[PRESS RELEASE] C-NAR (Career Development Seminar) 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan kegiatan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu C-Nar atau Career Development Seminar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 yang bertempat di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik UNS. C-Nar (Career Development Seminar) kali ini menghadirkan narasumber hebat yaitu Is Heriyanto S.H. selaku Direktur Utama PT. Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk. Acara ini mengusung tema “Career Readiness & Strategic Entry to the Workforce”. Acara ini dipandu oleh Alice selaku moderator.

C-NAR (Career Development Seminar) 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan kegiatan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu C-Nar atau Career Development Seminar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 yang bertempat di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik UNS.

C-Nar (Career Development Seminar) kali ini menghadirkan narasumber hebat yaitu Is Heriyanto S.H. selaku Direktur Utama PT. Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk. Acara ini mengusung tema “Career Readiness & Strategic Entry to the Workforce”. Acara ini dipandu oleh Alice selaku moderator.

C-Nar kali ini membahas mengenai personal branding dan persiapan dunia kerja. Pembicara menceritakan pengalaman hidupnya sebelum akhirnya berhasil dalam dunia kerja. Sangat penting untuk mengerti tujuan hidup dan pengembangan diri. Setiap orang perlu menentukan apakah ingin mengendalikan arah hidupnya sendiri atau hanya mengikuti arus. Oleh karena itu, penting untuk memiliki tujuan atau target dari sekarang.

Narasumber menjelaskan empat tahapan penting dalam personal branding, yaitu dikenal (bagaimana cara agar orang lain mengenal diri kita), disukai (memastikan apakah sikap dan kepribadian kita disukai oleh orang lain), diterima (berani menunjukkan kemampuan dan mencoba hal hal baru), dan dipercaya (membangun kepercayaan melalui konsistensi dan tanggung jawab).

Tujuan hidup perlu disertai dengan doa, rasa syukur, dan usaha yang konsisten. Di era perkembangan AI, kemampuan teknis saja belum cukup, maka harus memiliki skill tambahan seperti ilmu komunikasi, negosiasi, artikulasi, pemilihan kata yang tepat, kemampuan memahami kebutuhan dunia kerja, dan kemampuan menghasilkan sesuatu yang bernilai dan profitable.

Dengan diadakannya acara ini, kami berharap mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret dapat semakin termotivasi dan mampu mempersiapkan diri dengan lebih matang dalam menghadapi tantangan karier di masa depan, sehingga dapat berkompetisi di tingkat internasional. Untuk mengembangkan skill dan personal branding, seseorang harus berani mengambil keputusan dan memulai langkah pertama. Ide yang bagus tidak boleh hanya disimpan dalam pikiran, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dengan cara yang masuk akal dan efektif.

Share:

[PRESS RELEASE] Upgrading Pengurus HMTK FT UNS 2026

Upgrading merupakan suatu acara yang rutin diadakan setiap tahun yang diselenggarakan oleh bidang POSDM. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan keakraban dari setiap anggota, kerja sama, kesolidaritasan antar sesama, koordinasi, semangat dan kekeluargaan antar pengurus dan meminimalisir terjadinya permasalahan-permasalahan yang terjadi baik dalam internal maupun eksternal dari sebuah himpunan yang dapat mengurangi kesolidaritasan antar pengurus di HMTK FT UNS. Upgrading HMTK FT UNS 2026 dilaksanakan di Villa Griya Gayatri, Tawangmangu selama 2 hari yaitu pada tanggal 16 hingga 17 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh Pembina HMTK FT UNS (Dr. Ir. Sunu H Pranolo, S.T., M.Sc.), 70 pengurus HMTK FT UNS 2026, dan 24 demisioner dari angkatan 2022 hingga 2024.

Upgrading Pengurus HMTK FT UNS 2026

Upgrading merupakan suatu acara yang rutin diadakan setiap tahun yang diselenggarakan oleh bidang POSDM. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan keakraban dari setiap anggota, kerja sama, kesolidaritasan antar sesama, koordinasi, semangat dan kekeluargaan antar pengurus dan meminimalisir terjadinya permasalahan-permasalahan yang terjadi baik dalam internal maupun eksternal dari sebuah himpunan yang dapat mengurangi kesolidaritasan antar pengurus di HMTK FT UNS. Upgrading HMTK FT UNS 2026 dilaksanakan di Villa Griya Gayatri, Tawangmangu selama 2 hari yaitu pada tanggal 16 hingga 17 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh Pembina HMTK FT UNS (Dr. Ir. Sunu H Pranolo, S.T., M.Sc.), 70 pengurus HMTK FT UNS 2026, dan 24 demisioner dari angkatan 2022 hingga 2024.



