Minggu, 29 September 2019

Pelatihan MATLAB Untuk Mahasiswa Semester 3



Pelatihan software matlab dengan peserta anggota HMTK angkatan 2018 yang kini sedang menjalankan kuliah semester 3 diadakan pada Jumat, 20 September. Matlab akan digunakan pada matkul tertentu pada semester 4. Antusias para peserta sangat tinggi dengan penuhnya ruangan 308 dan keaktifan peserta dalam mengikuti acara sampai selesai.
Acara dimulai sekitar jam 1 siang, Addiva Febrianto yang menjadi pembicara saat itu menjelaskan cara penggunaan software tersebut. Peserta yang memang sudah ditentukan membawa laptop masing-masing sehingga tidak hanya mendengarkan dan melihat namun dapat mengaplikasikan secara langsung. Sebelumnya peserta sudah diwajibkan menginstall Matlab. Panitia membantu dalam penginstallan matlab dengan membagikan file agar peserta dapat menginstall. Apabila terdapat kesulitan dapat ditanyakan kepada panitia. Beberapa peserta tidak membawa laptop karena ada laptop yang tidak bisa diinstall. Hal ini bukan menjadi penghalang untuk belajar, dengan belajar bersama teman lain yang membawa laptop justru bisa saling berbagi informasi.
Penyerahan sertifikat menjadi akhir dari acara ini. Pelatihan yang berlangsung 120 menit ini diharapkan dapat membantu pembelajaran saat kuliah menggunakan software matlab dengan baik dan benar.

Pemberian Sertifikat kepada Pembicara oleh Ketua Pelaksana

Sabtu, 28 September 2019

Baksos HMTK 2019



Kegiatan bakti sosial adalah salah satu program kerja dari bidang Humas yang rutin dilaksanakan oleh HMTK FT UNS. Kegiatan Bakti Sosial berhasil dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 31 Agustus dan 1 September tahun 2019 di Dukuh Dungus, Desa Mundu, Klaten. Acara tersebut berjalan dengan lancar, dengan melibatkan panitia Bakti Sosial, beberapa narasumber serta antusisasme dari warga Dukuh Dungus.
Pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019 acara dimulai pukul 15.30 WIB dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Kepala Desa Mundu, serta Kepala Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Dr. Ir. Adrian Nur, S.T., M.T..  Kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Pewarna Makanan Alami oleh narasumber, Dr. Endang Kwartiningsih S.T.,M.T. diikuti demo pembuatan yoghurt oleh tim litbang Bakti Sosial. Sosialisasi dan demo dihadiri anggota dari Kelompok Wanita Ternak Margo Mulyo. Acara kemudian dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB dengan kegiatan menonton film bersama yang diperuntukan kepada warga Dukuh Dungus, baik orangtua maupun anak-anak dan berakhir pada pukul 21.00 WIB.


Hari Minggu, 1 September 2019, pada pukul 08.00 kegiatan dimulai dengan senam pagi untuk warga serta panitia dan dilanjutkan dengan beberapa lomba bagi warga, seperti menghias laying-layang, lomba makan kerupuk, tari balon dan balap karung. Selagi lomba berlangsung, dilakukan juga sosialisasi mengenai sabun oleh narasumber Dr. Ari Diana Susanti, S.T., M.T. yang kemudian dilanjutkan dengan demo pembuatan es krim oleh tim litbang baksos. Panitia kemudian juga membagikan sampel es krim yang sudah dibuat kepada ibu-ibu dan anak-anak yang mengikuti lomba. Pemenang dari lomba kemudian diumumkan dengan diselangi pemberian doorprize kepada warga. Acara ditutup dengan foto bersama panitia, narasumber dan juga warga.




Senin, 16 September 2019

BUTENA EDISI 7 : Ibukota Pindah ke Kalimantan? Kok Bisa? Worth It Kah?


Pada hari Senin (26/8/2019). Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta. Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Hasil kajian yang telah dilakukan pemerintah menyimpulkan bahwa lokasi Ibu Kota baru yang paling ideal adalah sebagian di Penajam Paser Utara dan sebagian di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kenapa harus pindah?
1.   Beban Jakarta saat ini sudah terlaalu berat; pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat   keuangan, pusat pedangan dan pusat jasa. Juga airport dan pelabuhan laut terbesar di   Indonesia
2.       Beban pulau jawa yang semakin berat dengan 54% total penduduk Indonesia dan 58%       PDB ekonomi Indonesia ada di pulau Jawa
3.        Kemacetan lalu lintas, polusi udara dan air yang harus segera ditangani
4.        Kesenjangan ekonomi

Lantas berapa biaya yang dibutuhkan???
RP 466 Triliun yang berasal dari: APBN, BUMN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, Swasta.

