[PRESS RELEASE] Sarasehan S-1 Teknik Kimia 2026

Sarasehan Teknik Kimia merupakan salah satu program kerja dari bidang Hubungan Masyarakat HMTK FT UNS. Program ini kembali dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 secara hybrid di Ruang Multimedia Gedung 4 FT UNS dan via Zoom meeting. Sarasehan kali ini mengusung tema “Sosialisasi Perkuliahan Semester Genap" dengan pembahasan mengenai persiapan akademik mahasiswa S–1 Teknik Kimia UNS pada semester genap. Materi sarasehan dipaparkan oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. selaku Kepala Prodi S-1 Teknik Kimia FT UNS. Acara sarasehan dimulai pada pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.15 WIB dengan dihadiri oleh mahasiswa S-1 serta beberapa dosen Teknik Kimia UNS. Jalannya acara dimoderatori oleh Ruben Alberto Mowi (Mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS). Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh moderator, pemutaran video safety induction, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan oleh Ketua HMTK FT UNS (Muhammad Abil Aqilla), dilanjutkan pemaparan materi, sesi penyampaian aspirasi, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi serta penutupan.

Sarasehan S-1 Teknik Kimia 2026

Sarasehan Teknik Kimia merupakan salah satu program kerja dari bidang Hubungan Masyarakat HMTK FT UNS. Program ini kembali dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 secara hybrid di Ruang Multimedia Gedung 4 FT UNS dan via Zoom meeting. Sarasehan kali ini mengusung tema “Sosialisasi Perkuliahan Semester Genap" dengan pembahasan mengenai persiapan akademik mahasiswa S–1 Teknik Kimia UNS pada semester genap. Materi sarasehan dipaparkan oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. selaku Kepala Prodi S-1 Teknik Kimia FT UNS.

Acara sarasehan dimulai pada pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.15 WIB dengan dihadiri oleh mahasiswa S-1 serta beberapa dosen Teknik Kimia UNS. Jalannya acara dimoderatori oleh Ruben Alberto Mowi (Mahasiswa S-1 Teknik Kimia UNS). Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh moderator, pemutaran video safety induction, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan oleh Ketua HMTK FT UNS (Muhammad Abil Aqilla), dilanjutkan pemaparan materi, sesi penyampaian aspirasi, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi serta penutupan.

Materi yang disampaikan oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. mengenai informasi berkaitan dengan evaluasi akademik, sistem KRS, dan perkuliahan. Pemaparan materi oleh Dr. Joko Waluyo, S.T., M.T. dibuka dengan evaluasi akademik yang menyoroti tingginya angka mahasiswa yang terhambat lulus.

Hambatan ini dipicu oleh dua faktor. Pertama, lemahnya kemampuan pemahaman sains dasar akibat kurikulum Merdeka Belajar yang tidak mewajibkan materi tingkat lanjut, seperti Matematika Lanjut, Fisika Lanjut, atau Kimia Lanjut. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa kewalahan menghadapi materi teknik seperti Kalkulus dan Integral. Kedua, penerapan sanksi tegas atas kecurangan akademik berupa pemberian nilai E, sehingga mahasiswa harus mengulang mata kuliah tersebut.

Terkait sistem KRS, mahasiswa mengambil mata kuliah yang diinputkan di Siakad masing-masing. Mahasiswa juga diwajibkan untuk melakukan konsultasi KRS dengan dosen PA secara offline pada rentang tanggal 18-20 Februari 2026. Setelah mendapatkan tanda tangan dosen PA, lembar KRS wajib dipindai dan dikirim ke link yang telah disediakan sesuai angkatan masing-masing. Pengumpulan KRS secara fisik untuk proses pengecapan hanya dilakukan jika mahasiswa memiliki keperluan khusus yang mensyaratkan hal tersebut, misalnya sebagai syarat pemberkasan ujian.

