[BUTENA 9] Melihat Lebih Dekat: Teknik Karakterisasi Material

 Melihat Lebih Dekat: Teknik Karakterisasi Material

Di dunia modern, kebutuhan untuk memahami struktur material pada tingkat mikroskopis dan molekuler semakin penting seiring perkembangan teknologi material baru yang lebih kompleks. Metode karakterisasi seperti X-ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infra-Red (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), Transmission Electron Microscopy (TEM), dan Thermal Gravimetric Analysis (TGA) menjadi penting dalam mengatasi keterbatasan analisis karakterstik material. XRD membantu menentukan struktur kristal suatu material, sedangkan FTIR mengungkapkan gugus fungsional dan ikatan kimia dalam material. SEM dan TEM memungkinkan pengamatan morfologi hingga skala nano, memberikan wawasan penting tentang topografi dan struktur internal material. TGA berperan dalam menganalisis stabilitas termal serta perubahan komposisi kimia material terhadap suhu. Kombinasi teknik-teknik ini membantu para peneliti dalam mengembangkan material yang lebih tahan lama, efisien, dan sesuai untuk berbagai aplikasi industri, seperti katalis, membran, dan nanokomposit. Oleh karena itu, perlu adanya pengenalan lebih jauh mengenai uji-uji karakteristik material ini.

1. XRD (X-Ray Diffraction)

145 X Ray Diffraction Images, Stock Photos, 3D objects, & Vectors |  Shutterstock        

X-ray Diffraction (XRD) adalah metode analisis yang memanfaatkan difraksi sinar-X untuk mengidentifikasi struktur kristal dari suatu bahan. Teknik ini memberikan informasi tentang jarak antar atom dalam suatu kristal, orientasi kristal, dan distribusi atom dalam material.

Teknik difraksi sinar-x dapat digunakan untuk analisis kualitatif karena setiap unsur atau senyawa mempunyai pola difraksi tertentu. Dengan demikian, jika pola difraksi unsur atau senyawa diketahui maka unsur atau senyawa tersebut dapat diidentifikasi. Prinsip kerja pada pengujian XRD adalah ketika suatu material dikenai sinar-x, maka intensitas sinar yang ditransmisikan lebih rendah dari intensitas sinar datang. Hal ini disebabkan adanya penyerapan oleh material dan juga penghamburan oleh atom-atom dalam material tersebut. Berkas sinar-x yang dihamburkan tersebut ada yang saling menghilangkan karena fasanya berbeda dan ada juga yang saling menguatkan karena fasanya sama. Berkas sinar-x yang saling menguatkan itulah yang disebut sebagai berkas difraksi (Kaufmann, 2003).  

Contoh Analisis XRD pada membran:

Gambar 1 menunjukkan pola difraksi sinar X membran yang dihasilkan disintesis dengan penyangga kasa 304-200, 304-400, dan AISI 316-180 semuanya mempunyai intensitas tertinggi pada 2θ = 8º dan 23° yang merupakan ciri khas ZSM-5 (ICSD 91010) (Thommes et al., 2015). Hal ini menunjukkan bahwa membran yang dihasilkan adalah membran ZSM-5. Setiap kristal/material akan memiliki puncak difraksi yang berbeda-beda. Sehingga dari pola ini kita dapat menentukan material atau unsur apa saja kah yang terbentuk.

Cara Menganalisis Grafik Hasil XRD

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menganalisis grafik hasil XRD:

1. Identifikasi Puncak Difraksi:

Identifikasi puncak-puncak pada grafik yang muncul sebagai bentuk puncak atau puncahan. Setiap puncak merujuk pada difraksi dari suatu bidang kisi kristal tertentu. Puncak-puncak ini mungkin muncul pada berbagai sudut difraksi (θ).

2. Sudut Difraksi (θ): Pada sumbu horizontal (biasanya sumbu x) adalah sudut difraksi (θ). Setiap puncak difraksi pada grafik akan terletak pada sudut tertentu, dan posisi sudut difraksi dapat memberikan informasi tentang jarak antar bidang kisi kristal.

3. Intensitas Puncak:

Intensitas puncak difraksi mencerminkan jumlah sinar-X yang diterdifraksi oleh kisi kristal pada sudut tertentu. Puncak yang lebih tinggi menunjukkan bahwa struktur kristal memiliki tingkat difraksi yang lebih tinggi pada sudut tersebut.

Gambar 2. Illustration of minimum 2θ value and the maximum 2θ value at half the maximum intensity

4. Lebar Puncak:

Lebar puncak difraksi dapat memberikan informasi tentang ukuran kristal. Puncak yang lebih lebar biasanya menunjukkan ukuran kristal yang lebih kecil. Lebar puncak (Full Widht at Half Maximum, FWHM) dapat dirumuskan sebagai: 

β = ½ (2θmax - 2θmin)

Jika nilai FWHM tinggi, artinya puncak difraksi pada pola XRD menjadi lebih lebar berarti partikel-partikel dalam material kemungkinan sangat kecil atau memiliki cacat kristal. Ini dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia material, baik dalam konteks positif (misalnya, dalam katalis atau bahan baterai, karena ukuran partikel yang kecil dapat meningkatkan luas permukaan dan reaktivitas) atau negatif (Dalam industri semikonduktor, struktur kristal yang sempurna sangat penting untuk menjaga aliran elektron yang terkontrol di dalam bahan).

