[BUTENA 4] Anjang Karya

ANJANGKARYA


Anjang karya merupakan  kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengunjungi langsung fasilitas produksi industri guna mengamati penerapan prinsip-prinsip Teknik Kimia, seperti neraca massa, reaksi kimia, hingga  perpindahan panas, secara langsung di dunia industri. Tiga pabrik, tiga wajah teknik kimia, melalui kunjungan ke tiga industri yang bergerak di bidang mereka, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai beragam penerapan ilmu Teknik Kimia. Di Indocement, mahasiswa berhadapan dengan reaksi kalsinasi dan perpindahan panas dalam skala raksasa yang menjadi inti produksi semen. Di Pupuk Kujang, mahasiswa menyaksikan secara langsung berbagai konsep dalam mata kuliah Teknik Reaksi Kimia dan Termodinamika yang  berjalan nyata dalam satu rangkaian proses pabrik mulai dari reforming, shift conversion, absorpsi gas, hingga sintesis Haber–Bosch. Di Amerta Indah Otsuka, mahasiswa mempelajari penerapan neraca massa, pengendalian proses, dan sistem kendali mutu yang menjadi fondasi industri pangan dan minuman. 

  Pada hari pertama anjangkarya industri pertama yang akan dikunjungi adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., sebuah usaha berupa industri semen yang  didirikan pada tanggal 4 Agustus 1975.  PT Indocement Tunggal Prakarsa plant yang berada di Citeureup, Bogor, mengolah bahan baku menjadi semen dengan kapasitas 2,5 juta ton/tahun dan sekitar 3.400 pekerja (data Desember 2022)Indocement memproduksi beragam jenis semen dan material konstruksi, dengan merek dagang utama Semen Tiga Roda dan Semen Rajawali. Kategori produk semen utamanya mencakup Ordinary Portland Cement (OPC) dan Portland Composite Cement (PCC) untuk berbagai skala konstruksi, dari perumahan hingga bangunan yang membutuhkan ketahanan terhadap sulfat.  Di luar produk semen konvensional, Indocement juga menyediakan lini material bangunan praktis melalui seri Mortar (TR-10, TR-15, TR-18, TR-20, dan TR-30 Acian Putih) yang difungsikan khusus untuk perekat bata, plester, perata lantai, hingga acian halus.




Proses produksi semen di PT Indocement Tunggal Prakarsa diawali dengan penambangan kapur pada gunung kapur di sekitar pabrik. Bahan baku lainnya untuk membuat semen adalah tanah liat, pasir besi, dan pasir silika. Bongkahan-bongkahan kapur berukuran besar diperkecil dengan menggunakan crusher. Setelah itu, digiling lagi dengan menggunakan mill sehingga teksturnya seperti pasir. Proses selanjutnya yaitu  berada di storage untuk pencampuran awal sekaligus kontrol kualitas. Lalu dimasukkan ke dalam raw mill untuk penggilingan hingga mencapai target modulus. Setelah berada di raw mill, produk disimpan pada sillo raw mill. Kemudian produk dipanaskan  hingga ±1500–2000°C, mengubah material padat menjadi cair sebagian, lalu didinginkan mendadak di cooler dan clinker cooler. Lalu pada cement mill dilakukan penggilingan akhir clinker menjadi semen. Proses terakhir dalam produksi semen yaitu pengemasan.

Terdapat dua reaksi kimia utama dalam proses produksi semen. Reaksi pertama adalah kalsinasi:

CaCO₃ → CaO + CO₂↑

Reaksi endotermik ini berlangsung sekitar 90% di sistem Pre-Heater (kalsiner,cyclone untuk perpindahan panas, dan riser duct yang memperlama waktu tinggal material). Sementara itu, sekitar 10% sisanya berlangsung di rotary klin.

    Reaksi kedua adalah reaksi klinkerisasi, yaitu proses ketika CaO hasil kalsinasi bereaksi SiO₂, Al₂O₃, dan Fe₂O₃ pada suhu tinggi sehingga membentuk empat senyawa utama yang menyusun clinker yaitu.

  •  C₃S (3CaO·SiO₂ — Alite) — penyumbang kekuatan awal

  • C₂S (2CaO·SiO₂ — Belite) — penyumbang kekuatan jangka panjang

  • C₃A (3CaO·Al₂O₃) — bereaksi paling cepat dengan air

  • C₄AF (4CaO·Al₂O₃·Fe₂O₃) — pemberi warna abu-abu khas semen

Kategori Alternative Fuel and Raw Material (AFR) ternyata jauh lebih variatif dari yang dibayangkan mulai dari sekam padi, serbuk gergaji, dan cangkang serta tandan kosong kelapa sawit, sampai sepatu bekas (termasuk sepatu Nike yang gagal QC, karena solnya berbahan turunan minyak bumi) dan popok bekas/kedaluwarsa. Seluruh AFR tersebut dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian batu bara sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah. Satu hal yang perlu diperhatikan, yakni kandungan sulfur dan klor yang tinggi pada AFR, apabila bercampur dengan abu (ash), akan berpotensi mempercepat pengerasan abu tersebut, sehingga komposisi AFR tetap harus dikontrol ketat. 