Mengenai teknis pengambilan mata kuliah, mahasiswa diimbau untuk meneliti kembali tabel ekuivalensi guna memastikan tidak ada mata kuliah yang terlewat. Mahasiswa juga diwajibkan memilih kelas secara konsisten, jika tidak konsisten tidak akan divalidasi oleh dosen PA. Untuk mata kuliah Metode Numeris dan Menggambar Teknik, di mana mahasiswa wajib mengambil kelas sesuai kelas asalnya, sedangkan sisanya akan dialokasikan ke kelas D. Pembagian kelas praktikum juga diatur secara spesifik. Kelas A mengambil kelas A atau D, kelas B mengambil kelas B atau E, dan kelas C mengambil kelas C atau F.
Untuk memperkuat kemampuan matematika, fisika, dan kimia, Prodi akan mengadakan program asistensi latihan soal. Perekrutan asisten mata kuliah dan praktikum pun dibuka dengan benefit honor dan sertifikat. Adapun mata kuliah intensif untuk semester 2 meliputi Kimia Fisika, Persamaan Diferensial, dan Kimia Analisis. Sedangkan untuk semester 4, mata kuliah intensifnya meliputi Metode Numeris, OTM, Evaporasi dan Kristalisasi, Penanganan Bahan Padat, serta Kinetika Reaksi.

Untuk mahasiswa semester 8, wajib mengikuti penyeliaan dan Engineering Ethics sebagai syarat pendadaran. Kaprodi juga mengingatkan bahwa target progres pengerjaan Tugas Akhir (TA) adalah 80%.

Kaprodi juga menghimbau bahwa batas pengerjaan Laporan Kerja Praktek (KP) adalah maksimal 6 bulan. Jika pengerjaan melebihi batas waktu tersebut, mahasiswa hanya akan mendapatkan nilai maksimal C atau diminta KP ulang. Sementara itu, durasi penelitian diusahakan maksimal 1 tahun dengan tahap akhir berupa Presentasi Hasil Penelitian di akhir semester 7. Presentasi dapat digantikan dengan menunjukkan bukti keikutsertaan dalam seminar Nasional atau Internasional, juga dapat dengan menunjukkan bukti submit artikel ke jurnal. Adapun syarat pengambilan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah minimal telah menempuh atau lulus 84 SKS.

Dalam rangka menyongsong penerapan akreditasi internasional LAM TEKNIK, Kaprodi menyampaikan bahwa penguasaan basic science harus lebih ditekankan. Beliau juga menyampaikan bahwa akreditasi ini bertujuan mencetak lulusan profesional yang tidak hanya cakap dalam merancang eksperimen dan desain teknik, tetapi juga memiliki etika profesi, kemampuan problem solving, serta jiwa kewirausahaan. Untuk menjamin tercapainya seluruh Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) diterapkan sistem penilaian berbasis Outcome Based Education (OBE). Dalam sistem ini, setiap komponen CPL pada mata kuliah wajib mencapai nilai minimal 60. Jika terdapat satu CPL saja yang tidak memenuhi standar tersebut, maka mahasiswa akan otomatis mendapatkan nilai E pada mata kuliah yang bersangkutan.

Dengan adanya sarasehan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih efektif antara program studi dan mahasiswa, serta terwujudnya perbaikan di Teknik Kimia FT UNS melalui adanya penyampaian aspirasi, kritik, dan saran dari mahasiswa.


Share:

[BUTENA 1] Aurora: Lukisan Alam dari Interaksi Matahari dan Bumi

Aurora merupakan fenomena alam berupa tampilan cahaya alami yang berkilauan di langit dan muncul akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan atom dan molekul gas di atmosfer Bumi. Ketika partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan gas-gas atmosfer, energi yang dilepaskan akan tampak sebagai pancaran cahaya berwarna-warni yang menghiasi langit, terutama pada saat malam hari. Fenomena ini dikenal dengan aurora borealis atau northern lights ketika terjadi di wilayah Kutub Utara, serta aurora australis atau southern lights di wilayah Kutub Selatan. Aurora borealis dapat diamati di beberapa negara lintang tinggi di belahan Bumi utara, seperti Norwegia, Finlandia, Alaska, dan Kanada. Sementara itu, aurora australis dapat disaksikan di wilayah belahan Bumi selatan, seperti Selandia Baru, Tasmania, dan Antartika.