Rangkaian acara upgrading pada hari pertama, Sabtu 16 Mei 2026, dimulai pukul 11.30 WIB dengan keberangkatan pengurus menuju Villa Griya Gayatri. Pengurus dibagi ke dalam dua bus dan tiba di Villa Griya Gayatri sekitar pukul 12.15 WIB. Acara dilanjutkan dengan ishoma hingga pukul 16.00 WIB, dan setelahnya diisi dengan sesi sambutan oleh para demisioner. Acara selanjutnya dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB yaitu pemaparan materi oleh Pembina HMTK FT UNS. Dr. Ir. Sunu H Pranolo, S.T., M.Sc. dengan tema "Upgrading". Beliau memperkenalkan siklus perbaikan diri seperti Plan (rencana), Do (kerjakan), Checking (refleksi), lalu sadari kesalahan dan lakukan lebih baik. Sikap-sikap ini sangat penting untuk diperluas ke lingkup sosial. Bapak Sunu juga mengingatkan agar tidak takut menghadapi ujian, karena ujian adalah sarana meng-upgrade diri. Poin penting lainnya adalah keselamatan yang perlu menjadi kebiasaan-jangan sampai IPK tinggi tetapi mengabaikan keselamatan diri dan lingkungan. Acara selanjutnya yaitu sesi materi yang disampaikan oleh pemateri, Rizqi dan Caesario dengan materi "Keorganisasian". Kemudian pada pukul 22.30 WIB, dilaksanakan acara diskusi bersama para demisioner. Acara di hari pertama diakhiri pada pukul 24.00 WIB dan dilanjut dengan sesi Focus Group Discussion bersama demisioner sampai jam setengah 2 dan dilanjutkan dengan adanya istirahat untuk para peserta.

Acara selanjutnya yaitu senam bersama pada pukul 06.30 WIB dan dilanjutkan dengan sarapan pagi. Pukul 08.00, acara upgrading pengurus HMTK FT UNS 2026 memasuki acara yang ditunggu-tunggu, yaitu games yang berguna untuk meningkatkan rasa kekeluargaan di antara pengurus HMTK FT UNS 2026. Pada sesi outbond ini, seluruh pengurus berkumpul di lapangan depan villa dan dibagi ke dalam 8 kelompok dan terdiri dari 4 kloter, dimana masing-masing kloter terdiri dari 2 kelompok. Keempat kloter tersebut harus mencari dan menyelesaikan permainan yang ada di setiap pos dengan total ada 5 pos yang tersebut di sekitar Villa. Sesi games berakhir pada pukul 11.00 WIB dan selesainya kegiatan outbond ini menandakan telah berakhirnya acara Upgrading Pengurus HMTK FT UNS 2026. Acara selanjutnya yaitu persiapan untuk check out hingga pukul 11.50 WIB dan pengurus kembali ke solo pada pukul 12.00 WIB.


Melalui beragam keseruan dan serangkaian kegiatan Upgrading Pengurus HMTK FT UNS 2026 ini, diharapkan seluruh pengurus HMTK FT UNS 2026 tidak hanya dapat mempererat hubungan antar anggota, meningkatkan keakraban, dan membangun kerja sama yang solid, tetapi juga mampu mengevaluasi dan mengembangkan kualitas diri secara menyeluruh. Kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus penyemangat untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menghadapi dinamika dalam kepengurusan maupun dunia perkuliahan. Kehadiran demisioner sebagai narasumber juga menjadi kesempatan emas untuk menjalin silaturahmi, bertukar pengalaman, dan menyerap wawasan yang bermanfaat.

Semoga dengan semangat yang diperoleh dari kegiatan ini, seluruh pengurus dapat terus berproses, tidak berhenti belajar, dan senantiasa melakukan upgrade diri demi keberjalanan organisasi yang lebih baik dan berdampak kedepannya. Peserta menyimpulkan bahwa dalam acara upgrading ini mengingatkan betapa pentingnya 100% komitmen dalam organisasi dari merencanakan, mengeksekusi, hingga berbenah. Harapannya, ke depan HMTK bisa lebih baik dalam komunikasi, profesionalisme, dan pembagian kerja. Pesan terakhirnya adalah jangan lama-lama untuk demotivasi, dan bangun inisiatif untuk bonding secara lebih terbuka.

