[PRESS RELEASE] KUNJUNGAN DAN SILATURAHMI HMTK FT UNS x HMTRKI SV UNDIP

KUNJUNGAN DAN SILATURAHMI HMTK FT UNS x HMTRKI SV UNDIP

Pada hari Sabtu, 12 September 2026 telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi yang dilaksanakan di Universitas Diponegoro. Kegiatan ini diikuti oleh 114 peserta, yang terdiri dari 56 orang pengurus HMTK FT UNS, 55 orang pengurus HMTRKI SV UNDIP, dan 3 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 06.30 s.d. 16.30 WIB.

Kegiatan diawali dengan persiapan keberangkatan pada pukul 06.30–07.33 WIB. Setelah itu, peserta melakukan perjalanan menuju Universitas Diponegoro pada pukul 07.33–09.14 WIB. Setibanya di Universitas Diponegoro, kegiatan dilanjutkan dengan mobilisasi menuju Widya Puraya dan dokumentasi pada pukul 09.14–09.47 WIB. Selanjutnya, peserta melakukan perjalanan menuju Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro pada pukul 09.47–09.50 WIB. Sesampainya di lokasi, peserta mengikuti briefing Safari Lab pada pukul 09.50–09.56 WIB, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Safari Lab pada pukul 09.56–11.03 WIB. Setelah kegiatan Safari Lab selesai, peserta melakukan moving venue dan registrasi pada pukul 11.03–11.23 WIB.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan opening pada pukul 11.23–11.25 WIB. Setelah itu, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars HMTK FT UNS, dan Mars HMTRKI SV UNDIP pada pukul 11.25–11.34 WIB. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana Kunjungan dan Silaturahmi HMTRKI SV UNDIP pada pukul 11.34–11.36 WIB, kemudian sambutan Ketua HMTRKI SV UNDIP pada pukul 11.36–11.38 WIB dan sambutan Ketua HMTK FT UNS pada pukul 11.38–11.40 WIB.

Memasuki kegiatan inti, peserta mengikuti presentasi program kerja HMTRKI SV UNDIP pada pukul 11.40–12.06 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan presentasi program kerja HMTK FT UNS pada pukul 12.06–12.41 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) pada pukul 12.41–13.50 WIB.

Setelah ISHOMA, peserta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada pukul 13.50–15.30 WIB sebagai wadah diskusi, bertukar informasi, serta mempererat hubungan antara HMTK FT UNS dan HMTRKI SV UNDIP. Setelah sesi FGD selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking pada pukul 15.30–16.00 WIB. Selanjutnya, dilakukan closing statement dan penyerahan plakat pada pukul 16.00–16.30 WIB sebagai penutup rangkaian kegiatan Kunjungan dan Silaturahmi.

Kegiatan kunjungan dan silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi wadah dalam memperkuat tali silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, serta meningkatkan kerja sama antarhimpunan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbuka kesempatan untuk menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan, guna menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam pelaksanaan program kerja di masa mendatang.




Share:

[PRESS RELEASE] Wisuda Prodi Agustus 2026

WISUDA PRODI PERIODE AGUSTUS 2026

Telah diselenggarakannya Wisuda Prodi Periode Agustus pada Jumat, 28 Agustus 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dan Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Wisuda Prodi bertujuan sebagai bentuk apresiasi serta sambutan kepada wisudawan dan wisudawati Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Pada periode Agustus ini, terdapat dua wisudawan yang diwisuda, yakni Kevin Christian, S.T. dan Mathew Inrianto B. N., S.T. Acara ini dihadiri oleh Kepala Program Studi, para wisudawan, serta Mahasiswa Aktif S-1 Teknik Kimia dari angkatan 2022 hingga angkatan 2026.

Acara Wisuda Prodi kali ini dibuka oleh MC yaitu Raihan Aqil Ridwan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Rangkaian acara selanjutnya yaitu sambutan dari Ketua HMTK, Muhammad Abil Aqilla, serta sambutan dari Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia, Dr. Ir. Joko Waluyo, S.T., M.T. Dalam pesannya, beliau memberikan selamat kepada wisudawan yang telah menyelesaikan studinya, menekankan untuk tetap semangat dan tidak pernah berhenti belajar juga menggali terus menggali minat. Beliau juga menyampaikan tentang membangun portofolio dengan mengikuti kegiatan organisasi maupun lomba untuk menyempurnakan CV (Curriculum Vitae) dan yang terpenting untuk menjaga kesehatan diri baik secara fisik maupun mental.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Wisudawan, Kevin Christian, S.T. Setelah itu, acara diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari tiap angkatan, dimulai dari angkatan 2022 yang diwakili oleh Dafiq Alghifari Naryanto, angkatan 2023 oleh Dimas Nabil Fii Sabilillah, angkatan 2024 oleh Davyn Darma Andi Lolo, serta angkatan 2025 oleh Wafa Afifudin Haryansyah.