Indocement gencar melakukan inovasi untuk menekan dampak lingkungan. Salah satu langkah utamanya adalah penggunaan bahan bakar alternatif berupa Refuse-Derived Fuel (RDF) yang berasal dari sampah perkotaan, yang tidak hanya mengurangi emisi COtetapi juga membantu mengatasi permasalahan sampah kota. Upaya-upaya tersebut telah membantu perusahaan menurunkan emisi karbon hingga 520 kilogram CO2 per ton semen, melalui kombinasi bahan bakar alternatif, material pengganti klinker seperti slag dan fly ash, serta pemanfaatan panel surya di kompleks pabrik. Indocement juga berinovasi pada sisi produk dengan mengembangkan dan memasarkan berbagai jenis semen hijau, seperti Portland Composite Cement (PCC), Portland Pozzolan Cement (PPC), semen slag, dan semen hidraulis.

Industri selanjutnya yang akan dikunjungi pada hari pertama yakni PT Amerta Indah Otsuka. Di awal berdirinya pada tahun 1997, Otsuka merupakan perusahaan afiliasi dari Otsuka Pharmaceutical Co. Ltd., Jepang, yang memulai perjalanannya di Indonesia dengan nama PT Kapal Indah Otsuka. Perusahaan ini terbentuk dari hasil investasi bersama antara Otsuka Pharmaceutical Jepang dan PT Kapal Api dengan Pocari Sweat sebagai produk pertamanya. Kemudian di tahun 1999, PT Kapal Indah Otsuka mengubah namanya menjadi PT Amerta Indah Otsuka. Seiring berkembangnya perusahaan, pada tahun 2004 PT Amerta Indah Otsuka membuka pabrik pertama yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat.



PT Amerta Indah Otsuka memproduksi berbagai minuman isotonik dan makanan

kesehatan. 

  • Pocari Sweat: Minuman isotonik untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang.

  • Ion Water: Varian minuman isotonik rendah kalori untuk gaya hidup sehari-hari.

  • Soyjoy: Camilan sehat (snack bar) yang terbuat dari 100% tepung kedelai utuh dan buah asli.

  • Oronamin C: Minuman vitamin C dan B berkarbonasi yang mengandung madu untuk kebutuhan harian.

  • Fibe Mini: Minuman serat harian (daily fiber drink) untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.



Produsen Pocari Sweat, Ion Water, SOYJOY, Oronamin C, dan Fibe Mini ini menunjukkan sisi lain penerapan teknik kimia. Jika industri sebelumnya didominasi  oleh reaksi kimia bersuhu dan  bertekanan tinggi, di PT Amerta Indah Otsuka perhatian justru tertuju pada neraca massa yang presisi, pengendalian proses, dan sistem kendali mutu yang berlapis. Sebelum digunakan sebagai bahan baku minuman, air melewati serangkaian tahapan  pengolahan, mulai dari penyaringan menggunakan  pasir dan karbon aktif, softeningreverse osmosis, hingga sterilisasi menggunakan UV dan ozon. Elektrolit dicampurkan lewat sistem dosing otomatis agar konsentrasinya konsisten di setiap botol, sebelum melalui pasteurisasi dan pengisian aseptik (aseptic filling) dalam ruangan steril. Sebelum memasuki tahap pengemasan, setiap botol diperiksa secara otomatis. Botol dengan volume atau tekanan yang sedikit saja menyimpang dari standar, akan langsung disortir keluar dari jalur produksi sehingga hanya produk yang memenuhi spesifikasi yang dilanjutkan ke tahap pengemasan.