5. Interpretasi Struktur Kristal:

Setelah mengidentifikasi puncak-puncak difraksi utama, langkah berikutnya adalah menginterpretasi hasil tersebut untuk menentukan struktur kristal dari sampel. Buku panduan atau basis data difraksi sinar-X dapat membantu dalam mengidentifikasi fase dan struktur kristal yang sesuai. Ukuran kristal dapat dicari dengan Persamaan Scherrer:

6. Referensi Basis Data Difraksi:

Perbandingan pola difraksi hasil eksperimen dengan pola difraksi yang terdaftar dalam basis data difraksi sinar-X adalah langkah penting untuk identifikasi fase kristal. Beberapa basis data difraksi populer termasuk ICDD (International Centre for Diffraction Data) dan JCPDS (Joint Committee on Powder Diffraction Standards).

7. Analisis Peak Splitting atau Puncak Tertinggi Ganda:

Kadang-kadang, puncak tunggal dapat terbagi menjadi dua atau lebih puncak yang lebih kecil (peak splitting). Hal ini dapat menunjukkan adanya struktur kristal dengan orientasi tertentu atau adanya gangguan pada kisi kristal.

Kisaran harga ujii XRD di UNS (PUI)

Tanpa Interpretasi data 200.000

Dengan Interpretasi data 350.000


2. FTIR (Fourier Transform Infra-Red)

Spektroskopi infrared (IR) adalah pengukuran penyerapan radiasi inframerah oleh bahan sebagai fungsi dari panjang gelombang (atau frekuensi). Spektroskopi inframerah menyelidiki spektrum termal dasar bahan yang terutama disebabkan oleh getaran dan pita serapan rotasi molekul yang menyertainya. Karena pita serapan dikaitkan dengan getaran gugus fungsi tertentu di dalam molekul (Gaffney et al, 2012). Saat ini, FTIR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsional (seperti –OH, –NH, –COOH, dan sebagainya), menganalisis senyawa dalam berbagai fase (padat, cair, atau gas), dan mengukur kuantitas dari suatu senyawa. 

Ketika seberkas sinar IR (radiasi inframerah) dengan panjang gelombang kontinu melewati sampel, cahaya dari bilangan gelombang tertentu diserap, yang menyebabkan spektrum absorbansi. Kesetaraan energi cahaya dan perbedaan antara dua tingkat energi adalah kondisi penyerapan yang sangat diperlukan, sehingga menentukan posisi penyerapan dalam spektrum. Terakhir, spektrum tersebut diproses lebih lanjut dengan teknik transformasi Fourier agar lebih mudah dianalisis (Hou et al, 2018).

Cara Menafsirkan Spektrum FTIR

Gambar 3. Grafik FTIR Propanal, Acetone, dan Propanic Acid

1. Tentukan sumbu X dan Y-sumbu dari spektrum. X-sumbu dari spektrum IR diberi label sebagai "bilangan gelombang" dan jumlahnya berkisar dari 400 di paling kanan untuk 4.000 di paling kiri. X-sumbu menyediakan nomor penyerapan. Sumbu Y diberi label sebagai "transmitansi Persen" dan jumlahnya berkisar dari 0 pada bagian bawah dan 100 di atas.

2. Tentukan karakteristik puncak dalam spektrum IR. Semua spektrum inframerah mengandung banyak puncak. Selanjutnya melihat data daerah gugus fungsi yang diperlukan untuk membaca spektrum.

3. Tentukan daerah spektrum di mana puncak karakteristik ada. Spektrum IR dapat dipisahkan menjadi empat wilayah. Rentang wilayah pertama dari 4.000 ke 2.500. Rentang wilayah kedua dari 2.500 sampai 2.000. Ketiga wilayah berkisar dari 2.000 sampai 1.500. Rentang wilayah keempat dari 1.500 ke 400.

4. Tentukan kelompok fungsional diserap di wilayah pertama. Jika spektrum memiliki karakteristik puncak di kisaran 4.000 hingga 2.500, puncak sesuai dengan penyerapan yang disebabkan oleh NH, CH dan obligasi OH tunggal.

5. Tentukan kelompok fungsional diserap di wilayah kedua. Jika spektrum memiliki karakteristik puncak di kisaran 2.500 hingga 2.000, puncak sesuai dengan penyerapan yang disebabkan oleh ikatan rangkap tiga.

6. Tentukan kelompok fungsional diserap di wilayah ketiga. Jika spektrum memiliki karakteristik puncak di kisaran 2.000 sampai 1.500, puncak sesuai dengan penyerapan yang disebabkan oleh ikatan rangkap seperti C = O, C = N dan C = C.

Kisaran harga uji FTIR di UNS (PUI) sekitar Rp 80.000 tanpa interpretasi data


3. Scanning Electron Microscopy (SEM)

SEM adalah instrumen canggih serbaguna yang sebagian besar digunakan untuk mengamati fenomena permukaan material. Sampel ditembak dalam SEM menggunakan elektron berenergi tinggi, dan elektron/sinar-X yang keluar dianalisis. Elektron/sinar-X yang keluar ini memberikan informasi tentang topografi, morfologi, komposisi, orientasi butir, informasi kristalografi dari suatu material secara 3D. Morfologi menunjukkan bentuk dan ukuran, sedangkan topografi menunjukkan fitur permukaan suatu objek atau teksturnya, kehalusan atau kekasarannya. Demikian juga komposisi berarti unsur dan senyawa yang menyusun bahan, sedangkan kristalografi berarti susunan atom-atom dalam bahan (Akhtar et al.2018).