Ada sejumlah kriteria yang sempat disebutkan oleh pemerintahan terkait penunjukan wilayah yang akan dijadikan ibukota baru,
Posisi wilayah:
-            Dibagian tengah wilayah Indonesia
-            Tersedia lahan luas milik pemerintahan/bumn
-            Sedikit potensi bencana alam
Infrastruktur:
-            Akses mudah; bandara dan pelabuhan
-            Jaringan listrik dan komunikasi baik
-            Sumber daya air cukup
Sosial:
-            Tidak dekat dengan batas Negara lain
-            Miliki budaya terbuka terhadap pendatang
      
Semakin gencar dilontarkan pindahnya Ibu Kota tak lepas dari pro dan kontra. Dibalik pro dan kontra pemerintah ternyata telah menyiapkan tahapan pemindahan ibu kota untuk 5 tahun kedepan:
Tahun 2020
-          Pemerintah menargetkan landasan hukum pembangunan ibu kota
-          Pemerintah akan membentuk lembaga khusus untuk menangani perpindahan ibu kota
Tahun 2021 (giliran persiapan lahan yang dibutuhkan
-          Menyediakan lahan 40 ribu hektar (tahap awal)
-          Mulai membangun ibu kota
Tahun 2022 (dimulai proses pembangunan)
-          Membangun istana Negara & kantor pemerintahan
-          Mambangun gedung lembaga Negara
-          Membangun kompleks perumahan aparatur
Tahun 2024
-          Ibu kota resmi dipindahkan

Bagaimana nasib Jakarta selanjutnya?
Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan akan terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan dan pusat jasa berskala regional dan global.




Sumber:
BAPPENAS 2019
m.cnnindonesia.com




Rabu, 04 September 2019

BUTENA EDISI 6 : Paru-paru Dunia Terancam?


Hutan hujan Amazon di Brasil disebut sebagai paru-paru dari planet bumi karena peran pentingnya menyerap karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen (O2). Karbon dioksida termasuk gas rumah kaca yang merupakan salah satu penyebab global warming. World Wildlife Fund (WWF) mengatakan, hutan di wilayah Amerika Latin tersebut dapat menyerap antara 90 sampai 140 miliar ton karbon dioksida dan menyuplai 20% oksigen bumi. Hal ini turut membantu keseimbangan ekosistem bumi dan menjaga kestabilan iklim serta cuaca. Selain itu terdapat kurang lebih 3 juta spesies flora dan fauna pada hutan hujan ini.

Sebab Kebakaran Hutan Amazon
 Kebakaran liar bukan hal yang jarang di hutan Amazon, namun peneliti mengungkapkan kegiatan manusia seperti bercocok tanam dan pertambangan adalah penyebab utama dari kebakaran hutan. Hal ini karena para petani seringkali secara sengaja membakar hutan sebagai cara yang cepat untuk membuka lahan. Ditambah iklim panas, tentu api akan menyebar secara tidak terkendali.

#Presiden Brazil Mendapat Kritik?
Kritik serta kecaman publik banyak terarah kepada presiden dan pemerintah Brazil. Mengapa hal ini terjadi? Kritik tersebut muncul dikarenakan Bolsonaro mengeluarkan beberapa peraturan yang seolah-olah mendukung dilakukannya perluasan lahan demi kemajuan ekonomi dan bisnis di daerah-daerah.

Akibat Kebakaran Hutan Amazon
1.  Perubahan iklim global
2.  Karbon monoksida pada atmosfer bumi yang berdampak buruk pada kesehatan
3.  Hilangnya tempat tinggal suku-suku di Amazon
4.  Dieback pada hutan Amazon, yaitu kondisi dimana pohon dan tumbuhan akan mati dikarenakan keadaan lingkungan yang tidak mendukung

Upaya yang Dapat Kita Lakukan
Cara yang bisa kita lakukan untuk membantu hutan hujan Amazon:
1. Membantu berbagai komunitas dalam mengurangi dampak kebakaran hutan amazon dengan  melakukan donasi.
2. Menunjukan kepedulian kita dengan mempromosikan donasi, menandatangani petisi atau menyebarkan edukasi pentingnya menjaga kelestarian hutan.
3. Melakukan langkah kecil menyelamatkan bumi dengan menanam pohon, menghemat energi, melakukan 3R (reduce, reuse, dan recycle) sampah plastik, dll.

