Senin, 03 Agustus 2020

[PRESS RELEASE] Sarasehan 2020

         Pada Jumat, 24 Juli 2020 HMTK mengadakan kegiatan Sarasehan Teknik Kimia 2020 secara online via aplikasi zoom. Sarasehan merupakan salah satu program kerja HMTK FT UNS bidang Hubungan Masyarakat. Acara ini bertujuan sebagai ajang komunikasi dua arah antara pihak jurusan dan mahasiswa. Berupa aspirasi, kritik, dan saran dan kepada pihak jurusan dan sebaliknya teknik kimia UNS agar prodi teknik kimia lebih baik lagi

Acara ini dihadiri oleh beberapa dosen dan jajaran staff teknik kimia dan juga dihadiri oleh mahasiswa Teknik kimia UNS. Acara yang pertama adalah pembukaan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara yang selanjutnya adalah sambutan, dilanjutkan dengan pemaparan materi


Pemaparan dari Pak Dr. Adrian Nur, S.T., M.T. mengenai pelaksanaan kampus merdeka, dan SOP transkrip selama pandemi,



Bu Aida Nur Ramadhani, S.T., M.T. mengenai Sosialisasi Keselamatan Kerja di Laboratorium di Masa Pandemi COVID19 dan Prosedur izin bekerja di laboratorium

Bu Dr. Dwi Ardiana Setyawardhani, S.T., M.T. menyampaikan mengenai pelaksanaan Kerja Praktik, selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Bu Dr. Sperisa Distantina, S.T., M.T. mengenai pelaksanaan kuliah dan praktikum semester berikutnya, pelaksanaan anjang karya(AK), pelaksanaan magang, dan sistem transparansi nilai 


Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan aspirasi mahasiswa dan penutup

Selasa, 28 Juli 2020

BUTENA Edisi 7 : Thermogun dapat Menyebabkan Kerusakan Otak?

Thermogun merupakan salah satu jenis termometer inframerah untuk mengukur temperatur tubuh yang umumnya di arahkan ke dahi. Alat ini menjadi andalan utama sebagai alat skrining COVID-19 dengan gejala demam, alat ini tersedia hampir di setiap pintu masuk tempat umum dan perkantoran.

Bagaimana Prinsip Kerja Thermogun?

1. Setiap benda dengan temperatur lebih besar dari 0 Kelvin memancarkan radiasi (prinsip radiasi benda hitam), termasuk permukaan tubuh manusia

2. Energi radiasi dari permukaan tubuh ditangkap oleh sensor inframerah pada termometer

3. Termometer mengubah energi radiasi menjadi energi listrik dalam tampilan digital menunjukkan temperatur (oC).

Apakah thermogun dapat merusak otak?

Menurut Medical Editor SehatQ, dr. Karlina Lestari, informasi yang mengatakan thermo gun dapat merusak jaringan otak akibat radiasi laser yang dipancarkan adalah tidak benar alias hoax. 

“Informasi tersebut tidak benar ya, karena thermo gun tidak punya radiasi seperti halnya handphone. Cara kerja thermo gun adalah memantulkan gelombang inframerah dari tubuh,” ujar dr Karlina Lestari. 

Dokter Karlina juga menambahkan bahwa penggunaan thermo gun di dahi sudah lulus uji keamanan sehingga penggunaannya tidak perlu dikhawatirkan. 

“Penggunaan thermo gun di dahi dapat dikatakan akurat karena hasilnya sangat mendekati derajat suhu tubuh yang sebenarnya. Jika ada selisih hanya sekitar 0.3 derajat,” tambahnya.
 

Sumber :

https://fk.ui.ac.id

https://lifestyle.kompas.com

Jumat, 24 Juli 2020

[PRESS RELEASE] Rapat Pleno Tengah


Setengah Periode sudah kami lalui. Tagline #SinergisBermanfaat setia menemani kami sebagai Pengurus HMTK Periode 2020 agar selalu semangat mengemban amanah, menjaga semangat terus bersinergi dikala lelah dan memberikan yang terbaik dikala pandemi melanda.