Berdasarkan Gambar, prinsip kerja SEM didasarkan pada memancarkan berkas elektron melalui medan elektromagnetik dan lensa. Berkas elektron difokuskan oleh lensa objektif pada spesimen. Kemudian sinar terfokus memindai area tertentu dari permukaan spesimen di mana sinar terfokus díraster melintasi permukaan material dengan bantuan kumparan deflektor yang dikendalikan oleh generator pemindai. Pembesaran mengontrol ukuran pola raster. Perubahan perbesaran mengubah ukuran area raster pada sampel. Ketika berkas elektron mengenai material, pemogokan ini menghasilkan sejumlah besar sinyal, yaitu elektron dan sinar-X dipancarkan dari spesimen. Sinyal-sinyal ini dideteksi oleh detektor (tergantung pada jenis detektor) dan diubah menjadi sinyal di mana gambar dihasilkan dari sinyal tersebut. Sinyal yang berasal dari interaksi elektron-sampel memberikan informasi rinci tentang bahan seperti morfologi eksternal (tekstur), komposisi kimia dan struktur kristal dan orientasi bahan penyusun sampel (Akhtar et al, 2018).

Cara Membaca Analisis SEM

Analisis Baterai Lithium menggunakan SEM

Gambar 4. Hasil Analisis SEM Baterai Lithium Ion

Dari gambar 4, berikut adalah beberapa aspek yang dapat dievaluasi:

  1. Ukuran dan Distribusi Partikel: Partikel yang lebih kecil menawarkan lebih banyak area permukaan untuk interaksi dengan ion litium selama proses charge/discharge, tetapi juga dapat meningkatkan resiko pembentukan lapisan SEI (Solid Electrolyte Interphase) yang tebal.

  2. Bentuk dan Struktur Partikel: Bentuk partikel tampak bersudut dan tidak teratur. Ini disebabkan oleh proses produksi seperti milling atau penggilingan yang menyebabkan deformasi dan pecahan partikel. Partikel grafit yang lebih halus dan homogen biasanya lebih disukai karena lebih stabil selama siklus baterai.

  3. Kerapatan Partikel: Beberapa gambar menunjukkan partikel yang saling berdekatan, sementara lainnya tampak lebih terdispersi. Penyusunan dan kontak antar partikel sangat penting dalam performa baterai karena mempengaruhi konduktivitas listrik dan transportasi ion di dalam material anoda.

Kisaran harga uji SEM di UNS (PUI)

SEM Top view (sampel): 250.000 (2 titik 3 pembesaran)

SEM-EDX (Energy Dispersive X-Ray) (sampel): 300.000 (1 titik)

SEM (cross section & top view) (sampel): 500.000 (2 titik 2 pembesaran)

Elemental Mapping SEM (sampel): 500.000

Interpretasi data SEM (gambar): 150.000 (ukuran partikel, roughness)

Preparasi/coating untuk SEM (sampel/menit): 50.000


4. Transmittion Elecron Microscopy (TEM)

TEM merupakan mikroskop elektron yang memiliki sistem kerja sama dengan mikroskop cahaya, perbedaannya TEM menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya, serta menggunakan magnet sebagai pengganti lensa. TEM bekerja dengan tiga teknik yaitu imaging, Diffraction, dan Spectroscopy, dengan beitu TEM dapat menghasil berbagai data, yaitu morfologi, bentuk, dan struktur kristal penyusun material objek secara 2D.

Prinsip Kerja TEM

TEM menggunakan tabung sinar katoda atau filamen (sumber untuk menghasilkan elektron yang sangat baik) dalam ruang hampa, elektron dipercepat menuju spesimen yang diberikan dengan menciptakan perbedaan potensial. Serangkaian magnet dan lubang logam digunakan untuk memfokuskan uap elektron menjadi monokromatik balok, yang kemudian bertabrakan dengan spesimen dan berinteraksi sesuai dengan kerapatan dan muatan material. Interaksi ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana spesimen yang telah disiapkan. Berikut merupakan gambar skema rangkaian pada TEM.

Cara Analisa TEM

Data hasil analisa TEM biasanya berupa image seperti pada gambar dibawah. Pada gambar terdapat keterangan skala yang berbentuk bar. Uji TEM pada komposit Fe3O4/SiO2/TiO2 untuk mengetahui struktur dan ukuran butirannya. Berikut merupakan citra TEM yang diperoleh.

Foto TEM komposit Fe3O4/SiO2/TiO2

Dari gambar diatas terlihat bahwa struktur komposit yang terbentuk adalah multi layer (Coreshell). Fe3O4 sebagai core yang diselimuti lapisan tengah SiO2 dan TiO2 sebagai shell terluar. Berikut data pengukuran ukuran butiran menggunakan penggaris. 