Share:

[PRESS RELEASE] KULIAH UMUM PSP 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu Kuliah Umum HMTK 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Sri Darmastuti, S.T. dan Danu Nugroho, S.T., M.Eng., yang membahas mengenai process safety serta penerapan sistem keselamatan dan operasional pada industri migas offshore. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa Teknik Kimia mengenai pentingnya keselamatan proses industri serta gambaran nyata dunia kerja di sektor minyak dan gas.

KULIAH UMUM PSP 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu Kuliah Umum HMTK 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Sri Darmastuti, S.T. dan Danu Nugroho, S.T., M.Eng., yang membahas mengenai process safety serta penerapan sistem keselamatan dan operasional pada industri migas offshore. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa Teknik Kimia mengenai pentingnya keselamatan proses industri serta gambaran nyata dunia kerja di sektor minyak dan gas.

Pada sesi pertama, Sri Darmastuti, S.T. memaparkan materi mengenai process safety dan manajemen risiko pada industri proses. Materi diawali dengan pembahasan berbagai kecelakaan industri berskala besar seperti kebakaran di Pertamina Balongan dan tragedi gas Bhopal di India yang menjadi contoh nyata pentingnya penerapan sistem keselamatan dalam industri. Dijelaskan bahwa kecelakaan proses tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta korban jiwa di area sekitar industri. Dalam pemaparannya, dijelaskan berbagai istilah penting seperti hazard sebagai sumber bahaya, threat sebagai ancaman, risk sebagai risiko, serta consequence atau impact sebagai dampak yang ditimbulkan. Salah satu contoh hazard yang dibahas adalah Methyl Isocyanate (MIC), zat beracun yang terlibat dalam tragedi Bhopal akibat kebocoran gas dari pabrik pestisida yang berada dekat pemukiman warga. Kegagalan safety barriers seperti tidak berfungsinya cooling system, tidak diterapkannya prevention barrier dengan baik, hingga sirine peringatan yang tidak dinyalakan menjadi faktor utama besarnya dampak tragedi tersebut.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai berbagai jenis kecelakaan proses seperti Vapor Cloud Explosion (VCE) dan BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion). Selain itu, dijelaskan pula bahwa seorang engineer harus mampu mempertimbangkan aspek perlindungan peralatan, pengendalian proses, serta management of change (MOC) agar perubahan pada sistem maupun peralatan tidak meningkatkan potensi kecelakaan.

Dalam penerapan process safety, risk management menjadi bagian yang sangat penting. Proses ini dilakukan melalui identifikasi risiko, penerapan control menggunakan barrier, serta monitoring secara berkelanjutan. Pemateri juga menjelaskan berbagai metode analisis risiko yang umum digunakan di industri, seperti What If Analysis, HAZID, HAZOP, Checklist, hingga Quantitative Risk Assessment (QRA). Metode-metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi safeguards, serta mengukur tingkat risiko baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Selain itu, dibahas pula mengenai perbedaan occupational safety dan process safety. Occupational safety lebih berfokus pada keselamatan individu pekerja, sedangkan process safety menitikberatkan pada pencegahan kecelakaan besar dalam sistem proses industri. Dalam praktiknya, penerapan keselamatan tidak hanya mengandalkan satu sistem proteksi, tetapi menggunakan konsep multilayer protection dan Safety Integrity Level (SIL) untuk memastikan keandalan sistem keselamatan.

Pemateri juga menjelaskan berbagai konsep penting lain seperti Loss of Primary Containment (LOPC), safeguard system yang meliputi prevention, detection, control, mitigation, dan recovery, hingga pentingnya mechanical integrity dan Pre-Startup Safety Review (PSSR) sebelum fasilitas dioperasikan. Selain itu, dijelaskan bahwa dalam perancangan pabrik, aspek safety harus menjadi prioritas utama mulai dari pemilihan material, desain tekanan operasi, hingga sistem proteksi terhadap overpressure maupun underpressure.

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi process safety di industri. Diskusi membahas penggunaan metode kuantitatif dalam analisis risiko, penerapan AI pada occupational safety, standar pelaksanaan HAZOP, hingga sistem proteksi kebakaran di industri migas. Selain itu, pemateri juga memberikan berbagai tips bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri, seperti pentingnya menjaga fit to work, mengikuti sertifikasi pendukung seperti K3 Migas, serta aktif dalam kegiatan organisasi untuk meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi.