Wisuda Prodi periode Agustus kali ini diakhiri dengan persembahan oleh Sound of Chemica (SOC) yang dibawakan oleh Gabriella Irenne Putty Heramurthi. Lalu, terdapat sesi dokumentasi yang menjadi penutup kegiatan. Dengan terlaksananya Wisuda Prodi Agustus 2026, diharapkan acara ini dapat menjadi apresiasi dan dukungan bagi para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di Program Studi S-1 Teknik Kimia UNS agar terus termotivasi untuk berkarya, belajar, dan mewujudkan cita-cita di masa depan.


Share:

[PRESS RELEASE] SARASEHAN GANJIL S-1 TEKNIK KIMIA 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan program Sarasehan Teknik Kimia secara hybrid pada Rabu, 5 Agustus 2026. Bertempat di Ruang Multimedia Gedung 4 FT UNS dan melalui platform Zoom Meeting, acara yang merupakan program kerja Bidang Hubungan Masyarakat Divisi Kesejahteraan Mahasiswa HMTK FT UNS ini mengusung tema "Sosialisasi Perkuliahan dan Aspirasi Mahasiswa" dengan fokus utama pada persiapan akademik dan peningkatan fasilitas pendukung perkuliahan bagi mahasiswa S-1 Teknik Kimia. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.41 WIB ini dihadiri oleh Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS, dosen, serta mahasiswa Teknik Kimia UNS. Rangkaian acara yang dimoderatori oleh Berliana Puspita Adhika Putri ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari ketua umum HMTK Muhammad Abil Aqilla, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti, sesi tanya jawab aspirasi mahasiswa, serta diakhiri dengan dokumentasi dan penutupan.

SARASEHAN GANJIL S-1 TEKNIK KIMIA 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan program Sarasehan Teknik Kimia secara hybrid pada Rabu, 5 Agustus 2026. Bertempat di Ruang Multimedia Gedung 4 FT UNS dan melalui platform Zoom Meeting, acara yang merupakan program kerja Bidang Hubungan Masyarakat Divisi Kesejahteraan Mahasiswa HMTK FT UNS ini mengusung tema "Sosialisasi Perkuliahan dan Aspirasi Mahasiswa" dengan fokus utama pada persiapan akademik dan peningkatan fasilitas pendukung perkuliahan bagi mahasiswa S-1 Teknik Kimia.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.41 WIB ini dihadiri oleh Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS, dosen, serta mahasiswa Teknik Kimia UNS. Rangkaian acara yang dimoderatori oleh Berliana Puspita Adhika Putri ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari ketua umum HMTK Muhammad Abil Aqilla, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti, sesi tanya jawab aspirasi mahasiswa, serta diakhiri dengan dokumentasi dan penutupan.

Materi utama disampaikan oleh Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS, Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. Dalam paparannya, beliau menyoroti evaluasi akademik, teknis pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), serta regulasi perkuliahan terkini. Terkait prosedur administrasi akademik, pengisian KRS dilakukan melalui sistem Siakad masing-masing mahasiswa. Proses validasi mensyaratkan konsultasi wajib dengan Dosen Pembimbing Akademik (PA) secara tatap muka untuk mendapatkan tanda tangan. Lembar KRS yang telah ditandatangani selanjutnya wajib dipindai dan dikirimkan melalui tautan yang telah ditentukan sesuai kelompok angkatan. Adapun pengumpulan KRS secara fisik untuk pengecapan hanya diberlakukan bagi mahasiswa yang memiliki persyaratan dokumen khusus, seperti pemberkasan ujian. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pemilihan kelas. Untuk mata kuliah Simulasi Desain Proses, mahasiswa diutamakan untuk mengambil kelas sesuai asalnya dan sisanya baru dialokasikan ke kelas D. Prodi juga berkomitmen untuk membuka empat kelas untuk mata kuliah semester 5 dan meminta mahasiswa yang akan mengulang untuk menyampaikan hal tersebut guna penjadwalan yang lebih baik.

Sebagai upaya memastikan kelancaran studi mahasiswa, disampaikan pula aturan mengenai monitoring dan evaluasi. Batas maksimal pengerjaan laporan Kerja Praktek (KP) adalah enam bulan, dan keterlambatan di luar batas waktu tersebut berkonsekuensi pada perolehan nilai maksimal C atau keharusan mengulang KP. Sementara itu, durasi penelitian diupayakan maksimal selama satu tahun, dengan Presentasi Hasil Penelitian pada akhir semester 7 yang dapat digantikan dengan bukti keikutsertaan dalam seminar nasional/internasional atau bukti submit artikel jurnal sesuai kebijakan riset grup.

Menutup sesi pemaparan, Dr. Joko Waluyo menyampaikan tujuan utama dari program studi, yaitu menghasilkan lulusan yang bekerja secara profesional, mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu teknik kimia, serta berkembang sebagai pribadi yang memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, kesadaran nasional, dan fleksibilitas dalam pengembangan diri. Penekanan pada kemampuan fundamental rekayasa, perancangan eksperimen, desain, problem solving, etika profesi, komunikasi yang baik, hingga pengetahuan kewirausahaan menjadi poin penting dalam catatan pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa.