Garis ke

D yang diukur dengan penggaris

1

3,3 cm

2

3 cm

3

3,3 cm

4

3 cm

D yang diukur dengan penggaris

3.15 cm = 0.00315 nm

Menggunakan persamaan (2) diperoleh diameter partikel sebenernya, yaitu :

Panjang bar = 3 cm = 0,003 mm

D real= 0,00315 cm0,003 cm x 50 nm

=52,5 nm

Kisaran harga uji TEM 

Standard Rp 1.100.000 Per sampel

 + HRTEM Rp 300.000 Per sampel 

+ EDX Spectrum Rp 100.000 Per spektrum 

+ Electron Diffraction Rp 100.000 Per gambar 

+ Biological Sample Preparation Rp 2.000.000 Per sampel


5. Thermal Gravimetric Analysis (TGA)

Analisis thermal merupakan teknik pengukuran dari perubahan sifat fisik dan kimia atau perubahan massa suatu sampel terhadap temperatur atau waktu dalam atmosfer yang terkendali (Setiabudi et al, 2012). Skema TGA diilustrasikan pada Gambar 3 terdiri dari tungku, unit switching gas, dan unit keseimbangan mikro.

Dalam aplikasinya, unit timbangan mikro memerlukan wadah sampel kosong untuk menyeimbangkan wadah sampel untuk mendapatkan berat sampel aktual secara akurat. Selama percobaan, pembawa oksigen ditempatkan di tempat sampel (yaitu, diameter 10 mm dan tinggi 2 mm) dan tungku kemudian akan diangkat secara otomatis untuk mengarahkan pemegang sampel ke zona stabil suhu. Laju aliran gas yang bereaksi diatur melalui pengontrol aliran massa atau Mass Flow Controller (MFC) yang dilengkapi dengan TGA dan bervariasi dari 60 hingga 180 mL/menit. Selain itu, aliran gas inert yang terpisah dengan kecepatan 60 mL/menit, dimasukkan ke dalam neraca mikro sepanjang waktu untuk melindungi neraca mikro, Waktu reaksi khas 30 menit ditetapkan untuk proses reduksi dan oksidasi. Berat dan suhu tungku dicatat oleh sistem akuisisi data TGA. Semua percobaan dilakukan pada kondisi isotermal pada kisaran suhu 800-975°C di bawah kondisi siklik reduksi-oksidasi. Sampel dipanaskan sampai suhu yang diinginkan dalam lingkungan udara pada laju pemanasan 1-20°C/menit dan kemudian diekspos ke kondisi siklus reduksi dan oksidasi. Umumnya, lima siklus reduksi-oksidasi dilakukan untuk semua proses. (Song et al, 2014).

Cara Membaca Grafik TGA

Di bawah ini contoh hasil analisa TGA dari sampel yang mengandung karbon.

        Untuk garis hijau adalah grafik weight loss (TG) yang merupakan penurunan berat sampel seiring dengan peningkatan suhu fungsi waktu, merah adalah temperatur fungsi waktu sedangkan biru adalah DTA menunjukkan laju perubahan massa terhadap waktu fungsi waktu. Bisa dilihat pada grafik TG pada suhu sekitar 100oC, 200oC dan 500oC terjadi penurunan berat yg signifikan yg kemungkinan besar dikarenakan kehilangan air, unsur volatil dan karbon secara berurutan.

Kisaran harga uji TGA : 

DTA/TGA s.d 300oC per sampel = 440.000

DTA/TGA s.d 600oC per sampel = 770.000

Reference

https://materialcerdas.wordpress.com/alat-karakterisasi/thermo-gravimetric-analyzer-tga/

https://warstek.com/xrd/

https://www-innovatechlabs-com.translate.goog/newsroom/1882/interpreting-analyzing-ftir-results/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

https://chem.libretexts.org/Courses/Franklin_and_Marshall_College/Introduction_to_Materials_Characterization__CHM_412_Collaborative_Text/Electron_and_Probe_Microscopy/Scanning_electron_microscopy_(SEM)

Akhtar, Kalsoom. Shahid Ali Khan, Sher Bahadar Khan, and Abdullah M. Asiri. 2018.  Scanning Electron Microscopy: Principle and Applications in Nanomaterials Characterization. Pp. 113-45 in Handbook of Materials Characterization. Seoul, South Korea: Springer International Publishing.

Bambang. 2011. Instrumen FTIR dan Membaca Spektra FTIR. Diakses pada 22 Oktober 2024 pukul 23.12 WIB. Aneka Kimia. 

Kaufmann, E.N. 2003. Characterization of Materials: Volumes 1 and 2. Hokoben: John Wiley & Sons.

Gaffney, Jeffrey S., Nancy A. Marley, and Darin E. Jones. 2012. Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy. Characterization of Materials, edited by Elton N. Kaufmann.  USA.

Hanifah, U. 2023. Sintesis Senyawa Lanthanum Doped Cerium (LDC) Menggunakan Metode  Sol-Gel dengan Variasi Suhu Kalsinasi (Bachelor's thesis, Fakultas Sains dan Teknologi  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Hou, Xiangdao. Songtao Lv. Zheng Chen, and Feipeng Xiao. 2018. Applications of Fourier Transform Infrared Spectroscopy Technologies on Asphalt Materials. Measurement. 1-35.

Kesuma, W. A. P. Karakterisasi Material Berbahan Dasar Silika.

Setiabudi, Agus, Rifan Hardian, and Ahmad Muzakir. 2012. Karakterisasi Material: Prinsip dan Aplikasinya Dalam Penelitian Kimia. Vol. 1. 1st ed. Bandung: UPI Press.

Song. Hui, Kalpit Shah, Elham Doroodchi. Terry Wall, and Behdad Moghtaderi. 2014. Reactivity of A12O3- or SIO2- Supported Cu, Mn, and Co-Based Oxygen Carriers for  Chemical Looping Air Separation. Energy and Fuels. 28(1):173-182.