Aurora: Lukisan Alam dari Interaksi Matahari dan Bumi

Aurora merupakan fenomena alam berupa tampilan cahaya alami yang berkilauan di langit dan muncul akibat interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan atom dan molekul gas di atmosfer Bumi. Ketika partikel-partikel tersebut bertabrakan dengan gas-gas atmosfer, energi yang dilepaskan akan tampak sebagai pancaran cahaya berwarna-warni yang menghiasi langit, terutama pada saat malam hari.

Fenomena ini dikenal dengan aurora borealis atau northern lights ketika terjadi di wilayah Kutub Utara, serta aurora australis atau southern lights di wilayah Kutub Selatan. Aurora borealis dapat diamati di beberapa negara lintang tinggi di belahan Bumi utara, seperti Norwegia, Finlandia, Alaska, dan Kanada. Sementara itu, aurora australis dapat disaksikan di wilayah belahan Bumi selatan, seperti Selandia Baru, Tasmania, dan Antartika.

Secara ilmiah, aurora terjadi akibat interaksi antara partikel bermuatan berenergi tinggi yang dilepaskan matahari melalui angin matahari dengan medan magnet Bumi. Energi dari partikel-partikel tersebut terakumulasi dan kemudian dilepaskan ke atmosfer, memicu tumbukan dengan atom serta molekul gas yang menghasilkan cahaya berwarna-warni di langit.


Proses Terbentuknya Aurora

1. Matahari memancarkan partikel bermuatan (angin Matahari)

Proses aurora dimulai ketika matahari memancarkan partikel bermuatan yang dikenal sebagai angin matahari. Angin matahari ini terdiri dari partikel-partikel seperti elektron dan proton yang dilepaskan secara terus-menerus. Saat matahari berada dalam fase aktivitas tinggi, seperti terjadinya ledakan matahari atau Coronal Mass Ejections (CME), jumlah partikel yang dilepaskan dapat meningkat secara signifikan.

2. Partikel mencapai medan magnet Bumi dan diarahkan menuju kutub

Ketika angin matahari bergerak menuju Bumi, partikel-partikel bermuatan tersebut akan bertemu dengan medan magnet Bumi, yang berfungsi sebagai pelindung dari radiasi kosmik. Medan magnet ini tidak hanya melindungi Bumi, tetapi juga mengarahkan sebagian besar partikel bermuatan menuju kutub magnetik utara dan selatan, tempat terjadinya interaksi lanjutan.

3. Partikel menabrak gas atmosfer atas

Setelah memasuki atmosfer Bumi, partikel-partikel bermuatan ini akan bertumbukan dengan molekul-molekul gas di atmosfer, terutama oksigen dan nitrogen. Tumbukan tersebut menyebabkan molekul gas berada dalam kondisi tereksitasi atau berenergi tinggi.

4. Energi dilepaskan sebagai cahaya warna-warni aurora

Ketika molekul-molekul gas yang tereksitasi kembali ke kondisi stabil, energi yang tersimpan akan dilepaskan dalam bentuk cahaya tampak. Cahaya inilah yang terlihat sebagai aurora dengan berbagai warna yang khas.

Salah satu daya tarik utama aurora adalah warna-warna cahaya yang menghiasi langit malam, mulai dari hijau, merah, biru, hingga ungu dan merah muda. Warna-warna tersebut tidak muncul secara acak, melainkan merupakan hasil dari proses fisika yang terjadi di atmosfer Bumi. Perbedaan warna aurora dipengaruhi oleh jenis gas yang berinteraksi serta ketinggian tempat terjadinya tumbukan partikel bermuatan dari matahari.