Sesi selanjutnya yang menjadi sorotan utama adalah penyampaian aspirasi mahasiswa. Dalam forum ini, beberapa pertanyaan dan saran disampaikan secara langsung oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai angkatan, mulai dari definisi lulus tepat waktu, penambahan dan perbaikan stop kontak di ruang kelas, hingga berbagai usulan perbaikan fasilitas laboratorium Dasar Teknik Kimia seperti penggantian timbangan analitik dengan ketelitian lebih tinggi, penambahan magnetic stirrer hotplate, perbaikan ruang asam dan blower, serta penyediaan pompa pipet dan micropipette. Pihak prodi merespons dengan menyatakan bahwa sebagian besar usulan akan segera dikomunikasikan dengan laboran dan beberapa peralatan akan segera diupayakan pengadaannya. Aspirasi mengenai pembenahan meja bundar di lobby lantai 1 juga disampaikan dan akan ditindaklanjuti bersama dengan permohonan penambahan stop kontak.

Terkait program akademik, mahasiswa menanyakan ketersediaan Hibah MBKM untuk periode Agustus 2026 hingga Januari 2027 serta program KMB UNS melalui Coursera. Pihak prodi menyatakan bahwa program tersebut kemungkinan akan diadakan namun dengan kuota terbatas, dan disarankan untuk diikuti mulai semester 6. Mengenai pengambilan Tugas Akhir, disarankan untuk mengambilnya di semester 7 agar semester 8 fokus pada penyelesaian TA, sementara untuk lokasi Kerja Praktek, muncul usulan agar regulasi dilonggarkan sehingga mahasiswa dapat melakukan KP di service company atau perusahaan pihak ketiga yang masih berkaitan dengan Teknik Kimia, tidak harus di industri hilir yang memiliki reaktor. Usulan ini akan menjadi pembahasan lebih lanjut oleh para dosen. Selain itu, mahasiswa juga menanyakan kemungkinan adanya kelas khusus untuk mengulang mata kuliah, yang direspons dengan mempersilakan mahasiswa untuk menghubungi dosen terkait dengan konsekuensi harus benar-benar mengambil kelas tersebut jika dibuka.

Penyelenggaraan sarasehan ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi yang lebih efektif antara program studi dan mahasiswa. Melalui wadah penyampaian aspirasi, kritik, dan saran ini, sivitas akademika Teknik Kimia FT UNS berkomitmen untuk mewujudkan perbaikan kualitas pendidikan, fasilitas, dan regulasi yang berkelanjutan demi terciptanya lulusan yang kompeten dan profesional.



Share:

[BUTENA 4] Anjang Karya

ANJANGKARYA


Anjang karya merupakan  kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengunjungi langsung fasilitas produksi industri guna mengamati penerapan prinsip-prinsip Teknik Kimia, seperti neraca massa, reaksi kimia, hingga  perpindahan panas, secara langsung di dunia industri. Tiga pabrik, tiga wajah teknik kimia, melalui kunjungan ke tiga industri yang bergerak di bidang mereka, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai beragam penerapan ilmu Teknik Kimia. Di Indocement, mahasiswa berhadapan dengan reaksi kalsinasi dan perpindahan panas dalam skala raksasa yang menjadi inti produksi semen. Di Pupuk Kujang, mahasiswa menyaksikan secara langsung berbagai konsep dalam mata kuliah Teknik Reaksi Kimia dan Termodinamika yang  berjalan nyata dalam satu rangkaian proses pabrik mulai dari reforming, shift conversion, absorpsi gas, hingga sintesis Haber–Bosch. Di Amerta Indah Otsuka, mahasiswa mempelajari penerapan neraca massa, pengendalian proses, dan sistem kendali mutu yang menjadi fondasi industri pangan dan minuman. 

  Pada hari pertama anjangkarya industri pertama yang akan dikunjungi adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., sebuah usaha berupa industri semen yang  didirikan pada tanggal 4 Agustus 1975.  PT Indocement Tunggal Prakarsa plant yang berada di Citeureup, Bogor, mengolah bahan baku menjadi semen dengan kapasitas 2,5 juta ton/tahun dan sekitar 3.400 pekerja (data Desember 2022)Indocement memproduksi beragam jenis semen dan material konstruksi, dengan merek dagang utama Semen Tiga Roda dan Semen Rajawali. Kategori produk semen utamanya mencakup Ordinary Portland Cement (OPC) dan Portland Composite Cement (PCC) untuk berbagai skala konstruksi, dari perumahan hingga bangunan yang membutuhkan ketahanan terhadap sulfat.  Di luar produk semen konvensional, Indocement juga menyediakan lini material bangunan praktis melalui seri Mortar (TR-10, TR-15, TR-18, TR-20, dan TR-30 Acian Putih) yang difungsikan khusus untuk perekat bata, plester, perata lantai, hingga acian halus.




Proses produksi semen di PT Indocement Tunggal Prakarsa diawali dengan penambangan kapur pada gunung kapur di sekitar pabrik. Bahan baku lainnya untuk membuat semen adalah tanah liat, pasir besi, dan pasir silika. Bongkahan-bongkahan kapur berukuran besar diperkecil dengan menggunakan crusher. Setelah itu, digiling lagi dengan menggunakan mill sehingga teksturnya seperti pasir. Proses selanjutnya yaitu  berada di storage untuk pencampuran awal sekaligus kontrol kualitas. Lalu dimasukkan ke dalam raw mill untuk penggilingan hingga mencapai target modulus. Setelah berada di raw mill, produk disimpan pada sillo raw mill. Kemudian produk dipanaskan  hingga ±1500–2000°C, mengubah material padat menjadi cair sebagian, lalu didinginkan mendadak di cooler dan clinker cooler. Lalu pada cement mill dilakukan penggilingan akhir clinker menjadi semen. Proses terakhir dalam produksi semen yaitu pengemasan.

Terdapat dua reaksi kimia utama dalam proses produksi semen. Reaksi pertama adalah kalsinasi:

CaCO₃ → CaO + CO₂↑

Reaksi endotermik ini berlangsung sekitar 90% di sistem Pre-Heater (kalsiner,cyclone untuk perpindahan panas, dan riser duct yang memperlama waktu tinggal material). Sementara itu, sekitar 10% sisanya berlangsung di rotary klin.

    Reaksi kedua adalah reaksi klinkerisasi, yaitu proses ketika CaO hasil kalsinasi bereaksi SiO₂, Al₂O₃, dan Fe₂O₃ pada suhu tinggi sehingga membentuk empat senyawa utama yang menyusun clinker yaitu.

  •  C₃S (3CaO·SiO₂ — Alite) — penyumbang kekuatan awal

  • C₂S (2CaO·SiO₂ — Belite) — penyumbang kekuatan jangka panjang

  • C₃A (3CaO·Al₂O₃) — bereaksi paling cepat dengan air

  • C₄AF (4CaO·Al₂O₃·Fe₂O₃) — pemberi warna abu-abu khas semen

Kategori Alternative Fuel and Raw Material (AFR) ternyata jauh lebih variatif dari yang dibayangkan mulai dari sekam padi, serbuk gergaji, dan cangkang serta tandan kosong kelapa sawit, sampai sepatu bekas (termasuk sepatu Nike yang gagal QC, karena solnya berbahan turunan minyak bumi) dan popok bekas/kedaluwarsa. Seluruh AFR tersebut dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian batu bara sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah. Satu hal yang perlu diperhatikan, yakni kandungan sulfur dan klor yang tinggi pada AFR, apabila bercampur dengan abu (ash), akan berpotensi mempercepat pengerasan abu tersebut, sehingga komposisi AFR tetap harus dikontrol ketat. 



Indocement gencar melakukan inovasi untuk menekan dampak lingkungan. Salah satu langkah utamanya adalah penggunaan bahan bakar alternatif berupa Refuse-Derived Fuel (RDF) yang berasal dari sampah perkotaan, yang tidak hanya mengurangi emisi COtetapi juga membantu mengatasi permasalahan sampah kota. Upaya-upaya tersebut telah membantu perusahaan menurunkan emisi karbon hingga 520 kilogram CO2 per ton semen, melalui kombinasi bahan bakar alternatif, material pengganti klinker seperti slag dan fly ash, serta pemanfaatan panel surya di kompleks pabrik. Indocement juga berinovasi pada sisi produk dengan mengembangkan dan memasarkan berbagai jenis semen hijau, seperti Portland Composite Cement (PCC), Portland Pozzolan Cement (PPC), semen slag, dan semen hidraulis.

Industri selanjutnya yang akan dikunjungi pada hari pertama yakni PT Amerta Indah Otsuka. Di awal berdirinya pada tahun 1997, Otsuka merupakan perusahaan afiliasi dari Otsuka Pharmaceutical Co. Ltd., Jepang, yang memulai perjalanannya di Indonesia dengan nama PT Kapal Indah Otsuka. Perusahaan ini terbentuk dari hasil investasi bersama antara Otsuka Pharmaceutical Jepang dan PT Kapal Api dengan Pocari Sweat sebagai produk pertamanya. Kemudian di tahun 1999, PT Kapal Indah Otsuka mengubah namanya menjadi PT Amerta Indah Otsuka. Seiring berkembangnya perusahaan, pada tahun 2004 PT Amerta Indah Otsuka membuka pabrik pertama yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat.



PT Amerta Indah Otsuka memproduksi berbagai minuman isotonik dan makanan

kesehatan. 

  • Pocari Sweat: Minuman isotonik untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang.

  • Ion Water: Varian minuman isotonik rendah kalori untuk gaya hidup sehari-hari.

  • Soyjoy: Camilan sehat (snack bar) yang terbuat dari 100% tepung kedelai utuh dan buah asli.

  • Oronamin C: Minuman vitamin C dan B berkarbonasi yang mengandung madu untuk kebutuhan harian.