Sun, Q., Fu. Z. & Yang, Z. 2018. Effects of Rare-Earth Doping on the lonic Conduction of CeO2 in Solid Oxide Fuel Cells. Ceramics International 44(4):3707-3711.

Share:

[PRESS RELEASE]HMTK ROOMS 2024

HMTK ROOMS 2024

Pada hari Minggu, 27 Oktober 2024, HMTK FT UNS telah melaksanakan HMTK ROOMS 2024 yang dimulai pada pukul 09.45 hingga 16.30 WIB di Ruang Kelas 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan organisasi HMTK FT UNS kepada mahasiswa baru 2024. Acara diawali dengan pembukaan oleh Moderator Angelina Putri Jehovani, Mahasiswa S-1 Teknik Kimia FT UNS Angkatan 2023, dan diikuti penayangan safety Induction.

Setelah penayangan safety induction, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Muhammad Rizqi selaku Ketua Umum HMTK FT UNS periode 2024 dan sambutan dari Rasendria Rakha Wiratmana selaku Ketua Pelaksana HMTK ROOMS 2024. Terdapat dua acara inti pada kegiatan ini, yaitu materi tentang leadership dan pengenalan HMTK, BSO, dan club. Materi leadership disampaikan oleh Agung Lucky Pradita selaku Presiden BEM UNS periode 2024 dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Pembicara menekankan pentingnya organisasi dalam konteks pengembangan individu dan kelompok serta pentingnya menetapkan tujuan yang jelas

.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pengenalan HMTK, BSO, dan club yang berupa sharing dan games perbidang. Mahasiswa baru dibagi menjadi 8 kelompok yang akan menuju 10 pos dari masing-masing bidang. Mahasiswa baru dikenalkan proker dan nonproker tiap bidang HMTK, BSO, dan club. Setelah games selesai, dilaksanakan dengan foto bersama di setiap pos.

Share:

[PRESS RELEASE] Wisuda Prodi Periode Agustus 2024

WISUDA PROGRAM STUDI PERIODE OKTOBER

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dan Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret telah menyelenggarakan Wisuda Program Studi yang bertujuan untuk memberikan apresiasi dan juga sambutan kepada Wisudawan dan Wisudawati Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Wisuda Program Studi Periode Oktober dilaksanakan pada Jumat, 25 Oktober 2024 pukul 15.45 s.d. 16.36 WIB di Ruang 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik UNS. Acara ini dihadiri oleh Kepala Program Studi, para Wisudawan, dan Mahasiswa Aktif S-1 Teknik Kimia dari angkatan 2020-2024.

Wisuda Program Studi Periode Oktober ini diawali dengan pembukaan dan doa yang dipimpin oleh moderator, Anadya Fatin Nabila, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Setelah itu, pemberian sambutan oleh Ketua HMTK 2024 (Muhammad Rizqi), dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia (Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T.) dan terakhir sambutan oleh perwakilan Wisudawan (Arvian Raditya Airlangga, S.T.).

    Acara selanjutnya adalah pelepasan wisudawan dan wisudawati dengan menampilkan foto, nama, dan kartu alumni. Wisudawan Program Studi Periode Juli dan Agustus ini berjumlah 31 orang, atas nama:

  1. Refanza Nurfikhri, S.T.
  2. Adlina Herlian Kuntari Dewi, S.T.
  3. Anita Budi Krisnawati, S.T.
  4. Aprilia Prabowo Andrias Putri, S.T.
  5. Aqila Putri Ramadhani, S.T.
  6. Arvian Raditya Airlangga, S.T.
  7. Audrey Vista Candra Dewi, S.T.
  8. Christella Quinta Pranasita, S.T.
  9. Divanda Sekar Rahayu Ningtyas, S.T.
  10. Elsa Marshella, S.T.
  11. Fadzilla Zahra Resita, S.T.
  12. Farhan Adisa, S.T.
  13. Fretty Lambang Wibawati, S.T.
  14. Genta Huda Fauzan, S.T.
  15. Isnania Puspitaningtyas, S.T.
  16. Malihatul Milal, S.T.
  17. Maysafa Agung Robani, S.T.
  18. Muhammad Aji Athoriq, S.T.
  19. Muhammad Darul Isnain, S.T.
  20. Muhamad Rizki Hi. Wahab, S.T.
  21. Natasya Yola Ferdilla, S.T.
  22. Nur Sayekti, S.T.
  23. Setiana Handayani, S.T.
  24. Shofiatul Royani, S.T.
  25. Talitha Fairuz Shafa, S.T.
  26. Tegar Satriyo Pribadi, S.T.
  27. Viana Silvia, S.T.
  28. Viena Hilma Khalila, S.T.
  29. Zahra Fadhila Kairunnisa, S.T.
  30. Zidan Insa Fauzi, S.T.
  31. Ameliya Maharani, S.T.
    