Pada ketinggian di atas 200 kilometer, aurora umumnya tampak berwarna merah, yang berasal dari atom oksigen pada lapisan atmosfer atas. Sementara itu, warna hijau, yang merupakan warna aurora paling umum, muncul pada ketinggian sekitar 100–200 kilometer dan juga dihasilkan oleh oksigen yang menerima energi dari partikel berenergi tinggi.

Selain oksigen, gas nitrogen turut berperan dalam menghasilkan variasi warna aurora. Nitrogen yang tereksitasi pada ketinggian 100–200 kilometer dapat memancarkan warna biru, sedangkan pada ketinggian yang lebih rendah, yaitu di bawah 100 kilometer, nitrogen menghasilkan warna merah muda hingga keunguan. Perbedaan ketinggian ini mempengaruhi energi tumbukan dan jenis emisi cahaya, sehingga aurora seringkali tampak sebagai perpaduan beberapa warna sekaligus, menciptakan tampilan cahaya langit yang kompleks dan dinamis.

Mengapa Aurora Tidak Muncul di Indonesia?

Sayangnya, keindahan aurora tidak dapat dinikmati dari semua penjuru dunia. Letak geografis dan sistem medan magnet Bumi memainkan peran penting dalam menentukan wilayah tempat fenomena cahaya langit ini dapat muncul.

Aurora tidak muncul di langit Indonesia karena pengaruh medan magnet Bumi yang paling kuat berada di wilayah ekuator. Medan magnet Bumi berbentuk menyerupai apel, dengan lapisan perlindungan magnetik yang lebih tebal di sekitar garis khatulistiwa. Kondisi ini menyebabkan partikel bermuatan dari matahari sulit menembus atmosfer di wilayah ekuator, sehingga tidak terjadi interaksi dengan gas-gas atmosfer yang dapat memicu kemunculan aurora.

Akibatnya, fenomena aurora hanya dapat diamati di wilayah lintang tinggi yang berada lebih dekat dengan kutub magnetik utara dan selatan, sementara wilayah tropis seperti Indonesia tidak pernah mengalami fenomena cahaya langit tersebut.


Sumber :

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). (2024, 15 Mei). Aurora, kilau cantik akibat badai geomagnet ekstrim.

https://www.brin.go.id/news/118585/aurora-kilau-cantik-akibat-badai-geomagnet-ekstrim

Fahum UMSU. (2024, 22 November). Proses Terjadinya Aurora: Fenomena Alam yang Memukau dan Penuh Misteri.

https://fahum.umsu.ac.id/blog/proses-terjadinya-aurora-fenomena-alam-yang-memukau-dan-penuh-misteri/

NASA Science. (2025, 4 Februari). Auroras. https://science.nasa.gov/sun/auroras/

National Geographic Society. (2023, 19 Oktober). Aurora. https://education.nationalgeographic.org/resource/aurora/

Share:

[ANNOUNCEMENT] Struktur Kepengurusan HMTK FT UNS Periode 2026

Hi, Tekkimers!🙌🏻

Setelah melalui proses seleksi dan wawancara saatnya kami mengumumkan siapa yang resmi menjadi bagian dari HMTK FT UNS 2026💥

Pengumuman penerimaan pengurus HMTK FT UNS Periode 2026 telah dikirimkan melalui email masing-masing pendaftar😆

Selamat dan selamat datang! Dengan penuh rasa bangga dan semangat, kami menyambut kalian yang terpilih untuk bergabung dan berkontribusi dalam perjalanan luar biasa ini💙

📌Cek daftar lengkap nama-nama yang lolos di sini: 

Untuk yang belum berkesempatan, terima kasih sudah memberikan yang terbaik. Jangan pernah berhenti mencoba dan terus berproses🌱

 Let's grow, contibute, and shine together💥

NB :

Pengurus yang mendapatkan surat penerimaan, diharapkan segera menghubungi CP masing-masing bidang untuk melakukan konfirmasi dengan melampirkan screenshot surat penerimaan.

