Tampilkan postingan dengan label KWU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KWU. Tampilkan semua postingan

[PRESS RELEASE] KULIAH UMUM KEWIRAUSAHAAN

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Kewirausahaan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini mengusung tema "Entrepreneurship for Well-Being: Balancing Profit and Mental Health" dan menghadirkan Aditya Agustin Yudi Ardiyanto, selaku pendiri bisnis kuliner Padma SOC dan Wokway, sebagai pembicara utama. Dalam acara tersebut, beliau membagikan wawasan dan pengalaman nyatanya seputar dunia bisnis kepada para mahasiswa. Mengawali pemaparannya, Aditya menceritakan perjalanan awal berbisnisnya yang hanya bermodalkan telepon seluler serta keberanian untuk membuat konten saat orang lain belum melakukannya. Pelanggan pertamanya berasal dari tahap uji coba yang kemudian berlanjut menjadi konsumen tetap. Seiring berjalannya waktu, beliau berhasil mengelola empat merek kuliner, yaitu Padma, Malika, Cepat Makan, dan Wokway. Walaupun terasa melelahkan, hal tersebut mampu menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Namun, bisnis Malika terpaksa ditutup karena terus merugi meskipun awalnya sempat menjanjikan. Akibatnya, Padma kini menjadi usaha yang paling aktif beroperasi.

KULIAH UMUM KEWIRAUSAHAAN 2026

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Kewirausahaan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Sidang Utama Gedung 3 Fakultas Teknik UNS. Kuliah umum ini mengusung tema "Entrepreneurship for Well-Being: Balancing Profit and Mental Health" dan menghadirkan Aditya Agustin Yudi Ardiyanto, selaku pendiri bisnis kuliner Padma SOC dan Wokway, sebagai pembicara utama. Dalam acara tersebut, beliau membagikan wawasan dan pengalaman nyatanya seputar dunia bisnis kepada para mahasiswa.

Mengawali pemaparannya, Aditya menceritakan perjalanan awal berbisnisnya yang hanya bermodalkan telepon seluler serta keberanian untuk membuat konten saat orang lain belum melakukannya. Pelanggan pertamanya berasal dari tahap uji coba yang kemudian berlanjut menjadi konsumen tetap. Seiring berjalannya waktu, beliau berhasil mengelola empat merek kuliner, yaitu Padma, Malika, Cepat Makan, dan Wokway. Walaupun terasa melelahkan, hal tersebut mampu menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Namun, bisnis Malika terpaksa ditutup karena terus merugi meskipun awalnya sempat menjanjikan. Akibatnya, Padma kini menjadi usaha yang paling aktif beroperasi.

Beliau juga menyampaikan bahwa ide bisnis bisa datang dari mana saja. Hal tersebut dibuktikan melalui pengalaman mendirikan usaha Wokway. Usaha tersebut lahir dari pengamatannya terhadap konsep dapur terbuka pada film layar lebar berjudul Hunger. Di samping pencarian ide, strategi pemasaran juga harus diperkuat, misalnya melalui permainan nama merek yang kreatif serta pemanfaatan tren untuk membuat kampanye promosi. Namun, di balik strategi pemasaran yang baik, selalu ada tantangan operasional yang harus dihadapi. Beliau mengakui bahwa salah satu tantangan terberatnya adalah mengatur pergantian menu setiap tiga bulan di Padma agar tetap menarik minat pelanggan.