    Setelah pelepasan wisudawan, acara dilanjutkan dengan pemberian kesan dan pesan dari mahasiswa angkatan 2023 oleh Grace Natashya Sitompul, angkatan 2022 oleh Surya Andika Kusuma Aji, angkatan 2021 oleh Muhammad Ghozy Izzulhaq, dan angkatan 2020 oleh Genta Huda Fauzan, S.T. Kemudian, acara dilanjutkan dengan persembahan dari SOC berupa duet antara Nazwa Binda Mareta  Angkatan 2023 dan Theresia Yunita Lim Angkatan 2023. Acara diakhiri dengan penutupan oleh moderator.
Share:

[BUTENA 8] Pertimbangan Pemilihan Bahan Peledak

         Bahan peledak adalah suatu zat yang berbentuk padat, cair, gas atau dapat berupa campuran kimia. Apabila zat ini dikenai suatu aksi berupa panas, benturan atau gesekan maka akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang sebagian besar berbentuk gas. Perubahan ini berlangsung dalam waktu singkat disertai dengan efek panas bertekanan tinggi, sehingga terbentuklah ledakan. Ketika bahan peledak diinisiasi (dipicu), reaksi ini menghasilkan gas dalam jumlah besar yang mengembang dengan sangat cepat hingga tercipta tekanan yang sangat tinggi. Tekanan inilah yang menyebabkan ledakan dan efek destruktifnya.

Berikut beberapa kegunaan bahan peledak:

  1. Bahan peledak digunakan untuk memecah batuan keras menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dalam penambangan, sehingga memudahkan proses pengangkutan dan pengolahan mineral.

  2. Bahan peledak digunakan dalam pengeboran minyak dan gas untuk melakukan well stimulation dan membuka jalur baru bagi minyak atau gas untuk keluar dari formasi batuan.

  3. Pada proyek-proyek konstruksi besar, bahan peledak digunakan untuk membongkar bangunan atau struktur yang sudah tidak terpakai.

  4. Membuat terowongan dalam proyek infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, atau bendungan.

  5. Bahan peledak merupakan komponen utama dalam berbagai jenis senjata, mulai dari granat hingga rudal.

Bahan peledak dibagi menjadi berbagai jenis sesuai dengan kebutuhannya, antara lain:

  1. Black Powder

  
    Gambar 1. Black Powder

Black Powder merupakan bahan peledak yang terbuat dari campuran Belerang, Arang, dan Kalium nitrat, yang membakar sangat cepat dan bahan pendorong pada senjata api dan kembang api. Black powder terdiri dari tiga bahan utama:

Kalium Nitrat (KNO₃) Berfungsi sebagai oksidator. Kalium nitrat adalah komponen utama dalam black powder yang menyediakan oksigen untuk reaksi pembakaran. Biasanya menyusun sekitar 75% dari campuran black powder.

Kapur (CaCO₃) atau Belerang (S) berfungsi sebagai bahan bakar dan juga membantu dalam pengaturan kecepatan pembakaran. Belerang juga meningkatkan kecepatan reaksi kimia dan membuat campuran lebih mudah terbakar, menyusun sekitar 15% dari campuran black powder.

Arang (C) memberikan karbon yang diperlukan untuk reaksi kimia dan menyusun sekitar 10% dari campuran black powder.

        Bubuk mesiu diklasifikasikan sebagai bahan peledak yang lemah karena daya ledaknya yang rendah. Black powder memiliki energi ledak yang relatif rendah dibandingkan dengan bahan peledak modern seperti TNT atau ammonium nitrate-based explosives, yaitu sekitar 3000-4000 kJ/kg. Harga black powder umumnya berkisar antara Rp50.000,00 hingga Rp200.000,00 per kg. Produk ini dapat dibeli di PT. Dyno Nobel Indonesia atau PT. Explosive Materials Indonesia.

2. Dynamite

                                                                            Gambar 2. Dynamite

Dynamite adalah sebuah bahan peledak yang sangat kuat dan sering digunakan dalam berbagai industri dan aktivitas konstruksi. Dynamite terdiri dari nitroglycerin, yang merupakan senyawa dengan kekuatan ledakan yang tinggi, yang dicampur dengan bahan pengikat seperti tanah liat atau serbuk gergaji.

Dynamite memiliki energi ledak yang tinggi, umumnya berkisar antara 4.500 hingga 6.500 kJ/kg. Energi ini jauh lebih besar dibandingkan dengan black powder dan memberikan daya ledak yang kuat dan konsisten. Dynamite memiliki kecepatan ledak yang tinggi, yang berarti ia dapat memproduksi gelombang tekanan dan gas yang sangat besar dalam waktu singkat. Ini menjadikannya efektif untuk aplikasi yang memerlukan kekuatan peledakan besar, seperti dalam peledakan batuan dan pemusnahan struktur.

Dayaprime Booster, dinamit buatan PT Dahana (Persero) menjadi distributor utama dinamit ke berbagai perusahaan tambang di Indonesia. Perusahaan tambang batu bara ternama seperti Adaro dan Berau Coal menjadi pembeli tetap dinamit buatan Dahana. Ukuran dinamit ini tergolong mungil hanya sepanjang 15 cm dengan diameter 6 cm dapat dihargai Rp15.000,00 per batangnya. Dinamit buatan Dahana bisa melubangi tanah hingga kedalaman 10 meter. Untuk memastikan keselamatan penggunaan dalam proses peledakan, area sekitar ledakan pun harus dipastikan bersih sejauh 500 meter. Para pekerja dan alat proyek harus disingkirkan terlebih dahulu hingga jarak 500 meter. 