Sumber :
- worldwildlife.org
- businessinsider.sg
- liputan6.com

Minggu, 01 September 2019

Wisuda Jurusan Periode Agustus 2019

Terasa begitu singkat, waktu telah bergulir selama empat tahun sejak menimba ilmu di Progam Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik UNS. Masih terekam jelas memori saat memutuskan untuk melanjutkan studi di jurusan ini. Hingga kini, gelar Sarjana telah disematkan. Saatnya untuk mengemban amanah serta menghadapi fase baru dalam kehidupan.
Wisuda Jurusan menjadi rangkaian penutup yang manis yang menandakan akhir masa studi di S1 Teknik Kimia UNS. Salah satu program kerja dari Humas HMTK ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi oleh segenap keluarga Teknik Kimia FT UNS kepada Wisudawan/i yang dinyatakan telah selesai menempuh masa studinya.
Wisuda Jurusan Periode Agustus 2019 memiliki 2 rangkaian acara yaitu, wisuda kelas dan arak-arakan. Wisuda kelas dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Agustus 2019 pukul 15.30 WIB bertempat di ruang I308 Gd. 1 Fakultas Teknik UNS yang dihadiri oleh 19 wisudawan/i, Kaprodi Teknik Kimia, Ketua Himpunan, dan mahasiswa Teknik Kimia. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK, dilanjutkan sambutan dari Muhammad Fadilah Arsyad, S.T. selaku perwakilan wisudawan/i, Irvan Erwanda selaku Ketua Himpunan, dan Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. selaku perwakilan Kaprodi Teknik Kimia, kemudian penyerahan kenang-kenangan, dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Sambutan dari Perwakilan Wisudawan/i

Sambutan dari Ketua Himpunan
Sambutan dari Kaprodi Teknik Kimia FT UNS
Penyerahan Kenang-kenangan
Foto Bersama dengan Wisudawan/i

          Arak-arakan menjadi salah satu acara yang tidak boleh terlewatkan oleh mahasiswa Fakultas Teknik terutama Teknik Kimia. Acara ini menjadi salam perpisahan dari kami adik tingkat untuk para kakak tingkat yang telah menyelesaikan masa studinya. Arak-arakan dimulai pukul 09.00 setelah para wisudawan/i melaksanakan serangkaian acara dari Fakultas Teknik. Terlihat rona bahagia para wisudawan/i setelah keluar dari RSU Gd. 3 Fakultas Teknik UNS. Para wisudawan/i disambut dengan lagu Mars HMTK dan diarak hingga menuju rektorat untuk melaksanakan wisuda di Auditorium UNS. Gema lagu arak-arakan mewarnai atmosfer wisuda hari itu. Hingga tiba di lapangan rektorat para wisudawan/i berdiri dibawah tiang bendera dan Nandika Aji Saputra, S.T. selaku perwakilan wisudawan/i memberikan kesan pesan terakhir untuk para adik tingkat. Tak lupa mengabadikan momen dengan foto bersama. Arak-arakan ditutup dengan gema Mars HMTK.


Sambutan dari Perwakilan Wisudawan/i
Foto Bersama dengan Wisudawan/i
         Selamat kepada 19 wisudawan/i : Ade Dwi Utama, S.T., Reza Asma’ul Maydita, S.T., Fadilla Nuavan, S.T., Ihang Panji Pusaka, S.T., Muhammad Fadilah Arsyad, S.T., Anisa Raditya Nurohmah, S.T., Bagas Kiswantono, S.T., Elisa Purnomo Putri, S.T., Ike Puji Lestari, S.T., Jihan Fahrizal Ahmad, S.T., Muftikhatul Mu’awanah, S.T., Muhammad Vitrawandika, S.T., Nanda Erika Prastiwi, S.T., Nandika Aji Saputra, S.T., Queenta Perdania Putri, S.T., Rosana Budi Setyawati, S.T., Sakuntala Devi, S.T., Shofirul Sholikhatun Nisa, S.T., dan Ulfa Hardila Gitasari, S.T. Terimakasih kepada kakak-kakak atas bimbingan dan bantuannya selama ini. Kami dari keluarga Teknik Kimia FT UNS turut berbahagia dan kami ucapkan selamat kepada para wisudawan/i, semoga ilmu yang telah didapat dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa. BRAVO HMTK! JAYALAH TEKNIK KIMIA INDONESIA!
Foto Wisudawan/i bersama Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T.