Memasuki sesi kedua, Danu Nugroho, S.T., M.Eng. memaparkan materi mengenai operasi offshore dan well intervention pada industri minyak dan gas. Dijelaskan bahwa well intervention dilakukan untuk menjaga performa produksi sumur agar tetap optimal. Area kerja offshore mencakup berbagai platform di laut seperti Sisi Nubi, Bekapai, South Mahakam, dan Peciko yang beroperasi menggunakan kapal maupun barge khusus. Dalam operasional offshore, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Permit to Work (PTW) menjadi salah satu prosedur penting yang wajib diterapkan sebelum pekerjaan dilakukan. Selain itu, platform offshore juga dilengkapi berbagai safety system seperti APAR khusus, water sprinkler, life raft, CO₂ system, fire pump, hingga emergency response system untuk mengantisipasi potensi kebakaran maupun kebocoran gas.

Pemateri juga menjelaskan berbagai jenis peralatan dan fasilitas yang terdapat di platform offshore, mulai dari boat landing, cellar deck, mezzanine, hingga upper weather deck. Pada area tersebut terdapat berbagai sistem seperti pig launcher, gas lift scrubber, booster compressor, generator, hingga X-mas tree yang berfungsi mendukung proses produksi minyak dan gas. Selain itu, dijelaskan pula bahwa beberapa platform telah menggunakan solar panel sebagai supporting system untuk menjaga suplai daya pada safety system apabila genset mengalami gangguan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai sistem kerja offshore yang berlangsung selama 24 jam menggunakan shift siang dan malam dengan pola kerja 14 hari on dan 14 hari off. Pemateri juga menjelaskan berbagai jenis kompetensi dan sertifikasi yang diperlukan di industri offshore, seperti Basic Safety Training, well control, ANT, ATT, serta berbagai sertifikasi nasional maupun internasional lainnya.

Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses produksi offshore, pengeboran minyak, proses sementing, hingga pengolahan dry gas dan wet gas. Dijelaskan bahwa proses produksi dilakukan langsung di area offshore menggunakan instalasi dan jalur pipa bawah laut yang mengalirkan hasil produksi menuju darat. Dalam proses pengeboran digunakan water based mud dengan treatment tertentu untuk mencapai specific gravity yang dibutuhkan selama operasi.

Diskusi juga membahas tantangan pengolahan cadangan gas dengan kandungan CO₂ tinggi seperti di Natuna Timur, penggunaan solar panel di platform offshore, hingga peran services company seperti Halliburton, SLB, dan El Nusa dalam kegiatan drilling maupun cementing. Selain itu, dijelaskan pula mengenai penggunaan Blowout Preventer (BOP), sistem kontrol tekanan tinggi hingga 5000 psi, serta pentingnya pengujian berkala untuk mencegah potensi kebocoran gas pada operasi pengeboran.

Dengan diadakannya Kuliah Umum HMTK 2026 ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia UNS dapat memahami pentingnya penerapan process safety dalam industri proses serta memperoleh gambaran nyata mengenai sistem operasional dan keselamatan kerja pada industri migas offshore. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa terkait tantangan dunia industri sekaligus mempersiapkan mereka untuk menghadapi lingkungan kerja profesional yang menuntut kompetensi teknis, kemampuan problem solving, dan kesadaran keselamatan yang tinggi.


Share:

[PRESS RELEASE] CHEMICAL SPORTS LEAGUE 2026

Chemical Sports League (CSL) adalah program yang diselenggarakan oleh bidang Pengembangan Minat dan Bakat setiap tahunnya. Pada tahun 2026, CSL diselenggarakan 5 hari pada tanggal 2-3 Mei dan dilanjut tanggal 7-9 Mei. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS dari angkatan 2022 hingga 2025 yang turut memeriahkan seluruh rangkaian pertandingan. CSL 2026 dibuka secara resmi pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Lapangan Futsal Kencana, Jebres. Acara diawali dengan pembukaan oleh satu perwakilan dari Divisi Acara, Ketua Pelaksana, dan Ketua HMTK. Berlanjut dengan babak penyisihan Futsal dan mendapat antusias tinggi dari mahasiswa yang mendukung tim masing-masing angkatan. Pada hari Minggu, 3 Mei 2026, diadakan pertandingan basket di Lapangan Fakultas Teknik UNS dan e-sport Mobile Legends Bang Bang di ruang kelas 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik UNS. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, pertandingan cabang futsal kembali diadakan di Lapangan Fakultas Teknik UNS dengan agenda Semifinal dan Final. Pada hari Jumat, 8 Mei 2026, diadakan pertandingan voli pada babak penyisihan di Lapangan Voli Randusari. Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 diadakan pertandingan bulu tangkis dari babak penyisihan hingga final, mencakup kategori ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran di GOR Kartini, Palur, lalu rangkaian acara ditutup dengan semifinal dan final voli pada malam harinya di Lapangan Voli Randusari.