Perjalanan operasional Padma menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Pada bulan pertama, Padma hanya menghasilkan pendapatan satu juta rupiah, namun angka tersebut melonjak menjadi delapan juta rupiah pada bulan kesepuluh. Saat ini, Padma menghabiskan biaya operasional sekitar 15 hingga 20 juta rupiah setiap bulannya dengan total pemasukan mencapai 460 juta rupiah. Bisnis ini mencetak keuntungan bersih sebesar 80 juta rupiah, salah satunya didukung oleh daya tarik fasilitas kolam ikan koi. Meskipun demikian, beliau juga pernah mengalami kerugian terbesar akibat kematian ikan koi senilai satu juta rupiah per ekor akibat kecerobohan pelanggan. Pencapaian keuntungan hingga ratusan juta dari satu tempat usaha dinilai memberikan hasil yang nyata, walau terkadang memicu rasa kesepian bagi pemiliknya karena sering disepelekan pada tahap awal. Tantangan lainnya adalah menyesuaikan harga dengan keinginan pasar sebab harga yang terlalu murah terkadang justru membuat masyarakat ragu dan tidak percaya.

Selain mengelola kuliner, pembicara yang belajar bisnis secara mandiri lewat YouTube ini juga pernah merintis bisnis parfum dengan modal awal 18 juta rupiah untuk mengurus perizinan resmi. Parfum tersebut sukses diekspor ke Malaysia seharga 38 ringgit per botol karena pasar di sana sedang berkembang pesat. Beliau bahkan pernah merilis novel dengan bantuan kecerdasan buatan untuk mengembangkan ceritanya, meskipun angka penjualannya di pasar Singapura terbukti lebih rendah daripada pasar Amerika Serikat. Menurutnya, seorang pengusaha harus cerdik memanfaatkan waktu luang dan melihat peluang, bahkan bisa membeli usaha yang hampir tutup untuk dikembangkan kembali menjadi produk bernilai tinggi.

Terkait dinamika dalam menjalankan usaha, Aditya menegaskan bahwa seorang pengusaha tidak boleh terus-menerus mengorbankan kesehatan mentalnya. Rumus keberhasilan yang selalu beliau pegang adalah keseimbangan antara stabilitas mental dikalikan keuntungan akan menghasilkan bisnis yang mampu bertahan lama. Beliau menyadari bahwa keseimbangan ini mungkin akan sedikit mengurangi keuntungan secara finansial, tetapi hal tersebut penting untuk kualitas hidup pengusaha itu sendiri. Untuk mencapai hal ini, pengusaha disarankan menghindari pekerjaan serabutan dan mulai menerapkan manajemen waktu yang teratur. Terdapat empat pilar utama yang harus dijaga, yakni membangun sistem operasional yang baik, mengukur keuntungan secara tepat dengan menyulap barang biasa menjadi produk unggulan, mempercayai tim melalui pembagian tugas, serta berfokus pada pengendalian sumber daya manusia. Menurutnya, menjalin komunikasi yang baik antargenerasi sangatlah penting, apalagi pola pikir Generasi Z terbukti jauh lebih luas. Beliau juga berpesan agar pengusaha memiliki visi yang jelas karena banyak penanam modal yang siap berinvestasi pada potensi generasi muda.

Lebih lanjut, Aditya membagi dunia kerja menjadi karyawan, pemilik usaha, dan orang yang tidak bekerja. Perbedaan antara karyawan dan pemilik usaha adalah karyawan bisa beristirahat usai jam kerja, sedangkan pemilik usaha terus memikirkan kelangsungan bisnisnya. Di lapangan, pengusaha justru kerap kesulitan mencari tenaga kerja menengah akibat rendahnya komitmen pelamar. Mengingat beratnya beban merintis usaha, generasi muda disarankan menambah keterampilan melalui kelas daring dan bekerja di perusahaan lain terlebih dahulu guna mempelajari sistem manajerial. Terakhir, beliau menyoroti kesalahan umum pengusaha, yaitu merekrut terlalu banyak karyawan, mengabaikan efisiensi demi kenyamanan, terlalu sibuk di lapangan, serta enggan memperbarui ilmu bisnis.

Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi pergantian menu berkala, metode peningkatan omzet, tantangan awal merintis bisnis kuliner, hingga cara mempertahankan stabilitas operasional dan menyikapi keraguan keluarga. Beliau menjelaskan bahwa rotasi menu diterapkan untuk menyajikan hidangan versi terbaik guna membangun kepercayaan pelanggan. Dalam upaya meningkatkan omzet, beliau merekomendasikan pendekatan adaptif melalui evaluasi berkala, pemasangan iklan digital, dan pemanfaatan agen promosi luar daerah yang lebih efisien. Selain itu, ditekankan bahwa untuk menjaga kualitas operasional usaha di tengah ketidakstabilan ekonomi, pemilik bisnis wajib memperhatikan kesejahteraan pegawai melalui pemberian fasilitas makan, kelonggaran cuti, serta jadwal olahraga rutin. Menyikapi tantangan awal merintis usaha, para pemula disarankan untuk membangun sistem yang matang, memisahkan uang bisnis dari uang pribadi, dan mencari modal sendiri atau memanfaatkan dukungan keluarga yang sudah ada.

Dengan diadakannya Kuliah Umum Kewirausahaan 2026 ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami pentingnya keseimbangan antara keuntungan finansial dan kesehatan mental dalam berbisnis serta memperoleh gambaran nyata mengenai sistem manajerial dan strategi operasional pada dunia wirausaha. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa terkait tantangan dunia bisnis sekaligus mempersiapkan mereka untuk menghadapi lingkungan kerja profesional yang menuntut kemampuan adaptasi, inovasi, dan kesadaran kesehatan mental yang tinggi.






Share:

[PRESS RELEASE] KULIAH UMUM KEWIRAUSAHAAN 2025

 KULIAH UMUM KEWIRAUSAHAAN 2025

      Kuliah Umum Kewirausahaan merupakan salah satu program kegiatan bidang KWU yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa S-1 Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret, khususnya dalam bidang kewirausahaan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Fransisca Yuliana, B.Eng., seorang wirausahawan dan praktisi yang aktif mengkampanyekan wirausaha ramah lingkungan.

        
    Acara Kuliah Umum Kewirausahaan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Mei 2025 dengan mengusung tema “Sustainable Entrepreneurship: Building a Business While Saving the Planet”, bertempat di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Acara dibawakan oleh Azahra Puspa Buana selaku pemandu acara, mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Kimia. Sebanyak 71 orang peserta sangat antusias untuk menyimak pengalaman serta ilmu praktis mengenai bagaimana membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga peduli terhadap dampak lingkungan dan sosial.

      Susunan acara Kuliah Umum Kewirausahaan ini dibuka dengan penayangan video safety induction dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dilanjutkan sambutan dari Ketua HMTK, Dimas Nabil Fisabilillah,  dan Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. selaku Kepala Program Studi. Pada awal penyampaian materi, Fransisca Yuliana menyoroti bahwa banyak mahasiswa Teknik Kimia memilih jurusan ini karena prospek kerja dan potensi gaji yang menjanjikan, meskipun ada pula yang menjalaninya karena dorongan orang tua atau takdir. Namun, yang tak kalah penting adalah memiliki tujuan hidup yang jelas dan mimpi lima tahun ke depan sebagai motivasi dalam menempuh perkuliahan. Menurutnya, kuliah bukan hanya tentang materi akademik, tetapi juga proses pembentukan pola pikir. Mahasiswa teknik dididik untuk berpikir kritis dan menjadi problem solver. Di sinilah letak kekuatan mahasiswa teknik, yakni mampu membuat keputusan berbasis analisis dan keilmuan. Hal inilah yang menjadi nilai lebih lulusan perguruan tinggi dibandingkan lulusan SMA/SMK, meskipun mereka sering lebih berani dalam bertindak. Meski demikian, bukan berarti jalan menuju kewirausahaan tertutup bagi mahasiswa. Justru dengan bekal ilmu dan pola pikir yang lebih terstruktur, mereka dapat menciptakan usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga memberi dampak yang lebih luas. Dalam memulai usaha, pembicara mendorong mahasiswa untuk tidak gengsi memulai dari hal kecil. Menurutnya, solusi bisnis justru banyak ditemukan dalam masalah-masalah sederhana di sekitar kita, baik dari pengalaman pribadi, hobi, maupun komunitas tempat kita berada.