Walaupun beberapa program kerja terkendala waktu dan kondisi untuk kami laksanakan namun tak apa jika tidak sesuai dengan agenda awal. Hingga tidak terasa sudah setengah periode kami lakukan, dan kami sebagai pengurus dalam pelaksanaan kegiatan harus pertanggungjawabkan kinerja kami selama setengah periode kepada Ketua HMTK Periode 2020, Harry Pramudya Rivelino.

Acara Rapat Pleno Tengah ini, kami laksanakan pada hari Jumat, 17 Juli 2020 dan Senin, 20 Juli 2020. Masing-masing kami adakan pada siang hingga sore hari melalui video conference via zoom

Diawali dengan menyanyikan indonesia raya dan menyanyikan mars HMTK dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Umum.

Tentunya acara inti berupa pemaparan pertanggungjawaban (LPJ), tiap bidang memaparkan evaluasi dari tiap realisasi program kerja dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian dari pengurus lainnya dibuktikan dari aktifnya para pengurus dalam menyampaikan pendapat pada sesi evaluasi setelah pemaparan.

Tanggapan berupa pertanyaan, kritik, dan saran dari pengurus lain menambah warna dalam acara rapat pleno tengah kami. Kegiatan dokumentasi kami lakukan walaupun tidak seperti biasanya, tetapi dapat mengambilnya dalam gambar tangkap layar (screenshot).

Doa bersama menjadi penutup kegiatan kami, rasa syukur kami panjatkan karena telah terlaksanakan kegiatan dengan lancar dan menjadi momen seluruh pengurus untuk berkumpul walau secara virtual.




Rabu, 22 Juli 2020

[PRESS RELEASE] #SinergiLawanPandemi II

            Sudah lebih dari 4 bulan Indonesia menetapkan status darurat virus SARS-CoV 2 atau yang lebih dikenal dengan virus Corona, yang merupakan penyebab penyakit Covid-19. Kota Surakarta sendiri sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhitung sejak tanggal 13 Maret 2020. Langkah ini diambil setelah 2 warga Solo yang dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. Moewardi dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Ditetapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Pusat di beberapa kota besar menyebabkan masyarakat terpaksa melakukan arahan dari pemerintah yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, serta ibadah di rumah untuk mengurangi interaksi antar manusia yang bisa berpotensi menjadi penyebab menularnya virus. Arahan dari pemerintah ini tidak hanya dijalankan oleh masyarakat di kota yang menerapkan PSBB saja, tetapi juga semua kota yang sudah terpapar virus corona.

Arahan dari pemerintah ini tentu saja tidak dapat diindahkan oleh seluruh masyarakat. Masih banyak masyarakat Indonesia yang merupakan pekerja harian, yang mana penghasilannya sangat bergantung dari pekerjaannya sehari-hari. Jika mereka tidak keluar rumah untuk bekerja, maka sesuap nasi pun hanya akan menjadi angan-angan belaka.

Hal ini yang membuat HMTK FT UNS tergerak untuk ikut berkontribusi dalam masalah ini dengan membuka open donasi bertajuk #SinergiLawanPandemi. HMTK FT UNS membuka open donasi untuk menyalurkan paket sembako seharga Rp 25.000,- kepada pekerja harian dan masyarakat terdampak Covid-19 di Surakarta.

Donasi terbuka untuk umum dan dipublikasikan melalui media sosial resmi HMTK FT UNS serta dibagikan melalui jarkoman yang disebar di banyak grup chat. Donasi dibuka pada tanggal 5 Mei 2020 dan ditutup pada tanggal 15 Mei 2020. HMTK FT UNS berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 12.571.241,- . Penyaluran donasi terbagi menjadi 2 batch. Penyaluran batch 1 telah dilaksanakan pada tanggal 19-20 Mei 2020 oleh volunteer mahasiswa Teknik Kimia yang berdomisili di Solo dan sekitarnya, dengan koordinator aksi Yudi Eka Fahroni (TK 18). Pada penyaluran batch 1 ini, sudah tersalur 250 paket sembako. Penyaluran batch 2 telah dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2020, 30 Juni 2020, 5 Juli 2020 dan 8 Juli 2020. Total sembako yang sudah tersalur pada penyaluran batch 1 dan batch 2 yaitu sebanyak 506 paket sembako. Aksi kami disambut antusias oleh warga yang memang benar-benar membutuhkan bantuan.

Untuk lampiran dana secara rinci, dapat diunduh dengan menekan kalimat ini.