  • Fibe Mini: Minuman serat harian (daily fiber drink) untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.



Produsen Pocari Sweat, Ion Water, SOYJOY, Oronamin C, dan Fibe Mini ini menunjukkan sisi lain penerapan teknik kimia. Jika industri sebelumnya didominasi  oleh reaksi kimia bersuhu dan  bertekanan tinggi, di PT Amerta Indah Otsuka perhatian justru tertuju pada neraca massa yang presisi, pengendalian proses, dan sistem kendali mutu yang berlapis. Sebelum digunakan sebagai bahan baku minuman, air melewati serangkaian tahapan  pengolahan, mulai dari penyaringan menggunakan  pasir dan karbon aktif, softeningreverse osmosis, hingga sterilisasi menggunakan UV dan ozon. Elektrolit dicampurkan lewat sistem dosing otomatis agar konsentrasinya konsisten di setiap botol, sebelum melalui pasteurisasi dan pengisian aseptik (aseptic filling) dalam ruangan steril. Sebelum memasuki tahap pengemasan, setiap botol diperiksa secara otomatis. Botol dengan volume atau tekanan yang sedikit saja menyimpang dari standar, akan langsung disortir keluar dari jalur produksi sehingga hanya produk yang memenuhi spesifikasi yang dilanjutkan ke tahap pengemasan.


Pada hari kedua anjangkarya, industri terakhir  yang akan dikunjungi adalah PT Pupuk Kujang. PT Pupuk Kujang merupakan salah satu pabrik pupuk tertua di Indonesia dan bagian dari lima pabrik pupuk di bawah Pupuk Indonesia. Produknya yakni amonia, urea, NPK, pupuk organik, serta produk samping karbon monoksida dan hidrogen. Pupuk Kujang didirikan oleh Pemerintah Indonesia pada Juni 1975. Pabrik Kujang 1A mampu memproduksi 570.000 ton urea dan 330.000 ton amonia per tahun. Pada tahun 1997, perusahaan ini resmi menjadi bagian dari holding BUMN pupuk di bawah naungan Pupuk Sriwidjaja. Selain memproduksi pupuk urea non-subsidi merek "Nitrea" (2013) dan membangun pabrik NPK Granular berkapasitas 100.000 ton per tahun (2015), mereka juga mulai mengoptimalkan gas sisa buangan dari pabrik 1A dan 1B.  Gas sisa ini berhasil disulap menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui peresmian fasilitas pabrik karbon dioksida cair.



Proses produksi urea diawali dengan tiga bahan baku utama, yaitu gas alam, air, dan udara. Ketiga bahan baku ini kemudian memasuki serangkaian proses kimia yang rumit untuk menghasilkan tiga komponen kunci, yaitu nitrogen (N2), hidrogen (H2), dan karbon dioksida (CO2). Ketiga bahan baku ini kemudian memasuki serangkaian proses kimia yang rumit untuk menghasilkan tiga komponen kunci. Amonia yang dihasilkan kemudian dialirkan ke unit urea. Dalam proses ini, amonia bereaksi dengan karbon dioksida dalam reaktor urea. Reaksi ini menghasilkan urea cair dan air.

Urea cair yang dihasilkan kemudian diproses lebih lanjut untuk menghilangkan kandungan airnya. Urea yang sudah kering kemudian dibentuk menjadi butiran-butiran kecil berdiameter 1-2 mm melalui proses granulasi di prilling tower. Butiran urea ini kemudian dialirkan ke area bagging station melalui conveyor untuk dikemas dan didistribusikan ke petani.

Memasuki usia ke-51 tahun, Pupuk Kujang gencar melakukan transformasi digital di berbagai aspek operasional perusahaan, mengusung tema Transformasi Digital Menuju Kujang Emas 2045. Inovasi terbarunya adalah peluncuran ekosistem digital terintegrasi bernama Kujang Prime (Plant Reliability, Integrated & Management Excellence) yang terdiri atas lima aplikasi unggulan, yakni Kujang Zenith, Mars, Padiku, Spirit, dan Siaga. Transformasi ini memungkinkan karyawan mendeteksi kendala operasional secara lebih dini, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi waktu kerja, serta menekan biaya cetak dan distribusi dokumen. Selain digitalisasi, Pupuk Kujang juga berkomitmen terhadap target net zero emission dengan menetapkan baseline emisi sebesar 1.172.084 ton CO2 ekuivalen dari cakupan Scope 1 dan Scope 2, yang akan diturunkan secara bertahap hingga tahun 2050 melalui strategi pengurangan emisi langsung maupun tidak langsung di seluruh lini operasional.


Anjang karya kali ini tidak hanya sebatas berkunjung ke pabrik saja, tetapi juga mencakup kegiatan wisata berkunjung ke Alun-alun Kota Bandung dan Trans Studio Bandung. Alun-alun Kota Bandung menawarkan pesona tersendiri sebagai destinasi wisata sejarah yang kaya akan nilai historis dan cerita masa lalu kota. Sementara itu, Trans Studio Bandung menyajikan pengalaman wisata modern yang lengkap seperti berbagai wahana hiburan, sekaligus mendapatkan edukasi interaktif secara menyenangkan.




