[PRESS RELEASE] Sharing is Caring 2025

HMTK FT UNS kembali melaksanakan Sharing is Caring pada Minggu, 16 November 2025. Kali ini acara dilaksanakan di Ruang Studio Perencanaan Wilayah dan Kota Lantai 3 Gedung II FT UNS pada pukul 09.00 s.d 11.45 WIB. Sharing is Caring atau biasa disebut SIC kali ini mengusung tema “Exploring Careers in Chemical Engineering with Insight and Experiences” yang dibawakan oleh Alfian Fathony, S.T., Alumni S-1 Teknik Kimia UNS 2012 sekaligus Mahasiswa S-2 Teknik Kimia UNS sampai sekarang. Berikut materi-materi yang dibawakan oleh pembicara:

Sharing is Caring 2025

HMTK FT UNS kembali melaksanakan Sharing is Caring pada Minggu, 16 November 2025. Kali ini acara dilaksanakan di Ruang Studio Perencanaan Wilayah dan Kota Lantai 3 Gedung II FT UNS pada pukul 09.00 s.d 11.45 WIB. Sharing is Caring atau biasa disebut SIC kali ini mengusung tema “Exploring Careers in Chemical Engineering with Insight and Experiences” yang dibawakan oleh Alfian Fathony, S.T., Alumni S-1 Teknik Kimia UNS 2012 sekaligus Mahasiswa S-2 Teknik Kimia UNS sampai sekarang. Berikut materi-materi yang dibawakan oleh pembicara:

Ruang lingkup pembahasan:

  1. Karier Teknik Kimia

  2. Kesenjangan antara dunia akademis dan industri

  3. Strategi meraih cita-cita

  4. Cara menerapkan dan mengembangkan ilmu Teknik Kimia

A. Karier Fresh Graduate dalam Bidang Teknik Kimia

  1. Pabrik (oil&gas, pupuk, farmasi, semen, dan lain-lain). Pekerjaan yang paling umum diambil lulusan Teknik Kimia adalah Process Engineer, yang bertugas melakukan optimasi dan monitoring proses produksi. Selain itu, lulusan Teknik Kimia juga dapat berkarier di bidang pemasaran, business development, dan tidak selalu harus bertugas sebagai process engineer.

  2. Perusahaan Engineering/EPC (Engineering, Procurement, and Construction). Bekerja pada sektor EPC selama kurang lebih lima tahun dapat membuka peluang lebih besar untuk bergabung ke industri besar seperti Pertamina dan perusahaan besar lainnya.

  3. Perusahaan Jasa (Service Company)

  4. Perusahaan Teknologi (Technology Company) yang mengembangkan teknologi terkait lisensi maupun non-lisensi, serta terlibat dalam desain reaktor.

  5. Riset/penelitian di laboratorium.

  6. Akademisi yang bekerja sebagai dosen.

  7. Regulator yang bekerja sebagai ASN, misalnya di SKK Migas.

  8. Lain-lain (di luar rumpun teknik kimia)

Diharapkan mahasiswa mengetahui arah karier yang ingin dituju sebelum lulus, serta mempersiapkan proses wawancara dan memahami alur proses industri.
Pertimbangan setelah lulus meliputi aspek finansial, relasi, pengalaman, ilmu, dan jarak dengan keluarga.

B. Kesenjangan antara Akademis dan Industri

  1. Ilmu yang dipelajari di kampus akan diterapkan di dunia kerja. Teknik Kimia UNS mengajarkan kompetensi yang dapat masuk dalam delapan kategori pekerjaan yang telah dijelaskan. Sekitar 20% aktivitas perkuliahan memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kehidupan profesional.

  2. Fluida merupakan materi yang sangat penting karena pertemuan dengan berbagai jenis fluida pasti terjadi di dunia industri.

  3. Penerapan materi di industri umumnya lebih sederhana dibandingkan teori di perkuliahan; di pabrik sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan memasukkan data yang sudah tersedia.

  4. Least Cost Routing (LCR) diterapkan di beberapa pabrik.

  5. Di industri, penurunan rumus jarang dilakukan, namun hal tersebut merupakan bagian penting dalam dunia akademis.

  6. Perancangan pabrik pada tugas akhir menjadi indikator nyata kesenjangan akademis–industri, karena saat wawancara kerja biasanya akan ditanyakan mengenai perancangan pabrik dan proses yang berjalan.

C. Strategi untuk Meraih Cita-Cita

  1. Mengidentifikasi kebutuhan perusahaan untuk menunjang pekerjaan di industri yang dituju.

  2. Mendalami materi kuliah, misalnya proses kontrol, agar memiliki gambaran mengenai penerapannya di dunia kerja.

  3. Mengembangkan keterampilan non-teknis. Tidak hanya mengejar IPK, tetapi juga membangun communication skill yang sangat penting saat wawancara.

  4. Melatih kemampuan bahasa Inggris, terutama karena dalam proyek industri sering bekerja sama dengan pihak internasional; serta mempelajari ilmu perancangan.

  5. Mengumpulkan informasi mengenai pabrik dari segi peluang dan gaji untuk menentukan arah karier.

  6. Peka terhadap kondisi ekonomi, baik global maupun nasional.

  7. Menyadari bahwa persaingan kerja ketat karena adanya kompetisi dengan lulusan kampus besar. Mencari peluang kecil tetap penting untuk pengembangan diri.

  8. Pro hearing adalah lowongan kerja yang hanya diketahui oleh orang dalam.
    Open hearing adalah lowongan terbuka dengan persaingan lebih ketat.

  9. Setelah lulus, tidak perlu terlalu berfokus pada aspek finansial; tetapi mencari pengalaman kerja sesuai bidang sangat dianjurkan.

D. Cara Menerapkan dan Mengembangkan Ilmu Teknik Kimia agar Menjadi Engineer yang Baik

  1. Saat bekerja sebagai process engineer, akan diperoleh ilmu baru seperti desain alat, perancangan, serta pengoperasian alat industri. Pengetahuan tersebut dapat dipelajari dari senior yang berpengalaman dan selanjutnya dapat diterapkan serta dikembangkan untuk berinovasi.

  2. Continuous learning adalah kunci untuk menjadi ahli. Jangan terlalu nyaman pada satu jenis pekerjaan; terus mencari pengalaman dan ilmu baru agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

  3. Tetap optimis dan mampu membaca peluang. Hindari ego berlebihan. Pendapatan terbesar umumnya berasal dari wirausaha.

SIC membantu mahasiswa menentukan rencana setelah lulus. Mahasiswa perlu dipersiapkan sebagai human capital yang harus siap bekerja, bersungguh-sungguh belajar, memahami materi perkuliahan secara mendalam, dan terus mengembangkan diri.









Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Postingan Populer

Arsip Blog