3. Dry Blasting Agent (ANFO)

Gambar 3.1 Dry Blasting Agent (ANFO)

        ANFO adalah singkatan dari Ammonium Nitrate Fuel Oil yang terdiri dari campuran Amonium nitrat (AN) dan bahan bakar minyak (Feul Oil/solar). Bahan-bahan campuran tersebut tidak termasuk bahan yang dapat diklasifikasikan sebagai bahan peledak, namun harus dicampurkan untuk dijadikan bahan peledak. AN (ammonium nitrate) dengan berat bersih per sak yaitu 25 kilogram. Kemudian, AN dicampur dengan FO (fuel oil) yang telah diberi pewarna merah muda (oker) akan menjadi bahan peledak kuat (high explosive) dengan perbandingan AN  94,5% dan FO  5,5%.  Pemberian pewarna pada FO bertujuan untuk melihat proporsi pencampuran antara AN dan FO benar-benar bercampur dengan baik.

        
Gambar 3.2 Komposisi ANFO yang Sering Digunakan

        Energi dari ANFO dalam satu ton dapat setara dengan sekitar 1.000-1.500 ton TNT. Dibandingkan dengan bahan baku peledak lainnya, ANFO tergolong peledakan berbasis kering dan sangat aman baik pada peledakan bawah tanah maupun peledakan terbuka dengan diameter 1 sampai 12 inci atau lebih. ANFO cenderung kurang efisien dalam lingkungan basah atau lembab, karena Amonium nitrat sangat mudah larut dalam air, yang dapat mengurangi efektivitas peledakan. Oleh karena itu, ANFO biasanya digunakan dalam kondisi kering atau dalam kemasan yang melindungi dari kelembaban. ANFO dijual terpisah, yang dapat dibeli di PT. Multi Nitrotama Kimia dengan harga Rp4.500.000,00 hingga Rp9.000.000,00 per ton.

4. Slurry-Emulsion-Watergel Blasting Agent

Gambar 4. Slurry-Emulsion-Watergel Blasting Agent

Campuran oksidator (NaNO3, NHNO3), fuel sensitizer, dan sekitar 15-20% air kmd ditambah bahan pengikat (gelling agent) yang menyebabkan slurry tahan terhadap air. Peledak jenis ini juga tidak terlalu peka terhadap gesekan api maupun gesekan mekanis lainnya. Berbeda dengan Dry Blasting Agent (ANFO) untuk kondisi kering, Slurry-Emulsion-Watergel Blasting Agent dapat digunakan untuk kondisi basah.

Slurry Explosives memiliki daya ledak yang baik dengan energi tinggi, sering kali digunakan untuk peledakan dalam kondisi basah. Energi ledaknya bervariasi tergantung pada komposisi, tetapi umumnya dapat mencapai sekitar 800-9000 kJ/kg. Emulsion Explosives menggunakan emulsi antara Ammonium nitrate dan Hydrocarbon fuel. Energi ledak sekitar 3000-8000 kJ/kg, stabil dan efektif dalam kelembapan tinggi. Sedangkan, Watergel Explosives mengandung ammonium nitrate dan gelling agents dengan energi ledak sekitar 8000 kJ/kg. 

Harga Slurry-Emulsion-Watergel Blasting Agent berkisar antara Rp.25.000- Rp.60.000 per kg. Produk ini dapat didapatkan di PT. Bumi Resources Tbk, PT. Kaltim Prima Coal (KPC), PT. Explosive Materials Indonesia, PT. Dyno Nobel Indonesia, dan PT. Astra International Tbk.

5. Permissible Explosive


Gambar 5. Permissible Explosive

Peledak bawah tanah dengan komposisi Ammonium gelatine dynamite ditambah flame depressant memiliki kelebihan diantaranya temperature peledakan rendah, volume gas sedikit, serta penyalaan singkat yang bertujuan untuk mencegah kemungkinan ledakan sekunder dari gas methane atau debu batubara.

Umumnya, energi ledak mereka dapat berkisar antara 2000-4000 kJ/kg. Permissible explosives dirancang untuk memberikan kinerja ledakan yang efektif dalam kondisi di mana gas berbahaya atau debu mungkin ada. Hal ini berarti tingkat energi ledak yang cukup untuk aplikasi pertambangan, tetapi formulasi dan kontrol kualitasnya diatur untuk mencegah ledakan yang tidak terduga.

Biasanya, Permissible Explosive dijual dengan kisaran antara IDR 20.000 - IDR 60.000 per kg. Produk ini dapat didapatkan di PT. Bumi Resources, PT. Explosive Materials Indonesia, PT. Dyno Nobel Indonesia, dan PT. Austindo Nusantara Jaya (ANJ)


DAFTAR PUSTAKA

Harfianto. 2007. Memainkan Si Bubuk Hitam. Cerita Pagi. Diakses 8 September 2024 dari https://orangmiskin.wordpress.com/2007/11/10/memainkan-si-bubuk-hitam/.

Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembinaan dan Pengembangan Industri Bahan Peledak. (2016). Diakses 8 September 2024 dari https://www.kemhan.go.id/pothan/wp-content/uploads /2024/02/Permenhan-Handak-Nomor-5-Tahun-2016-ttg-Pembinaan-DanPeng embangan-Industri-Bahan-Peledak.pdf.

Chandra, A. A. (2016). Kecil Cabai Rawit, Dinamit Made In Subang Bisa Bikin Lubang Sedalam 10 Meter. detikFinance. Diakses pada 8 September 2024 dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3336489/kecil-cabai-rawit-dinamit-i-made-in-i-subang-bisa-bikin-lubang-sedalam-10-meter.

 Udin, S., Saputra, R., Indah, B, P. (2021). Analisa Penggunaan ANFO Sebagai Bahan Peledak Untuk Mencapai Sasaran Produksi Batuan Gamping Di PT.Semen Baturaja (Persero) Tbk. Jurnal Kotamo, 2(3). file:///C:/Users/ASUS/Downloads/kotamovol2no3-rendisaputra.pdf.