DAFTAR PUSTAKA


Institut Teknologi Bandung, 2018. Kunjungan Industri ke PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Departemen Teknik Kimia ITB.

https://che.itb.ac.id/2018/08/29/kunjungan-industri-ke-pt-indocement-tunggal-prakarsa-tbk/


Lestarini, A.H., 2021. Kurangi dampak lingkungan, Indocement pakai terobosan bahan bakar alternatif. Medcom.id.

https://www.medcom.id/ekonomi/sustainability/yKXj3z4b-kurangi-dampak-lingkungan-indocement-pakai-terobosan-bahan-bakar-alternatif


PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (n.d.). Sekilas perseroan. Indocement.

https://www.indocement.co.id/id/company/about-us/sekilas-perseroan


PT Pupuk Kujang. (n.d.) Process Production.

https://pupuk-kujang.co.id/production/process-production


PT Pupuk Kujang. (n.d.) Proses Produksi NPK.

https://www.pupuk-kujang.co.id/production/process-production/proses-produksi-npk1728087227


Wikipedia. (n.d.) Indocement. Wikipedia

https://id.wikipedia.org/wiki/Indocement#cite_note-18


Wikipedia. (n.d.) Pupuk KujangWikipedia Bahasa Indonesia

https://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_Kujang











 




Share:

[PRESS RELEASE] RAPAT KOORDINASI 2 HMTK FT UNS 2026

Pada Minggu, 14 Juni 2026 dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi 2 yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 86 peserta, yang terdiri dari 84 orang pengurus HMTK FT UNS dan 2 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.05 s.d 12.55 WIB. Rapat koordinasi 2 diawali dengan penayangan video Safety Induction, lalu pembukaan oleh MC Olivia Lailatul Zulfa, dilanjutkan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Acara dipimpin Ketua Umum Muhammad Abil Aqilla dengan sesi pertamanya pukul 08.18-08.30, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan proker setengah periode ke depan tiap bidang: POSDM (08.30-09.18), PMB (09.18-09.42), Humas (09.42-09.51), Bendahara (09.53-10.00), Sekretaris (10.00-10.09), PSP (10.09-10.21), Kewirausahaan (10.21-10.47), dan terakhir bidang Medinfo (10.47-11.00).

RAPAT KOORDINASI 2 HMTK FT UNS 2026

Pada Minggu, 14 Juni 2026 dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi 2 yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh 86 peserta, yang terdiri dari 84 orang pengurus HMTK FT UNS dan 2 orang BSO HMTK. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.05 s.d 12.55 WIB.

Rapat koordinasi 2 diawali dengan penayangan video Safety Induction, lalu pembukaan oleh MC Olivia Lailatul Zulfa, dilanjutkan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Acara dipimpin Ketua Umum Muhammad Abil Aqilla dengan sesi pertamanya pukul 08.18-08.30, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan proker setengah periode ke depan tiap bidang: POSDM (08.30-09.18), PMB (09.18-09.42), Humas (09.42-09.51), Bendahara (09.53-10.00), Sekretaris (10.00-10.09), PSP (10.09-10.21), Kewirausahaan (10.21-10.47), dan terakhir bidang Medinfo (10.47-11.00).

Setelah sesi dari tiap-tiap bidang di HMTK sudah dipaparkan, dilanjutkan sesi pembahasan terkait BSO yaitu BSO AiChE pada pukul 11.00-12.00. Selanjutnya pembahasan BSO ECODAYS pada pukul 11.27-12.00. Terakhir, acara ditutup dengan sesi dokumentasi. Dengan diselenggarakan Rapat Koordinasi 2, diharapkan saran dan masukan mengenai proker dan nonproker yang telah disampaikan dapat dilaksanakan kedepannya.





Share:

[PRESS RELEASE] RAPAT PLENO TENGAH 2026

RAPAT PLENO TENGAH HMTK FT UNS 2026

               Pada Sabtu, 13 Juni 2026, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS melaksanakan Rapat Pleno Tengah secara luring di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan ini diikuti oleh peserta, yang terdiri dari 80 orang pengurus HMTK FT UNS dan 1 orang BSO HMTK FT UNS. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.05 - 17.10 WIB. 

             Rapat Pleno Tengah diawali dengan penayangan video Safety Induction pada pukul 13.08 - 13.14 WIB. Lalu, kegiatan dibuka oleh MC, yaitu Fiari Aline Shabrina, dan acara dilanjutkan dengan Pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Selanjutnya, sesi pembahasan tiap bidang yang dipimpin dan diawali oleh Muhammad Abil Aqilla selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2026, memaparkan tentang hambatan, solusi, dan tindak lanjut kendala di HMTK FT UNS beserta BSO. Selanjutnya, sesi tiap-tiap bidang yang berisi pemaparan Laporan Pertanggungjawaban proker dan nonproker. Sesi dimulai dari bidang PSP dan diikuti bidang-bidang lainnya seperti Sekretaris, Humas, KWU, POSDM, Bendahara, Medinfo, dan bidang PMB.