CP :

Sekretaris (Elvia : wa.me/+6289694927903)

Bendahara (Kalinda : wa.me/+6281285995926)

PSP (Tobi : wa.me/+62895335948133)

POSDM (Nuha : wa.me/+6289518277892)

PMB (Reva Faiz : wa.me/+6281290817753)

Kewirausahaan (Rafi : wa.me/+6281818106317)

Medinfo (Fuad : wa.me/+6285951608029)

Humas (Azrul : wa.me/+6285921248216)


Bravo HMTK!!!

HMTK FT UNS 2026

#AksataSandyakala

----------------------------

FOLLOW US:

IG: @hmtkftuns

FB: Hmtk Uns

Tiktok: hmtkftuns

Line: @620srqfz

Youtube: hmtk uns

LinkedIn: hmtk uns

Email: hmtk@ft.uns.ac.id

Web: www.hmtk.ft.uns.ac.id

Share:

[PRESS RELEASE] MUSYAWARAH BESAR XXVIII

MUSYAWARAH BESAR XXVIII 

 

image

            Musyawarah Besar XXVIII HMTK FT UNS telah dilaksanakan secara daring via zoom dan luring di Ruang Sidang Utama Gedung 3 FT UNS, Ruang 1219 dan 1221 Gedung 1 FT UNS pada Sabtu, 29 November 2025 s.d. Minggu, 7 Desember 2025. Kegiatan ini dibawakan oleh Raihan Aqil Ridwan sebagai MC, dan dipimpin oleh Pimpinan Sidang I, Muhammad Ridwan Faris Arifian, dan Pimpinan Sidang II, Agus Dwi Nur Qolis.

Acara dibuka pukul 15.43 WIB dengan himbauan mengenai Safety Induction, lalu dilanjutkan pukul 15.54–15.54 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMTK FT UNS. Setelah itu, dilakukan penyampaian sambutan oleh Ketua Umum HMTK FT UNS periode 2024/2025 yaitu saudara Dimas Nabil Fii Sabilillah, yang berlangsung sampai pukul 15.55 WIB. Kemudian, acara diteruskan pukul 15.55–16.13 WIB dengan Pelantikan Anggota HMTK periode 2025/2026 oleh Ketua Umum HMTK FT UNS periode 2024/2025.

Rangkaian acara selanjutnya yaitu pembacaan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Himpunan HMTK yang dimulai pukul 16.41 WIB dan disertai evaluasi. Kemudian acara dilanjutkan pada keesokan harinya, dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban masing-masing bidang HMTK beserta evaluasi yang dimulai pada pukul 08.17 WIB hingga selesai. Setelah itu, rangkaian berikutnya adalah pembacaan Laporan Pertanggungjawaban dari Badan Semi Otonom (BSO) HMTK disertai juga dengan evaluasi yang berlangsung dari pukul 19.31–20.27 WIB pada Jumat, 05 Desember 2025 sampai 08.29–09.19 WIB pada keesokan harinya.

image

Kegiatan Musyawarah Besar XXVIII kemudian dilanjutkan dengan pendemisioneran pengurus HMTK FT UNS periode 2023/2024 pukul 16.21 WIB dan selesai pukul 16.35 WIB, diikuti Sidang Komisi dan Sidang Pleno yang dilaksanakan pada pukul 16.41–20.20 WIB. Acara berikutnya dari Musyawarah Besar XXVIII HMTK FT UNS adalah pemilihan dan penetapan Ketua Himpunan Periode 2025/2026 yang dimulai pukul 09.01–13.58 WIB pada hari Minggu, 7 Desember 2025. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Pemilihan Formatur oleh Ketua Himpunan Periode 2025/2026 pada pukul 13.58–14.05 WIB, dan diakhiri dengan penutupan Musyawarah Besar XXVIII HMTK FT UNS yang selesai pada pukul 14.51 WIB.

Share:

Postingan Populer

Arsip Blog