Memasuki bagian inti dari kuliah umum, pembicara memperkenalkan konsep sustainable entrepreneurship atau kewirausahaan berkelanjutan. Konsep ini mengajak para calon pengusaha untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat. Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang mampu menjaga kelestarian sumber daya alam agar dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan generasi mendatang. Ia menyampaikan bahwa pendekatan ini tidak hanya etis, tetapi juga menjadi tren yang relevan dan dibutuhkan di masa depan.

        
        Untuk memperkuat pemahaman, disampaikan pula beberapa studi kasus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan relevan dengan keilmuan Teknik Kimia. Salah satu studi kasus yang dibahas adalah mengenai sampah botol plastik. Sampah plastik, seperti yang dijelaskan, memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk didaur ulang jika tidak dipilah sesuai jenisnya. Pembicara menawarkan solusi berupa pemilahan jenis plastik sejak awal guna meningkatkan kualitas daur ulang. Ia juga menyebutkan bahwa produk daur ulang bisa berupa botol baru, pakaian dari serat plastik, hingga aksesori dari tutup botol. Mahasiswa Teknik Kimia, dalam hal ini, memiliki peran penting untuk merancang alat daur ulang plastik yang hemat energi dan efisien secara teknis.

        
     Studi kasus kedua membahas limbah minyak goreng yang kerap dibuang sembarangan, padahal dampaknya sangat merusak. Minyak goreng bekas dapat mencemari tanah sehingga tidak subur, bahkan merusak ekosistem perairan karena menghalangi cahaya matahari dan oksigen. Ia juga menyinggung dampak industri minyak sawit terhadap kerusakan habitat satwa liar seperti orang utan. Sebagai solusinya, disarankan penggunaan minyak alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti minyak kelapa, canola, atau olive oil, meskipun harganya lebih mahal. Selain itu, minyak goreng bekas dapat didaur ulang menjadi produk bernilai guna seperti sabun, lilin aromaterapi, atau biofuel. Mahasiswa Teknik Kimia memiliki peran strategis dalam menghitung formula bahan yang tepat untuk proses daur ulang tersebut, misalnya dalam perbandingan antara minyak dan basa kuat untuk pembuatan sabun.

        
Studi kasus ketiga mengangkat persoalan limbah industri fashion yang ternyata menyumbang polusi lebih besar dibandingkan industri penerbangan. Masalah ini muncul karena tren fashion yang cepat berganti, serta penggunaan bahan sintetis yang sulit terurai. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan mengubah pola konsumsi masyarakat dengan cara  menggunakan pakaian yang tahan lama, memilih bahan alami seperti katun atau linen yang mudah terurai, menggunakan pewarna alami, dan memilih desain yang minimalis agar tidak mudah ketinggalan zaman. Meskipun menghadirkan tantangan seperti harga yang lebih mahal dan proses produksi yang kompleks, gaya hidup dan bisnis fashion berkelanjutan adalah langkah penting untuk masa depan.


      Melalui kuliah umum ini, para mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa mereka tidak hanya sedang dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja profesional, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi inovator dan wirausahawan yang membawa dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan bekal ilmu teknik, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk mencoba, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret diharapkan mampu melahirkan solusi bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlangsungan hidup di bumi.


        Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat terhadap pembicara dan dokumentasi bersama. Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa S-1 Teknik Kimia tidak hanya fokus menjadi tenaga kerja teknis, namun juga mampu menjadi inovator dan wirausahawan yang membawa perubahan positif terhadap lingkungan. Melalui pemikiran kritis dan pendekatan ilmiah, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan solusi bisnis yang berdampak luas dan berkelanjutan di masa depan.
Share:

[PRESS RELEASE] Kuliah Umum Kewirausahaan

 Kuliah Umum Kewirausahaan


Kuliah Umum Kewirausahaan

Kuliah Umum Kewirausahaan telah dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Juni 2023 dengan mengambil tema “Membangun Pola Pikir Inovatif untuk Menjadi Pengusaha Sukses”. Acara ini dilaksanakan di Ruang Multimedia Gedung IV FT UNS, dimulai pada pukul 08.15 WIB dan berakhir pada pukul 11.51 WIB.