CHEMICAL SPORTS LEAGUE 2026

Chemical Sports League (CSL) adalah program yang diselenggarakan oleh bidang Pengembangan Minat dan Bakat setiap tahunnya. Pada tahun  2026, CSL diselenggarakan 5 hari pada tanggal 2-3 Mei dan dilanjut tanggal 7-9 Mei. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS dari angkatan 2022 hingga 2025 yang turut memeriahkan seluruh rangkaian pertandingan.

CSL 2026 dibuka secara resmi pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Lapangan Futsal Kencana, Jebres. Acara diawali dengan pembukaan oleh satu perwakilan dari Divisi Acara, Ketua Pelaksana, dan Ketua HMTK. Berlanjut dengan babak penyisihan Futsal dan mendapat antusias tinggi dari mahasiswa yang mendukung tim masing-masing angkatan. Pada hari Minggu, 3 Mei 2026, diadakan pertandingan basket di Lapangan Fakultas Teknik UNS dan e-sport Mobile Legends Bang Bang di ruang kelas 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik UNS. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, pertandingan cabang futsal kembali diadakan di Lapangan Fakultas Teknik UNS dengan agenda Semifinal dan Final. Pada hari Jumat, 8 Mei 2026, diadakan pertandingan voli pada babak penyisihan di Lapangan Voli Randusari. Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 diadakan pertandingan bulu tangkis dari babak penyisihan hingga final, mencakup kategori ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran di GOR Kartini, Palur, lalu rangkaian acara ditutup dengan semifinal dan final voli pada malam harinya di Lapangan Voli Randusari.

Dalam ajang Chemical Sport League (CSL) 2026, cabang futsal berhasil dimenangkan oleh tim Alelopati (Teknik Kimia angkatan 2022) sebagai juara pertama, disusul oleh Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024) di posisi kedua. Pada cabang voli, Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024) berhasil meraih juara satu, sementara posisi runner-up ditempati oleh Excelsior (Teknik Kimia angkatan 2023). Untuk cabang basket, juara pertama diraih oleh Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024), diikuti oleh Excelsior (Teknik Kimia angkatan 2023) di peringkat kedua, dan Covalence (Teknik Kimia angkatan 2025) sebagai juara ketiga. Di cabang bulu tangkis ganda putra, pasangan Dafiq Alghifari Naryanto dan Edrick Valentinus (Teknik Kimia angkatan 2022) berhasil menjadi juara, dengan posisi kedua ditempati oleh Muhammad Afrizal dan Raditya Danu Bawono (Teknik Kimia angkatan 2023). Pada nomor ganda putri, Hafia Dhea Khinanti berpasangan dengan Nabila Eka Putri Andani (Teknik Kimia angkatan 2024) berhasil meraih juara satu, diikuti oleh Rafa Widi Fauzia dan Nathasya Putri Ananda Lukman (Teknik Kimia angkatan 2024) sebagai juara dua. Terakhir, di nomor ganda campuran, pasangan Muhammad Iqbal Abdillah dan Theresia Yunita Lim (Teknik Kimia angkatan 2023) berhasil memenangkan juara pertama, sementara Steven Gerald Putra Martha Samosir dan Hafia Dhea Khinanti (Teknik Kimia angkatan 2024) meraih posisi kedua.

Setelah semua pertandingan selesai, dilanjutkan dengan pengumuman juara kompetisi, diumumkan pula penghargaan seperti Top Score yang diraih oleh Ridho Tri Widodo (Teknik Kimia angkatan 2025) dan Juara Umum yang dimenangkan oleh Artemis (Teknik Kimia angkatan 2024). Setelah itu, dilanjutkan dengan penutup oleh kesan-pesan singkat dari ketua panitia dan ketua HMTK FT UNS 2026.