Pada hari kedua anjangkarya, industri terakhir  yang akan dikunjungi adalah PT Pupuk Kujang. PT Pupuk Kujang merupakan salah satu pabrik pupuk tertua di Indonesia dan bagian dari lima pabrik pupuk di bawah Pupuk Indonesia. Produknya yakni amonia, urea, NPK, pupuk organik, serta produk samping karbon monoksida dan hidrogen. Pupuk Kujang didirikan oleh Pemerintah Indonesia pada Juni 1975. Pabrik Kujang 1A mampu memproduksi 570.000 ton urea dan 330.000 ton amonia per tahun. Pada tahun 1997, perusahaan ini resmi menjadi bagian dari holding BUMN pupuk di bawah naungan Pupuk Sriwidjaja. Selain memproduksi pupuk urea non-subsidi merek "Nitrea" (2013) dan membangun pabrik NPK Granular berkapasitas 100.000 ton per tahun (2015), mereka juga mulai mengoptimalkan gas sisa buangan dari pabrik 1A dan 1B.  Gas sisa ini berhasil disulap menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui peresmian fasilitas pabrik karbon dioksida cair.



Proses produksi urea diawali dengan tiga bahan baku utama, yaitu gas alam, air, dan udara. Ketiga bahan baku ini kemudian memasuki serangkaian proses kimia yang rumit untuk menghasilkan tiga komponen kunci, yaitu nitrogen (N2), hidrogen (H2), dan karbon dioksida (CO2). Ketiga bahan baku ini kemudian memasuki serangkaian proses kimia yang rumit untuk menghasilkan tiga komponen kunci. Amonia yang dihasilkan kemudian dialirkan ke unit urea. Dalam proses ini, amonia bereaksi dengan karbon dioksida dalam reaktor urea. Reaksi ini menghasilkan urea cair dan air.

Urea cair yang dihasilkan kemudian diproses lebih lanjut untuk menghilangkan kandungan airnya. Urea yang sudah kering kemudian dibentuk menjadi butiran-butiran kecil berdiameter 1-2 mm melalui proses granulasi di prilling tower. Butiran urea ini kemudian dialirkan ke area bagging station melalui conveyor untuk dikemas dan didistribusikan ke petani.

Memasuki usia ke-51 tahun, Pupuk Kujang gencar melakukan transformasi digital di berbagai aspek operasional perusahaan, mengusung tema Transformasi Digital Menuju Kujang Emas 2045. Inovasi terbarunya adalah peluncuran ekosistem digital terintegrasi bernama Kujang Prime (Plant Reliability, Integrated & Management Excellence) yang terdiri atas lima aplikasi unggulan, yakni Kujang Zenith, Mars, Padiku, Spirit, dan Siaga. Transformasi ini memungkinkan karyawan mendeteksi kendala operasional secara lebih dini, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi waktu kerja, serta menekan biaya cetak dan distribusi dokumen. Selain digitalisasi, Pupuk Kujang juga berkomitmen terhadap target net zero emission dengan menetapkan baseline emisi sebesar 1.172.084 ton CO2 ekuivalen dari cakupan Scope 1 dan Scope 2, yang akan diturunkan secara bertahap hingga tahun 2050 melalui strategi pengurangan emisi langsung maupun tidak langsung di seluruh lini operasional.


Anjang karya kali ini tidak hanya sebatas berkunjung ke pabrik saja, tetapi juga mencakup kegiatan wisata berkunjung ke Alun-alun Kota Bandung dan Trans Studio Bandung. Alun-alun Kota Bandung menawarkan pesona tersendiri sebagai destinasi wisata sejarah yang kaya akan nilai historis dan cerita masa lalu kota. Sementara itu, Trans Studio Bandung menyajikan pengalaman wisata modern yang lengkap seperti berbagai wahana hiburan, sekaligus mendapatkan edukasi interaktif secara menyenangkan.




DAFTAR PUSTAKA


Institut Teknologi Bandung, 2018. Kunjungan Industri ke PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Departemen Teknik Kimia ITB.

https://che.itb.ac.id/2018/08/29/kunjungan-industri-ke-pt-indocement-tunggal-prakarsa-tbk/


Lestarini, A.H., 2021. Kurangi dampak lingkungan, Indocement pakai terobosan bahan bakar alternatif. Medcom.id.

https://www.medcom.id/ekonomi/sustainability/yKXj3z4b-kurangi-dampak-lingkungan-indocement-pakai-terobosan-bahan-bakar-alternatif


PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (n.d.). Sekilas perseroan. Indocement.

https://www.indocement.co.id/id/company/about-us/sekilas-perseroan


PT Pupuk Kujang. (n.d.) Process Production.

https://pupuk-kujang.co.id/production/process-production


PT Pupuk Kujang. (n.d.) Proses Produksi NPK.

https://www.pupuk-kujang.co.id/production/process-production/proses-produksi-npk1728087227


Wikipedia. (n.d.) Indocement. Wikipedia

https://id.wikipedia.org/wiki/Indocement#cite_note-18


Wikipedia. (n.d.) Pupuk KujangWikipedia Bahasa Indonesia

https://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_Kujang











 




Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Postingan Populer

Arsip Blog