Acara dibuka oleh MC yaitu Denisda Nabhan Azis, kemudian dilanjutkan dengan himbauan mengenai safety induction dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Acara selanjutnya yaitu sambutan oleh Addi Perdana Fattahudin Rabbani selaku Ketua Pelaksana Kuliah Umum Kewirausahaan dan Muhammad Ghozy Izzulhaq selaku Ketua Umum HMTK FT UNS. Setelahnya MC membacakan tata tertib acara, pembacaan CV pembicara, dan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi panel dengan pembicara 1 dan 2.

Pembicara 1 pada Kuliah Umum Kewirausahaan kali ini yaitu Prof. Dr. Izza Mafrurah, S.E., M.Si. yang merupakan Guru Besar Ekonomi Pembangunan di Universitas Sebelas Maret dan pembicara 2 adalah Aditya Jagaddhita, S.T. yang merupakan Wasekum I BPC HIPMI Solo. Kedua pembicara mendiskusikan mengenai bagaimana membangun pola pikir inovatif dalam kewirausahaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh MC dan diikuti para peserta Kuliah Umum Kewirausahaan dengan antusiasme yang tinggi.

Sesi Tanya Jawab dengan Pembicara

Pada akhir acara, MC menyampaikan kesimpulan materi diskusi yang telah disampaikan oleh pembicara. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan vendel kepada pembicara 1 dan 2.  Acara ditutup dengan pengumuman pemenang doorprize, dokumentasi, dan penutupan oleh MC.

Dengan adanya Kuliah Umum Kewirausahaan diharapkan dapat tersampaikannya wawasan mengenai kewirausahaan sebagai landasan dalam membangun pola pikir inovatif dan juga meningkatnya minat peserta untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Foto Bersama Peserta Kuliah Umum Kewirausahaan


Share:

BUTENA EDISI 8 : DME Pengganti LPG

 DME Pengganti LPG

Mengenal Apa Itu DME, Calon Pengganti Elpiji Halaman all - Kompas.com

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan atau peletakan batu pertama alias groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di kawasan industri Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Presiden mengatakan proyek DME ini sangat penting karena bisa berperan sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), sehingga bisa mengurangi impor LPG yang selama ini mencapai 6-7 juta ton per tahun atau sekitar 80% dari kebutuhan LPG di dalam negeri.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral RI menyebut telah melakukan penelitian pemanfaatan DME sebagai bahan bakar sejak 2009. Pada pertengahan 2020 lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain: uji coba laboratorium pemanfaatan bahan bakar DME, pengembangan kompor khusus DME bekerja sama dengan pihak pabrikan kompor, uji terap penggunaan DME pada rumah tangga bekerja sama dengan PT Pertamina dan PT Bukit Asam, analisis biaya manfaat (Cost & Benefit Analysis) pemanfaatan DME untuk substitusi LPG rumah tangga dan kajian biaya produksi batubara mulut tambang bekerja sama dengan PT Pertamina.

DME sendiri adalah bahan bakar multi-source (dapat diproduksi dari banyak sumber), di antaranya dari gas alam, fuel oil, batubara, limbah plastik, limbah kertas, limbah pabrik gula, dan biomassa. DME adalah senyawa bening yang tidak berwarna, ramah lingkungan dan tidak beracun, tidak merusak ozon, tidak menghasilkan particulate matter (PM) dan NOx, tidak mengandung sulfur, mempunyai nyala api biru, dan memiliki berat jenis 0,74 pada 60/60°F. Dimethyl Ether (DME) memiliki monostruktur kimia yang sederhana (CH3-O-CH3), berbentuk gas yang tidak berwarna pada suhu ambien, dan zat kimia yang stabil dengan titik didih -25,1°C. Keunggulan dari DME adalah pada dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20%. Kekurangan DME ada pada tingkat pembakaran menggunakan DME tidak sepanas LPG, yaitu memiliki kandungan panas (calorific value) sebesar 7.749 Kcal/Kg.