           Setelah sesi dari tiap-tiap bidang di HMTK sudah dipaparkan, dilanjutkan sesi pembahasan terkait BSO. Sesi pertama pada pukul 17.21 -  18. 02 WIB adalah BSO AIChE. Terakhir, acara ditutup dengan sesi dokumentasi. Dengan diselenggarakan Rapat Pleno Tengah, diharapkan dapat menjadi sarana dalam membahas evaluasi program kerja setengah periode, juga sebagai sarana bagi anggota HMTK untuk menyalurkan kritik dan saran terkait program kerja HMTK yang akan berjalan.




Share:

CHEMAGZ 2026 Edisi 1

Chemagz Flipbook
1 / 20
Drag atau klik tepi untuk membalik halaman
↓ Unduh Chemagz 1
1 / 20 100%
Share:

[PRESS RELEASE] KULIAH UMUM KEWIRAUSAHAAN

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Kewirausahaan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini mengusung tema "Entrepreneurship for Well-Being: Balancing Profit and Mental Health" dan menghadirkan Aditya Agustin Yudi Ardiyanto, selaku pendiri bisnis kuliner Padma SOC dan Wokway, sebagai pembicara utama. Dalam acara tersebut, beliau membagikan wawasan dan pengalaman nyatanya seputar dunia bisnis kepada para mahasiswa. Mengawali pemaparannya, Aditya menceritakan perjalanan awal berbisnisnya yang hanya bermodalkan telepon seluler serta keberanian untuk membuat konten saat orang lain belum melakukannya. Pelanggan pertamanya berasal dari tahap uji coba yang kemudian berlanjut menjadi konsumen tetap. Seiring berjalannya waktu, beliau berhasil mengelola empat merek kuliner, yaitu Padma, Malika, Cepat Makan, dan Wokway. Walaupun terasa melelahkan, hal tersebut mampu menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Namun, bisnis Malika terpaksa ditutup karena terus merugi meskipun awalnya sempat menjanjikan. Akibatnya, Padma kini menjadi usaha yang paling aktif beroperasi.

KULIAH UMUM KEWIRAUSAHAAN 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Kewirausahaan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini mengusung tema "Entrepreneurship for Well-Being: Balancing Profit and Mental Health" dan menghadirkan Aditya Agustin Yudi Ardiyanto, selaku pendiri bisnis kuliner Padma SOC dan Wokway, sebagai pembicara utama. Dalam acara tersebut, beliau membagikan wawasan dan pengalaman nyatanya seputar dunia bisnis kepada para mahasiswa.

Mengawali pemaparannya, Aditya menceritakan perjalanan awal berbisnisnya yang hanya bermodalkan telepon seluler serta keberanian untuk membuat konten saat orang lain belum melakukannya. Pelanggan pertamanya berasal dari tahap uji coba yang kemudian berlanjut menjadi konsumen tetap. Seiring berjalannya waktu, beliau berhasil mengelola empat merek kuliner, yaitu Padma, Malika, Cepat Makan, dan Wokway. Walaupun terasa melelahkan, hal tersebut mampu menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Namun, bisnis Malika terpaksa ditutup karena terus merugi meskipun awalnya sempat menjanjikan. Akibatnya, Padma kini menjadi usaha yang paling aktif beroperasi.

Beliau juga menyampaikan bahwa ide bisnis bisa datang dari mana saja. Hal tersebut dibuktikan melalui pengalaman mendirikan usaha Wokway. Usaha tersebut lahir dari pengamatannya terhadap konsep dapur terbuka pada film layar lebar berjudul Hunger. Di samping pencarian ide, strategi pemasaran juga harus diperkuat, misalnya melalui permainan nama merek yang kreatif serta pemanfaatan tren untuk membuat kampanye promosi. Namun, di balik strategi pemasaran yang baik, selalu ada tantangan operasional yang harus dihadapi. Beliau mengakui bahwa salah satu tantangan terberatnya adalah mengatur pergantian menu setiap tiga bulan di Padma agar tetap menarik minat pelanggan.

Perjalanan operasional Padma menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Pada bulan pertama, Padma hanya menghasilkan pendapatan satu juta rupiah, namun angka tersebut melonjak menjadi delapan juta rupiah pada bulan kesepuluh. Saat ini, Padma menghabiskan biaya operasional sekitar 15 hingga 20 juta rupiah setiap bulannya dengan total pemasukan mencapai 460 juta rupiah. Bisnis ini mencetak keuntungan bersih sebesar 80 juta rupiah, salah satunya didukung oleh daya tarik fasilitas kolam ikan koi. Meskipun demikian, beliau juga pernah mengalami kerugian terbesar akibat kematian ikan koi senilai satu juta rupiah per ekor akibat kecerobohan pelanggan. Pencapaian keuntungan hingga ratusan juta dari satu tempat usaha dinilai memberikan hasil yang nyata, walau terkadang memicu rasa kesepian bagi pemiliknya karena sering disepelekan pada tahap awal. Tantangan lainnya adalah menyesuaikan harga dengan keinginan pasar sebab harga yang terlalu murah terkadang justru membuat masyarakat ragu dan tidak percaya.