Share:

[PRESS RELEASE] RAPAT KOORDINASI 3

Pada hari Sabtu, 14 September 2024 telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi 3 yang dilaksanakan di Ruang 1313 dan 1314 Gedung 1 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Kegiatan Rapat Koordinasi 3 diikuti oleh 91 orang pengurus HMTK FT UNS. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 s.d 10.30 WIB. Pada kegiatan ini, dilakukan pembahasan mengenai peninjauan ulang program kerja yang akan dilaksanakan oleh HMTK FT UNS.

Kegiatan diawali dengan penayangan video Safety Induction dan dilanjutkan pembukaan oleh moderator, Anandya Fatin Nabila. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Selanjutnya, dilanjutkan dengan acara sesi pembahasan tiap bidang. Rapat Koordinasi 3 dipimpin oleh Muhammad Rizqi selaku Ketua Umum HMTK FT UNS Periode 2024. Sesi pertama yaitu sesi bidang Akademis dilaksanakan pukul 08.51-09.10. Lalu, sesi bidang PMB dilaksanakan pukul 09.10-09.36. Terakhir, dilanjutkan sesi bidang Kewirausahaan pada pukul 09.36-10.23.

Hal-hal penting yang dibahas pada rapat koordinasi 3 yaitu peninjauan ulang mengenai progam kerja yang dirasa sudah tidak relevan untuk dilaksanakan pada periode ini. Progam-progam kerja itu diantaranya, progam kerja Sharing Is Caring (SIC), Gema Melodi Teknik (GMT), dan Kuliah Umum Kewirausaan. Ketiga progam kerja ini ditiadakan pada periode ini karena sudah tidak relevan dan tujuan dari pelaksanaan progam kerja tersebut sudah dapat terpenuhi melalui progam kerja lainnya. Progam kerja SIC dari bidang Akademis sudah terlaksana dalam progam kerja Kuliah Umum 1 dan 2. Sedangkan, progam kerja GMT dari bidang PMB telah digantikan dengan Super Copa Chemical (SCC) dengan tujuan yang sama yaitu membawa nama HMTK ke masyarakat luar. Progam kerja Kuliah Umum Kewirausahaan ditiadakan pada periode ini dan akan dilaksanakan pada peride berikutnya, tepatnya pada awal semester genap menyesuaikan dengan adanya Mata Kuliah Kewirausahaan di kurikulum baru. 

Dengan diselenggarakan Rapat Koordinasi 3, diharapkan saran dan masukan untuk program kerja HMTK dapat membuat HMTK FT UNS lebih baik lagi kedepannya dan menjadi bahan pertimbangan dalam melaksanakan progam kerja di periode berikutnya.



Share:

[PRESS RELEASE] Wisuda Prodi Periode Agustus 2024

 Wisuda Prodi Periode Agustus 2024

        Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dan Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret telah menyelenggarakan Wisuda Prodi yang bertujuan untuk memberikan apresiasi dan juga sambutan kepada wisudawan dan wisudawati Program Studi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Wisuda Prodi Periode Agustus telah dilaksanakan pada Jumat, 30 Agustus 2024 pukul 14.30 s.d. 16.10 WIB di Ruang Multimedia Gedung 4 Fakultas Teknik UNS. Acara ini dihadiri oleh Kepala Program Studi, para wisudawan, dan Mahasiswa Aktif S-1 Teknik Kimia dari angkatan 2020 hingga angkatan 2024. Acara diawali dengan pembukaan dan doa yang dipimpin oleh Vanesa Saghita Putri selaku moderator, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK. Selanjutnya, sambutan oleh Ketua HMTK 2024 (Muhammad Rizqi) dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Program Studi S-1 Teknik Kimia (Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T.). Lalu, diakhiri dengan sambutan yang disampaikan oleh perwakilan Wisudawan (Ibnu Tryansar Purba S.T.).

Acara dilanjutkan dengan pelepasan wisudawan dan wisudawati dengan menampilkan foto, nama, dan kartu alumni. Wisudawan Program Studi Periode Juli dan Agustus ini berjumlah sembilan orang, yaitu: 

  1. Asa Alfain, S.T.

  2. Muhammad Yusron Mubarok, S.T. 

  3. Sukma Budi Utomo Albuni, S.T. 

  4. Nabil Fahmi, S.T. 

  5. Jeremiah Mark Karsten, S.T. 

  6. Faraisya Virdhana Khoirinisa, S.T. 

  7. Ibnu Tryansar Purba, S.T. 

  8. Rizal Lutfi Hendi Yulianto, S.T. 

  9. Sabela Sanata Ramadhani, S.T. 

        Setelah pelepasan wisudawan, dilanjutkan dengan kesan dan pesan mahasiswa dari angkatan 2023 oleh Antonius Dari Padua Nathanael Suluh, angkatan 2022 diwakilkan oleh Muhammad Nabil Afaf Farahi, angkatan 2021 oleh Yulia Tri Septiani, serta angkatan 2020 oleh Deni Kurniawan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan persembahan dari SOC oleh Muslih Eriyad angkatan 2023 dan Theresia Fransisca Djie angkatan 2023. Acara Wisuda Prodi Periode Agustus 2024 ini diakhiri dengan penutupan kegiatan oleh moderator.
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog