineering with Insight and Experiences” yang dibawakan oleh Alfian Fathony, S.T., Alumni S-1 Teknik Kimia UNS 2012 sekaligus Mahasiswa S-2 Teknik Kimia UNS sampai sekarang. Berikut materi-materi yang dibawakan oleh pembicara:

Ruang lingkup pembahasan:

  1. Karier Teknik Kimia

  2. Kesenjangan antara dunia akademis dan industri

  3. Strategi meraih cita-cita

  4. Cara menerapkan dan mengembangkan ilmu Teknik Kimia

A. Karier Fresh Graduate dalam Bidang Teknik Kimia

  1. Pabrik (oil&gas, pupuk, farmasi, semen, dan lain-lain). Pekerjaan yang paling umum diambil lulusan Teknik Kimia adalah Process Engineer, yang bertugas melakukan optimasi dan monitoring proses produksi. Selain itu, lulusan Teknik Kimia juga dapat berkarier di bidang pemasaran, business development, dan tidak selalu harus bertugas sebagai process engineer.

  2. Perusahaan Engineering/EPC (Engineering, Procurement, and Construction). Bekerja pada sektor EPC selama kurang lebih lima tahun dapat membuka peluang lebih besar untuk bergabung ke industri besar seperti Pertamina dan perusahaan besar lainnya.

  3. Perusahaan Jasa (Service Company)

  4. Perusahaan Teknologi (Technology Company) yang mengembangkan teknologi terkait lisensi maupun non-lisensi, serta terlibat dalam desain reaktor.

  5. Riset/penelitian di laboratorium.

  6. Akademisi yang bekerja sebagai dosen.

  7. Regulator yang bekerja sebagai ASN, misalnya di SKK Migas.

  8. Lain-lain (di luar rumpun teknik kimia)

Diharapkan mahasiswa mengetahui arah karier yang ingin dituju sebelum lulus, serta mempersiapkan proses wawancara dan memahami alur proses industri.
Pertimbangan setelah lulus meliputi aspek finansial, relasi, pengalaman, ilmu, dan jarak dengan keluarga.

B. Kesenjangan antara Akademis dan Industri

  1. Ilmu yang dipelajari di kampus akan diterapkan di dunia kerja. Teknik Kimia UNS mengajarkan kompetensi yang dapat masuk dalam delapan kategori pekerjaan yang telah dijelaskan. Sekitar 20% aktivitas perkuliahan memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kehidupan profesional.

  2. Fluida merupakan materi yang sangat penting karena pertemuan dengan berbagai jenis fluida pasti terjadi di dunia industri.

  3. Penerapan materi di industri umumnya lebih sederhana dibandingkan teori di perkuliahan; di pabrik sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan memasukkan data yang sudah tersedia.

  4. Least Cost Routing (LCR) diterapkan di beberapa pabrik.

  5. Di industri, penurunan rumus jarang dilakukan, namun hal tersebut merupakan bagian penting dalam dunia akademis.

  6. Perancangan pabrik pada tugas akhir menjadi indikator nyata kesenjangan akademis–industri, karena saat wawancara kerja biasanya akan ditanyakan mengenai perancangan pabrik dan proses yang berjalan.

C. Strategi untuk Meraih Cita-Cita

  1. Mengidentifikasi kebutuhan perusahaan untuk menunjang pekerjaan di industri yang dituju.

  2. Mendalami materi kuliah, misalnya proses kontrol, agar memiliki gambaran mengenai penerapannya di dunia kerja.

  3. Mengembangkan keterampilan non-teknis. Tidak hanya mengejar IPK, tetapi juga membangun communication skill yang sangat penting saat wawancara.

  4. Melatih kemampuan bahasa Inggris, terutama karena dalam proyek industri sering bekerja sama dengan pihak internasional; serta mempelajari ilmu perancangan.

  5. Mengumpulkan informasi mengenai pabrik dari segi peluang dan gaji untuk menentukan arah karier.

  6. Peka terhadap kondisi ekonomi, baik global maupun nasional.

  7. Menyadari bahwa persaingan kerja ketat karena adanya kompetisi dengan lulusan kampus besar. Mencari peluang kecil tetap penting untuk pengembangan diri.

  8. Pro hearing adalah lowongan kerja yang hanya diketahui oleh orang dalam.
    Open hearing adalah lowongan terbuka dengan persaingan lebih ketat.

  9. Setelah lulus, tidak perlu terlalu berfokus pada aspek finansial; tetapi mencari pengalaman kerja sesuai bidang sangat dianjurkan.

D. Cara Menerapkan dan Mengembangkan Ilmu Teknik Kimia agar Menjadi Engineer yang Baik

  1. Saat bekerja sebagai process engineer, akan diperoleh ilmu baru seperti desain alat, perancangan, serta pengoperasian alat industri. Pengetahuan tersebut dapat dipelajari dari senior yang berpengalaman dan selanjutnya dapat diterapkan serta dikembangkan untuk berinovasi.

  2. Continuous learning adalah kunci untuk menjadi ahli. Jangan terlalu nyaman pada satu jenis pekerjaan; terus mencari pengalaman dan ilmu baru agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

  3. Tetap optimis dan mampu membaca peluang. Hindari ego berlebihan. Pendapatan terbesar umumnya berasal dari wirausaha.

SIC membantu mahasiswa menentukan rencana setelah lulus. Mahasiswa perlu dipersiapkan sebagai human capital yang harus siap bekerja, bersungguh-sungguh belajar, memahami materi perkuliahan secara mendalam, dan terus mengembangkan diri.









Share:

Postingan Populer

Arsip Blog