Sedangkan LPG (Liquified Petroleum Gas) adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. LPG didapat dari penyulingan minyak mentah atau dari kondensasi gas bumi dalam kilang pengolahan gas bumi. Pencairan gas bumi menjadi LPG dimaksudkan untuk memecahkan masalah pengangkutan ke konsumen karena volume LPG jauh lebih kecil dari volume gasnya. Untuk mempertahankan gas LPG agar tetap cair pada suhu kamar, LPG harus disimpan dalam tangki bertekanan (pressurized tank). Beberapa jenis proses yang dapat digunakan untuk mengolah gas bumi sehingga diperoleh produk LPG, antara lain proses absorpsi dan kriogenik. LPG komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Keunggulan LPG adalah memiliki kandungan panas lebih tinggi dari DME yaitu sebesar 12.076 Kcal/Kg.

Share:

[PRESS RELEASE] Kuliah Umum II : From Covid to Profit


Kuliah Umum 2 Kewirausahaan telah dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret pada Minggu, 5 Juli 2020. Berlangsung dari pukul 10.00 - 12.30 WIB dan diselenggarakan melalui zoom dan live youtube. Materi Kuliah Umum 2 dengan tema "From Covid to Provit" yang disampaikan oleh dua pembicara yaitu Ammar Mandili sebagai pembicara di sesi 1 dan Anita Feng, S.T., M.M. sebagai pembicara di sesi 2. Kuliah Umum 2 dimoderatori oleh Dimas Rizqi.


Wirausaha menjadi salah satu sektor terdampak pandemi virus Corona, COVID-19. Banyak pelaku usaha harus ekstra memutar otak agar bisnisnya tetep bisa bertahan di tengah pandemi. Memanfaatkan teknologi dan jeli melihat kesempatan adalah beberapa kunci agar bisnis bisa terus bertahan selama pandemi COVID-19.


Oleh karena itu pada kuliah umum 2 ini
penyampaian tentang materi tentang from covid to profit dengan harapan dapat menambah ilmu baru dalam memperluas kesempatan bisnis selama pandemi ini.

Share:

Seminar Kewirausahaan "Creativepreneur in the Digital Era of Millenials"


Setelah terlaksana Kuliah Umum I, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia FT UNS dengan bangga mempersembahkan Seminar Kewirausaan dengan tema “Creativepreneur in the Digital Era for Millenials”. Seminar ini terlaksana pada Sabtu, 18 Mei 2019 bertempat di Ruang Seminar Utama Gedung III Fakultas Teknik UNS dengan menghadirkan dua pembicara yang hebat yaitu Muhammad Zudin selaku Founder dari @revolution.coach dan Joko Pranowo, S.Psi selaku Konsultan Online Marketing Rumah Kreatif BUMN Solo. Acara belangsung dipandu oleh moderator Hidayat (Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik UNS 2019) dimulai dengan pemaparan materi dari Muhammad Zudin kemudian dilanjutkan pemaparan materi dari Joko Pranowo.

Pemaparan Materi oleh Joko Pranowo 
Pemaparan Materi oleh Muhammad Zudin
Peserta sangat antusias mengikuti seminar kewirausahaan ini. Terlihat saat sesi tanya jawab peserta berbondong-bondong melemparkan pertanyaan untuk kedua pembicara. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan sesi foto bersama. Diharapkan dengan terlaksananya seminar kewirausaan ini dapat membuka semangat generasi muda untuk berwirausaha.




Share:

Postingan Populer

Arsip Blog