Selain mengelola kuliner, pembicara yang belajar bisnis secara mandiri lewat YouTube ini juga pernah merintis bisnis parfum dengan modal awal 18 juta rupiah untuk mengurus perizinan resmi. Parfum tersebut sukses diekspor ke Malaysia seharga 38 ringgit per botol karena pasar di sana sedang berkembang pesat. Beliau bahkan pernah merilis novel dengan bantuan kecerdasan buatan untuk mengembangkan ceritanya, meskipun angka penjualannya di pasar Singapura terbukti lebih rendah daripada pasar Amerika Serikat. Menurutnya, seorang pengusaha harus cerdik memanfaatkan waktu luang dan melihat peluang, bahkan bisa membeli usaha yang hampir tutup untuk dikembangkan kembali menjadi produk bernilai tinggi.

Terkait dinamika dalam menjalankan usaha, Aditya menegaskan bahwa seorang pengusaha tidak boleh terus-menerus mengorbankan kesehatan mentalnya. Rumus keberhasilan yang selalu beliau pegang adalah keseimbangan antara stabilitas mental dikalikan keuntungan akan menghasilkan bisnis yang mampu bertahan lama. Beliau menyadari bahwa keseimbangan ini mungkin akan sedikit mengurangi keuntungan secara finansial, tetapi hal tersebut penting untuk kualitas hidup pengusaha itu sendiri. Untuk mencapai hal ini, pengusaha disarankan menghindari pekerjaan serabutan dan mulai menerapkan manajemen waktu yang teratur. Terdapat empat pilar utama yang harus dijaga, yakni membangun sistem operasional yang baik, mengukur keuntungan secara tepat dengan menyulap barang biasa menjadi produk unggulan, mempercayai tim melalui pembagian tugas, serta berfokus pada pengendalian sumber daya manusia. Menurutnya, menjalin komunikasi yang baik antargenerasi sangatlah penting, apalagi pola pikir Generasi Z terbukti jauh lebih luas. Beliau juga berpesan agar pengusaha memiliki visi yang jelas karena banyak penanam modal yang siap berinvestasi pada potensi generasi muda.

Lebih lanjut, Aditya membagi dunia kerja menjadi karyawan, pemilik usaha, dan orang yang tidak bekerja. Perbedaan antara karyawan dan pemilik usaha adalah karyawan bisa beristirahat usai jam kerja, sedangkan pemilik usaha terus memikirkan kelangsungan bisnisnya. Di lapangan, pengusaha justru kerap kesulitan mencari tenaga kerja menengah akibat rendahnya komitmen pelamar. Mengingat beratnya beban merintis usaha, generasi muda disarankan menambah keterampilan melalui kelas daring dan bekerja di perusahaan lain terlebih dahulu guna mempelajari sistem manajerial. Terakhir, beliau menyoroti kesalahan umum pengusaha, yaitu merekrut terlalu banyak karyawan, mengabaikan efisiensi demi kenyamanan, terlalu sibuk di lapangan, serta enggan memperbarui ilmu bisnis.

Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi pergantian menu berkala, metode peningkatan omzet, tantangan awal merintis bisnis kuliner, hingga cara mempertahankan stabilitas operasional dan menyikapi keraguan keluarga. Beliau menjelaskan bahwa rotasi menu diterapkan untuk menyajikan hidangan versi terbaik guna membangun kepercayaan pelanggan. Dalam upaya meningkatkan omzet, beliau merekomendasikan pendekatan adaptif melalui evaluasi berkala, pemasangan iklan digital, dan pemanfaatan agen promosi luar daerah yang lebih efisien. Selain itu, ditekankan bahwa untuk menjaga kualitas operasional usaha di tengah ketidakstabilan ekonomi, pemilik bisnis wajib memperhatikan kesejahteraan pegawai melalui pemberian fasilitas makan, kelonggaran cuti, serta jadwal olahraga rutin. Menyikapi tantangan awal merintis usaha, para pemula disarankan untuk membangun sistem yang matang, memisahkan uang bisnis dari uang pribadi, dan mencari modal sendiri atau memanfaatkan dukungan keluarga yang sudah ada.

Dengan diadakannya Kuliah Umum Kewirausahaan 2026 ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami pentingnya keseimbangan antara keuntungan finansial dan kesehatan mental dalam berbisnis serta memperoleh gambaran nyata mengenai sistem manajerial dan strategi operasional pada dunia wirausaha. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa terkait tantangan dunia bisnis sekaligus mempersiapkan mereka untuk menghadapi lingkungan kerja profesional yang menuntut kemampuan adaptasi, inovasi, dan kesadaran kesehatan mental yang tinggi.






Share:

Postingan Populer

Arsip Blog