Share:

[PRESS RELEASE] SOSIALISASI TUGAS AKHIR 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret kembali menyelenggarakan salah satu program kerja dari bidang Pengembangan Studi dan Pelatihan, yaitu Sosialisasi Tugas Akhir 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik UNS sebagai bentuk pembekalan awal bagi mahasiswa yang akan memasuki tahap Tugas Akhir. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. dan Jordan Jeremia, S.T., yang membahas secara menyeluruh mengenai alur, teknis, hingga gambaran nyata dalam mengerjakan Tugas Akhir, khususnya pada skema Praperancangan Pabrik Kimia (PPK). Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntun untuk memahami bahwa Tugas Akhir bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga proses penting yang menjadi jembatan menuju dunia profesional.

SOSIALISASI TUGAS AKHIR 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret kembali menyelenggarakan salah satu program kerja dari bidang Pengembangan Studi dan Pelatihan, yaitu Sosialisasi Tugas Akhir 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik UNS sebagai bentuk pembekalan awal bagi mahasiswa yang akan memasuki tahap Tugas Akhir.

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. dan Jordan Jeremia, S.T., yang membahas secara menyeluruh mengenai alur, teknis, hingga gambaran nyata dalam mengerjakan Tugas Akhir, khususnya pada skema Praperancangan Pabrik Kimia (PPK). Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntun untuk memahami bahwa Tugas Akhir bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga proses penting yang menjadi jembatan menuju dunia profesional.

Sesi pertama disampaikan materi oleh Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. yang menjelaskan gambaran umum Tugas Akhir sebagai tahap integratif yang menggabungkan seluruh ilmu yang telah dipelajari sejak semester awal. Beliau menekankan bahwa mahasiswa dapat mulai mengambil Tugas Akhir setelah memenuhi persyaratan akademik yang ditentukan, sehingga persiapan perlu dilakukan sejak lebih awal. Mahasiswa disarankan mulai memikirkan ide judul sejak semester 6, melanjutkan dengan penyusunan proposal di semester 7, hingga akhirnya memasuki tahap pengerjaan pada semester 8.

Selain itu, beliau juga memaparkan mekanisme pengajuan judul serta pembentukan tim. Mahasiswa dapat mengerjakan Tugas Akhir secara individu maupun berkelompok dengan maksimal dua orang. Dalam proses ini, pemilihan judul menjadi salah satu tahapan penting karena harus mempertimbangkan kelayakan, baik dari sisi teknis maupun ekonomi. Hal ini menjadi penentu apakah suatu rancangan dapat dilanjutkan atau perlu diperbaiki sejak awal.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Jordan Jeremia, S.T. yang memaparkan aspek teknis dalam pengerjaan Tugas Akhir, khususnya pada Perancangan Pabrik Kimia. Proses pengerjaan dimulai dari penentuan kapasitas pabrik, dilanjutkan dengan pemilihan reaksi, serta perhitungan neraca massa dan energi. Tahapan ini kemudian berkembang ke proses perancangan alat, baik peralatan utama maupun pendukung, hingga penyusunan sistem utilitas dan pengolahan limbah.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa dalam proses pengerjaan Tugas Akhir, mahasiswa akan banyak menggunakan berbagai tools pendukung seperti Microsoft Excel, Matlab, Aspen Hysys, AutoCAD, dan Visio. Penguasaan tools ini menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang ketepatan perhitungan serta visualisasi desain yang dihasilkan.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa selama proses pengerjaan Tugas Akhir. Konsistensi dalam berprogres, kemampuan mengatur waktu, serta komunikasi dengan dosen pembimbing dan partner menjadi faktor penting yang sangat mempengaruhi kelancaran proses. Rasa jenuh, perbedaan pendapat, hingga penurunan motivasi merupakan hal yang wajar terjadi, namun tetap perlu dihadapi dengan komitmen dan manajemen diri yang baik.

Melalui sesi diskusi, mahasiswa juga mendapatkan gambaran bahwa tidak semua judul yang diajukan akan langsung disetujui. Terdapat berbagai pertimbangan, terutama dari sisi kelayakan perhitungan, yang menentukan apakah suatu rancangan dapat dilanjutkan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam proses perancangan, ketelitian dan logika berpikir menjadi hal yang sangat penting.

Dengan diadakannya kegiatan Sosialisasi Tugas Akhir ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret dapat memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai alur dan strategi penyelesaian Tugas Akhir, sehingga lebih siap dalam menghadapi setiap prosesnya. Melalui persiapan yang matang, komunikasi yang efektif, serta konsistensi dalam berprogres, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan Tugas Akhir secara optimal dan tepat waktu, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di dunia profesional sebagai seorang engineer.



Share:

Postingan Populer

Arsip Blog