[PRESS RELEASE] Kunjungan Industri 2025

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan kegiatan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu Kunjungan Industri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025 yang bertempat di PT Semen Gresik Rembang. Kunjungan ini dilakukan oleh Mahasiswa Baru S-1 Teknik Kimia yang bertujuan untuk memperkenalkan para mahasiswa baru terhadap penerapan ilmu Teknik Kimia dalam dunia industri. Kegiatan diawali dengan penayangan video safety induction PT Semen Gresik Rembang yang menjelaskan prosedur keselamatan kerja, mulai dari pemeriksaan kendaraan, penggunaan alat pelindung diri, hingga potensi bahaya yang perlu diperhatikan seperti debu, suara bising, peralatan berputar, listrik bertegangan tinggi, dan paparan panas.

Kunjungan Industri


Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan kegiatan salah satu program kerja dari bidang PSP yaitu Kunjungan Industri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025 yang bertempat di PT Semen Gresik Rembang. Kunjungan ini dilakukan oleh Mahasiswa Baru S-1 Teknik Kimia yang bertujuan untuk memperkenalkan para mahasiswa baru terhadap penerapan ilmu Teknik Kimia dalam dunia industri.

Kegiatan diawali dengan penayangan video safety induction PT Semen Gresik Rembang yang menjelaskan prosedur keselamatan kerja, mulai dari pemeriksaan kendaraan, penggunaan alat pelindung diri, hingga potensi bahaya yang perlu diperhatikan seperti debu, suara bising, peralatan berputar, listrik bertegangan tinggi, dan paparan panas.

Memasuki sesi pemaparan materi, PT Semen Gresik memaparkan profil perusahaan yang berdiri sejak 10 Januari 2014 sebagai salah satu bagian dari Semen Indonesia Group (SIG). Pabrik Semen Rembang memiliki kapasitas produksi sekitar tiga juta ton per tahun, dengan fasilitas utama mulai dari quarry, crusher, raw mill, preheater, rotary kiln, clinker cooler, cement mill, packing plant, dan shipping. Produk yang dihasilkan pada pabrik ini meliputi Semen PCC, Semen OPC, dan klinker.

Materi selanjutnya, narasumber memperkenalkan alur lengkap mengenai proses produksi semen dari bahan mentah hingga menjadi produk siap pakai. Proses produksi di PT Semen Gresik dimulai dari tahap penambangan, ketika batu kapur, tanah liat, dan berbagai bahan baku alternatif diambil dari area tambang untuk kemudian diangkut ke pabrik sebagai sumber utama CaCO₃ dan material silikat. Material tersebut selanjutnya memasuki tahap persiapan bahan baku, yaitu dihancurkan melalui limestone hammer crusher dan clay crusher, kemudian dicampur dengan pasir silika dan pasir besi sebelum digiling di vertical raw mill hingga menjadi raw meal yang halus dan homogen. Raw meal ini lalu menjalani tahap pembakaran, dimulai dari preheater dan in-line calciner untuk pemanasan awal dan kalsinasi, sebelum akhirnya diproses dalam rotary kiln pada suhu tinggi hingga berubah menjadi klinker yang kemudian didinginkan melalui cross bar cooler. Setelah dingin, klinker digiling kembali di vertical cement mill bersama gypsum, trass, dan material pendukung lainnya hingga mencapai tingkat kehalusan tertentu dan menghasilkan semen siap pakai. Produk akhir tersebut disimpan di dalam silo dan dikemas melalui packer machine sesuai kebutuhan konsumen sebelum didistribusikan ke pasar.

Selain itu, dipaparkan mengenai peluang karier bagi lulusan Teknik Kimia di industri semen. Pada level operasional, posisi yang banyak dibutuhkan meliputi unit production support yang menangani utilitas dasar pabrik, serta unit produksi seperti CRM Operation, KCM Operation, FM Operation, dan Packer Operation yang memastikan proses penghancuran bahan baku, stabilitas kiln dan raw mill, kelancaran aliran material, hingga pengemasan berjalan tanpa hambatan. Peran process engineer juga menjadi posisi kunci karena bertanggung jawab menganalisis data operasi dan mendorong efisiensi proses. Di sisi perencanaan, unit Production Plan & Control membuka kesempatan pada bidang pengawasan proses melalui DCS/SCADA, penyusunan rencana produksi, serta quality assurance. Pada tingkatan manajerial, Department of Production and Maintenance memegang kendali terhadap koordinasi produksi dan pemeliharaan pabrik, sementara Operation Director menetapkan arah dan strategi operasional perusahaan. Seluruh posisi ini menuntut penguasaan technical skill yang solid serta soft skill seperti komunikasi, kerja sama, integritas, dan profesionalisme.


Dengan diadakannya acara Kunjungan Industri ini, kami berharap mahasiswa Teknik Kimia UNS dapat memahami gambaran nyata tentang bagaimana proses suatu industri dijalankan, mulai dari penerapan prinsip-prinsip keselamatan kerja hingga pengelolaan operasional di lapangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan bagi para mahasiswa untuk mengenali berbagai peluang karier di sektor industri serta diharapkan dapat menumbuhkan kesiapan mereka dalam mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di perkuliahan ke dunia kerja yang sesungguhnya.



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Postingan Populer

Arsip Blog