Rabu, 03 Juli 2019

BUTENA EDISI 5 : Isi Gas Air Mata Itu Apa Sih? Kenangan? Kok Pedih?




ILMU KIMIA

            Walaupun dinamakan gas, tetapi gas air mata merupakan senyawa aerosol berupa serbuk halus (padat). Aerosol merupakan zat padat yang terdispersi dalam gas. Senyawa kimia yang terdapat dalam gas air mata adalah  2-Chlorobenzalmalononitrile atau disingkat CS.
Nama              : 2-Chlorobenzalmalononitrile
Rumus             : C10H5ClN2
Kepadatan       : 1,04 g/cm³
Titik lebur        : 93°C
Massa molar   : 188,6 g/mol
Titik didih        : 310°C
Senyawa ini bersifat asam dan digolongkan dalam lachrymatory agent yang merangsang keluarnya air mata. Serbuk gas air mata biasanya dikemas dalam kaleng bertekanan tinggi yang dapat ditembakan ke kerumunan masa. Saat kaleng kemasan meledak, serbuk akan menyebar di udara menimbulkan semacam ‘kabut’. Hal ini lah yang menyebabkan senyawa ini disebut gas walaupun berupa serbuk. Dosis 2-Chlorobenzalmalononitrile sebesar 4mg/m² sudah cukup untuk membubarkan masa. Senyawa ini mampu berubah menjadi mematikan apabila dosisnya lebih dari 25mg/m².


SEJARAH

            Pada tahun 1920, gas air mata pertama diciptakan berupa senyawa Chloroacetophenone ( CN ). Namun penggunaanya dinilai kurang efektif. Tahun 1928, ilmuwan asal Amerika Serikat, Ben Corson dan Roger Stoughton menemukan senyawa kimia yang memiliki efek jauh lebih kuat. Senyawa ini adalah 2-Chlorobenzalmalononitrile atau disingkat CS untuk mengenang kedua penemunya (Corson dan Stoughton). Senyawa ini lah yang masih digunakan sampai saat ini.
            Penggunaan gas air mata tanpa pandang bulu dinilai dapat merugikan kedua belah pihak. Hal ini disampaikan  Kelsey Davenport Direktur kebijakan nonproliferasi di Arms Control Association di Washington. Oleh karena itu pada tahun 1993 penggunaan gas ini dilarang dalam perang. Namun penggunaannya masih diizinkan hanya untuk mengontrol masa.


DAMPAK DAN CARA MENGATASI

Efek yang dirasakan :
Di kulit                         : rasa terbakar.
Di mata                       : rasa perih, keluar air mata.
Di saluran pernafasan : hidung berair, batuk, rasa tercekik.
Di saluran pencernaan: rasa terbakar yang parah di tenggorokan, keluar lendir dari tenggorokan,
                                       muntah

 Jika serbuk tersebut masuk hingga ke paru-paru: menyebabkan nafas pendek-pendek, sesak nafas, rasa seperti terbakar di paru-paru.
Cara penanganan :
lachrymatory agent ini bersifat asam maka efeknya dapat diminimalisir dan dihilangkan dengan menggunakan anti-asam seperti odol
– Di mata: bilas dengan air
– Di tenggorokan: berkumur dengan air beberapa kali hingga rasa serbuk hilang.
– Mual / muntah: minum obat diare dari jenis adsorben, untuk menyerap racun tsb. Misal: Entrostop, New Diatabs
– Di saluran pernafasan: pemberian oksigen dengan oksigen kaleng (Oxycan) akan sangat membantu “membilas” dan “mengencerkan” kadar serbuk di dalam paru-paru.

2 komentar: